RADAR BANYUWANGI – Upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas) di Kecamatan Genteng memasuki babak baru. Tak hanya mengandalkan patroli dan penegakan hukum, Polsek Genteng kini menggandeng Kantor Urusan Agama (KUA) untuk menyampaikan pesan-pesan kamtibmas melalui pendekatan keagamaan hingga menjangkau masyarakat di tingkat paling bawah.
Kolaborasi tersebut mulai dibangun melalui silaturahmi Kapolsek Genteng, Kompol Khoirul Anwar, bersama jajaran ke Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Genteng, Senin (3/8). Kedatangannya disambut Kepala KUA Genteng, Saiful Karim.
Pertemuan itu menjadi langkah awal memperkuat sinergi antara aparat kepolisian dan penyuluh agama dalam menjaga situasi keamanan tetap kondusif di tengah masyarakat.
Kompol Khoirul Anwar mengatakan, penyuluh agama memiliki posisi strategis karena berinteraksi langsung dengan masyarakat hingga ke lingkungan terkecil. Karena itu, pendekatan keagamaan dinilai efektif untuk memperkuat kesadaran hukum sekaligus membangun budaya tertib dan aman.
"Ini bentuk sinergisitas antara Polisi dan KUA untuk memastikan harkamtibmas selalu terjaga," tegasnya.
Menurutnya, pesan-pesan kamtibmas akan lebih mudah diterima masyarakat jika disampaikan bersamaan dengan nilai-nilai moral dan keagamaan.
"Penyuluh agama memiliki peran strategis karena bersentuhan langsung dengan warga hingga unit terkecil di masyarakat. Melalui kolaborasi ini, kami bisa berjalan beriringan untuk mengedukasi warga," ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, Polsek Genteng dan KUA menyepakati sejumlah program bersama yang segera diimplementasikan. Salah satunya adalah sosialisasi keliling yang memadukan edukasi keagamaan dengan penyuluhan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Melalui program itu, personel Bhabinkamtibmas akan turun bersama penyuluh agama menghadiri berbagai kegiatan warga, mulai pengajian rutin, cangkrukan, hingga majelis taklim.
Tak hanya menyampaikan pentingnya menjaga keamanan lingkungan, kolaborasi tersebut juga akan menyasar persoalan sosial yang kini menjadi perhatian, seperti bahaya judi online, tawuran remaja, hingga penyalahgunaan narkoba. Edukasi diberikan dari dua sudut pandang sekaligus, yakni hukum negara dan nilai-nilai agama.
Selain itu, momentum bimbingan perkawinan (Bimwin) di KUA juga akan dimanfaatkan sebagai media penyuluhan. Materi yang disisipkan antara lain kesadaran hukum, pencegahan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), serta pentingnya membangun keluarga harmonis sebagai fondasi terciptanya lingkungan yang aman.
Kompol Khoirul berharap kolaborasi tersebut mampu melahirkan kesadaran masyarakat untuk menjaga keamanan bukan semata karena takut terhadap sanksi hukum, tetapi juga dilandasi nilai moral dan ajaran agama.
"Dengan langkah bersama ini, situasi kondusif di wilayah Genteng diharapkan tercipta karena kesadaran moral dan nilai-nilai keagamaan yang kuat. Ini sesuatu yang baru, secepatnya akan diimplementasikan," pungkasnya. (sas/sgt)
Editor : Ali Sodiqin