RADAR BANYUWANGI - Aksi segerombolan pemuda yang berkendara secara ugal-ugalan sambil diduga membawa pentungan kayu membuat warga Kecamatan Muncar, Banyuwangi, resah pada Minggu dini hari (2/8). Laporan masyarakat langsung direspons cepat oleh jajaran Polsek Muncar dengan melakukan penyisiran ke lokasi. Meski kelompok tersebut sudah menghilang saat polisi tiba, petugas menemukan sebuah sepeda motor milik warga yang tercebur ke dalam parit.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 03.00. Saat itu, petugas Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Muncar menerima laporan dari warga yang melintas di kawasan bulak sawah Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar.
Warga mengaku merasa takut setelah melihat segerombolan anak muda melintas menggunakan sepeda motor dengan cara ugal-ugalan. Sebagian dari mereka juga diduga membawa pentungan kayu sehingga memicu keresahan masyarakat yang berada di sekitar lokasi.
Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Polsek Muncar langsung diterjunkan untuk melakukan penyisiran di titik yang dilaporkan.
Namun, ketika petugas tiba di jalan raya kawasan bulak sawah Desa Tembokrejo, gerombolan pemuda tersebut sudah tidak berada di lokasi.
"Kami menemukan adanya sepeda motor milik warga yang terjebur di parit," kata Plt Kapolsek Muncar, AKP Kusmin.
Melihat kondisi tersebut, petugas bersama warga sekitar segera mengevakuasi sepeda motor dari dalam parit. Polisi menduga pemilik kendaraan meninggalkan motornya setelah bertemu dengan gerombolan pemuda yang sempat membuat resah warga.
"Usai dievakuasi dan dibawa ke Mapolsek, kemudian tak lama setelah itu sepeda motor diambil oleh pemiliknya," jelas AKP Kusmin.
Polisi memastikan situasi keamanan di wilayah Kecamatan Muncar berangsur normal setelah dilakukan patroli dan penyisiran. Hingga pagi hari, tidak ditemukan lagi keberadaan kelompok pemuda yang dilaporkan warga.
"Situasi kembali aman dan kondusif hingga pagi hari. Jika membutuhkan bantuan, masyarakat bisa menghubungi langsung melalui nomor layanan 110," pungkasnya.
Polisi mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan setiap aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. Respons cepat terhadap laporan warga diharapkan mampu mencegah gangguan kamtibmas berkembang menjadi tindak kriminal yang lebih besar. (why/sgt)
Editor : Ali Sodiqin