Desa Wisata Kemiren Banyuwangi Dapat Pendampingan Khusus Kementerian Pariwisata, Dibidik Raih Predikat Best Tourism Village UN Tourism

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Minggu, 2 Agustus 2026 | 18:13 WIB
Desa Wisata Adat Osing Kemiren Banyuwangi mendapat pendampingan khusus dari Kementerian Pariwisata. (Banyuwangikab.go.id)
Desa Wisata Adat Osing Kemiren Banyuwangi mendapat pendampingan khusus dari Kementerian Pariwisata. (Banyuwangikab.go.id)

RADARBANYUWANGI.ID - Desa Wisata Adat Osing Kemiren, Kecamatan Glagah, terus dipersiapkan untuk menembus pengakuan internasional. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi bersama Kementerian Pariwisata melakukan pendampingan khusus agar desa wisata tersebut mampu meraih predikat Best Tourism Village dari United Nations Tourism (UN Tourism).

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pariwisata yang terus mendampingi pengembangan Desa Wisata Kemiren. Pendampingan tersebut menjadi langkah strategis setelah Kemiren terpilih masuk dalam Best Tourism Villages Upgrade Programme 2025 dari UN Tourism.

Menurut Ipuk, program tersebut diberikan kepada desa wisata yang dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang melalui peningkatan tata kelola, kualitas layanan, serta pemenuhan standar pariwisata internasional.

"Kami menyampaikan terima kasih kepada Menteri Pariwisata yang terus memberikan pendampingan Desa Wisata Adat Osing Kemiren," ujar Ipuk, dikutip Antara.

Ia menilai Kemiren memiliki modal kuat berupa kekayaan budaya dan tradisi masyarakat Osing yang masih terjaga hingga kini. Keunikan tersebut menjadi daya tarik utama bagi wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

Ipuk berharap proses pendampingan mampu meningkatkan kualitas pengelolaan destinasi tanpa menghilangkan identitas budaya lokal yang selama ini menjadi ciri khas Kemiren.

"Kami berharap melalui pendampingan Kementerian Pariwisata, Desa Kemiren semakin siap menerima wisatawan dari berbagai negara, tanpa kehilangan jati diri dan karakter budaya Osing yang selama ini menjadi daya tariknya," katanya.

Desa Wisata Kemiren sebelumnya juga menorehkan prestasi internasional dengan meraih The 5th ASEAN Homestay Award dalam ajang ASEAN Tourism Award (ATA) 2025. Penghargaan tersebut memperkuat posisi Kemiren sebagai salah satu destinasi wisata berbasis budaya yang diperhitungkan di kawasan Asia Tenggara.

Dukungan pemerintah pusat juga ditunjukkan melalui kunjungan kerja Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana ke Banyuwangi pada pekan lalu. Salah satu agenda utama adalah mengunjungi Desa Wisata Kemiren.

Selama berada di desa tersebut, Menteri Widiyanti menyusuri gang-gang permukiman dan berinteraksi langsung dengan masyarakat. Ia melihat bagaimana warga tetap kreatif mempertahankan tradisi sekaligus mengembangkannya menjadi daya tarik wisata.

Menpar juga mengunjungi Sanggar Genjah Arum. Dalam kesempatan itu, ia menikmati berbagai minuman dan kuliner tradisional, mencoba menyangrai kopi menggunakan tungku dan penggorengan tanah liat, hingga memasak kue cucur bersama warga.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : Antara
Desa Wisata Kemiren