RADAR BANYUWANGI – Ancaman kekeringan mulai dirasakan masyarakat di kawasan selatan Kabupaten Banyuwangi. Menyusutnya debit sumur warga akibat musim kemarau mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi bergerak cepat menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah wilayah terdampak pada Jumat (31/7).
Salah satu lokasi yang mendapat distribusi air bersih ialah Dusun Silirbaru, RT 05 RW 02, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran. Truk tangki BPBD mengirim ribuan liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan harian warga yang mulai kesulitan memperoleh pasokan air dari sumur mereka.
Langkah cepat tersebut dilakukan sebagai respons atas meningkatnya potensi krisis air selama musim kemarau. Pemerintah daerah memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi sembari terus memetakan wilayah lain yang berpotensi mengalami kondisi serupa.
Kepala Pelaksana BPBD Banyuwangi Partana bahkan turun langsung memantau proses dropping air bersih sejak Kamis (30/7). Kehadirannya di lapangan bertujuan memastikan distribusi bantuan berlangsung tertib, merata, dan tepat sasaran.
"Kami ingin memastikan bahwa bantuan air bersih ini benar-benar sampai kepada warga yang paling membutuhkan. Distribusi ini merupakan bentuk hadirnya pemerintah daerah dalam merespons cepat dampak kemarau yang dirasakan masyarakat," ujarnya.
Menurut Partana, BPBD terus memperbarui pemetaan daerah rawan krisis air seiring perkembangan musim kemarau. Setiap laporan dari pemerintah desa terkait penurunan debit sumur akan segera ditindaklanjuti dengan pengiriman armada tangki air secara bertahap.
"Pihak pemerintah desa bisa bersurat, tim dari BPBD akan langsung menindaklanjuti untuk dropping air," katanya.
Selain menyalurkan bantuan, BPBD mengimbau masyarakat menggunakan air secara hemat. Pasokan air bersih diharapkan diprioritaskan untuk kebutuhan pokok seperti minum, memasak, dan sanitasi agar ketersediaannya tetap terjaga selama musim kemarau berlangsung.
Partana juga mengajak masyarakat menjaga kelestarian lingkungan dan sumber-sumber air sebagai upaya jangka panjang mengurangi risiko krisis air setiap musim kemarau.
"Kondisi kemarau ini menjadi momentum bagi kita semua untuk lebih bijak mengonsumsi air bersih. Selain itu, menjaga kelestarian lingkungan dan sumber-sumber air di sekitar kita adalah kunci jangka panjang agar krisis serupa bisa diminimalisasi," tandasnya.
Bantuan air bersih tersebut disambut antusias warga Dusun Silirbaru. Sejak truk tangki tiba, warga langsung menyiapkan jeriken, ember, hingga tandon darurat untuk menampung air yang didistribusikan petugas.
Kepala Desa Sumberagung, Vivin Agustin, mengatakan kebutuhan air bersih di wilayahnya memang meningkat dalam beberapa waktu terakhir akibat menurunnya debit sumur warga. Karena itu, pemerintah desa segera mengajukan permohonan bantuan kepada BPBD.
"Beberapa waktu belakangan wilayah tersebut memang perlu bantuan air bersih, karena itu jajaran kami langsung bersurat, untung cepat direspons," ujarnya.
BPBD Banyuwangi memastikan layanan distribusi air bersih akan terus dilakukan selama musim kemarau apabila terdapat laporan dari desa-desa yang mengalami kekurangan air bersih. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mitigasi pemerintah daerah agar dampak kekeringan tidak berkembang menjadi krisis yang lebih luas. (sas/sgt)
Editor : Ali Sodiqin