RADARBANYUWANGI.ID - Tim nasional balap sepeda Indonesia nomor BMX meningkatkan intensitas latihan di Sirkuit Internasional BMX Supercross Banyuwangi sebagai bagian dari pemusatan latihan menjelang Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang yang dijadwalkan berlangsung pada September mendatang.
Pemusatan latihan tersebut mendapat perhatian langsung dari Ketua Kontingen (Chef de Mission/CdM) Tim Indonesia untuk Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Todotua Pasaribu. Ia datang ke Banyuwangi bersama Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Indonesia Cycling Federation (ICF) Jadi Rajagukguk, tim analis Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), serta tim analis Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia).
Kunjungan itu dilakukan untuk memberikan motivasi sekaligus memastikan kesiapan fisik dan mental para atlet yang akan memperkuat Indonesia pada ajang olahraga terbesar di Asia tersebut.
Todotua menilai keberadaan Sirkuit Internasional BMX Supercross Banyuwangi menjadi aset penting bagi pembinaan olahraga balap sepeda nasional. Menurutnya, fasilitas tersebut tidak hanya dimanfaatkan untuk mengejar prestasi pada Asian Games 2026, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam mencetak atlet-atlet BMX masa depan.
Ia mengaku terkesan dengan kualitas lintasan yang dimiliki Banyuwangi. Menurutnya, kondisi trek sangat mendukung proses peningkatan kemampuan atlet sehingga diharapkan mampu menunjang pencapaian hasil maksimal saat berlaga di Jepang.
Selain untuk persiapan Asian Games, pemusatan latihan di Banyuwangi juga diarahkan sebagai bagian dari pembinaan atlet menuju SEA Games 2027. Dengan fasilitas yang tersedia, regenerasi pembalap BMX Indonesia diharapkan dapat berjalan lebih optimal.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PP ICF Jadi Rajagukguk mengungkapkan bahwa Kemenpora menargetkan empat medali emas dari cabang balap sepeda pada Asian Games 2026. Dari jumlah tersebut, satu medali emas diproyeksikan berasal dari nomor BMX.
Meski demikian, federasi memasang target yang lebih tinggi. ICF berharap tim balap sepeda Indonesia mampu membawa pulang lebih dari satu medali emas sehingga dukungan masyarakat menjadi salah satu penyemangat bagi para atlet yang tengah menjalani persiapan.
Untuk merealisasikan target tersebut, ICF memusatkan tujuh atlet terbaik BMX nasional di Banyuwangi. Mereka menjalani program latihan dengan intensitas tinggi di lintasan yang telah memenuhi standar internasional.
Sirkuit Internasional BMX Supercross Banyuwangi memiliki panjang lintasan 465 meter dengan empat obstacle high jump. Fasilitas tersebut juga dilengkapi dua start gate berketinggian lima dan delapan meter, tujuh line, serta telah memenuhi standar olimpiade sehingga dinilai layak menjadi pusat pembinaan atlet elite nasional.
Secara keseluruhan, Indonesia berencana menurunkan 21 atlet balap sepeda yang didampingi tujuh pelatih pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Selain menjalani pemusatan latihan di dalam negeri, tim balap sepeda Indonesia juga akan mengikuti sejumlah try out pada ajang single event di luar negeri. Program tersebut diharapkan dapat menambah pengalaman bertanding sekaligus meningkatkan jam terbang atlet ketika menghadapi persaingan dengan pembalap terbaik Asia.
Editor : Lugas RumpakaadiSumber : Antara