Pos Ronda Sepi, Keamanan Lingkungan Beralih ke CCTV, Warga Nilai Kehadiran Manusia Tetap Tak Tergantikan

Shinta Ayu Rahma Wardani • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 17:52 WIB
Ilustrasi - Aktivitas pos ronda di Banyuwangi terus menurun seiring meningkatnya penggunaan CCTV. (JawaPos.com)
Ilustrasi - Aktivitas pos ronda di Banyuwangi terus menurun seiring meningkatnya penggunaan CCTV. (JawaPos.com)

RADARBANYUWANGI.ID - Aktivitas Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) berbasis pos ronda di sejumlah permukiman warga di Kabupaten Banyuwangi dilaporkan mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Perubahan pola pengamanan lingkungan ini dipicu meningkatnya penggunaan kamera pengawas (CCTV) yang dianggap lebih praktis dibandingkan ronda malam secara bergiliran.

Hasil pemantauan di sejumlah kecamatan menunjukkan sebagian besar lingkungan permukiman kini mengandalkan CCTV dan portal otomatis sebagai sistem keamanan utama. Pergeseran tersebut didorong perubahan pola kerja masyarakat yang semakin padat sehingga warga kesulitan meluangkan waktu untuk menjalankan ronda malam.

Selain itu, teknologi perekam digital dinilai mampu mendokumentasikan setiap aktivitas yang terjadi di lingkungan permukiman secara lebih akurat. Namun, efektivitas sistem keamanan yang hanya mengandalkan perangkat elektronik mulai menjadi perhatian sejumlah warga.

Pasalnya, CCTV hanya berfungsi merekam kejadian tanpa mampu melakukan tindakan pencegahan ketika tindak kejahatan berlangsung. Kondisi ini dinilai berbeda dengan keberadaan petugas ronda yang dapat memberikan respons langsung sekaligus menciptakan efek psikologis bagi pelaku kejahatan.

"Kamera CCTV memang sangat membantu dalam mengidentifikasi pelaku setelah kejadian. Tetapi untuk mencegah niat pelaku kejahatan masuk ke gang pemukiman, kehadiran fisik warga yang bersosialisasi di pos ronda tetap memiliki efek jera yang jauh lebih kuat," ujar Mulyo, warga Dusun Krajan.

Menurut sejumlah warga, keberadaan pos ronda selama ini tidak hanya berfungsi menjaga keamanan lingkungan, tetapi juga menjadi ruang interaksi sosial masyarakat. Pos ronda kerap dimanfaatkan sebagai tempat bertukar informasi, mengetahui kondisi warga yang membutuhkan bantuan, hingga menyelesaikan persoalan lingkungan melalui musyawarah secara kekeluargaan.

Berkurangnya aktivitas ronda dikhawatirkan turut melemahkan kepedulian sosial antarwarga. Interaksi yang sebelumnya terbangun secara rutin kini mulai berkurang seiring pergeseran sistem pengamanan menuju teknologi digital.

Melihat kondisi tersebut, sejumlah pengurus RT dan RW mulai menerapkan pola pengamanan yang memadukan teknologi dengan keterlibatan masyarakat. Sistem ini mengintegrasikan pemanfaatan CCTV dengan penataan kembali fungsi pos ronda.

Melalui skema tersebut, jadwal ronda tidak lagi dilakukan setiap malam seperti sebelumnya, melainkan difokuskan pada jam-jam yang dinilai rawan terjadi gangguan keamanan. Pos ronda juga kembali difungsikan sebagai ruang silaturahmi mingguan agar komunikasi dan kepedulian antarwarga tetap terjaga.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Pos ronda Banyuwangi