HIPMI Banyuwangi Punya Nakhoda Baru, Dio Arli Rahadi Fokus Dorong Anak Muda Naik Kelas di Bisnis Kuliner dan Pertanian

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 09:35 WIB
Ketua Umum BPC Hipmi Banyuwangi Dio Arli Rahadi saat menerima pataka Hipmi dari Ketua BPD Hipmi Jatim Ahmad Salim Assegaf, di Pendapa Sabha Swagata Blambangan, Kamis malam (30/7/2026). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
Ketua Umum BPC Hipmi Banyuwangi Dio Arli Rahadi saat menerima pataka Hipmi dari Ketua BPD Hipmi Jatim Ahmad Salim Assegaf, di Pendapa Sabha Swagata Blambangan, Kamis malam (30/7/2026). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID - Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Banyuwangi resmi memiliki kepengurusan baru. Dio Arli Rahadi dilantik sebagai Ketua Umum BPC HIPMI Banyuwangi periode 2026–2029 dalam prosesi yang berlangsung di Pendapa Sabha Swagata Blambangan, Kamis malam (30/7/2026).

Sebelum pelantikan, HIPMI Banyuwangi lebih dahulu menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) pada Kamis pagi. Forum tersebut menetapkan Dio Arli Rahadi sebagai ketua umum secara aklamasi.

Pelantikan dihadiri Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Ketua Pembina HIPMI Banyuwangi Ferdy Elfian, Ketua Dewan Kehormatan HIPMI Dede Abdul Ghany, Ketua Umum BPD HIPMI Jawa Timur Ahmad Salim Assegaf beserta jajaran, perwakilan Kadin, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), kalangan perbankan, pelaku usaha, akademisi, hingga organisasi profesi.

Ketua Pembina Hipmi Banyuwangi Ferdy Elfian (kanan) memberikan bantuan 1 ton beras untuk pesapon, diberikan secara simbolis kepada Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani didampingi Plt Dinas Lingkungan Hidup Bayu Hadiyanto. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
Ketua Pembina Hipmi Banyuwangi Ferdy Elfian (kanan) memberikan bantuan 1 ton beras untuk pesapon, diberikan secara simbolis kepada Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani didampingi Plt Dinas Lingkungan Hidup Bayu Hadiyanto. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

Dalam pidato perdananya, Dio menegaskan Banyuwangi memiliki modal besar untuk terus berkembang melalui kekuatan generasi muda yang kreatif, adaptif, dan memiliki semangat tinggi dalam membangun usaha.

Menurutnya, sektor kuliner menjadi salah satu subsektor ekonomi kreatif yang menunjukkan perkembangan paling pesat. Maraknya kedai kopi, restoran, usaha makanan tradisional, hingga bisnis kuliner berbasis digital menjadi bukti meningkatnya minat generasi muda terjun ke dunia usaha.

Karena itu, kepengurusan baru berkomitmen melanjutkan program yang telah dirintis kepengurusan sebelumnya. Salah satu fokus utama ialah memperluas ruang bagi pelaku usaha kuliner muda agar dapat berkembang secara berkelanjutan.

"HIPMI Banyuwangi akan meneruskan program yang telah dirintis oleh Bang Ferdy. Kami akan membuka pintu selebar-lebarnya bagi pelaku usaha kuliner muda untuk bergabung. Kami ingin mereka tidak hanya mampu membuka usaha, tetapi juga naik kelas melalui pendampingan, penguatan manajemen, akses pembiayaan, digitalisasi pemasaran, jejaring bisnis, hingga perluasan pasar," ujar Dio.

Meski demikian, Dio menegaskan potensi ekonomi Banyuwangi tidak hanya bertumpu pada sektor kuliner. Menurutnya, pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi penopang utama perekonomian daerah dengan kontribusi lebih dari seperempat struktur ekonomi Banyuwangi.

Ia mengajak generasi muda mengubah cara pandang terhadap sektor pertanian yang kini telah berkembang menjadi industri modern dengan nilai tambah tinggi.

"Pertanian hari ini bukan hanya menanam padi. Ada hortikultura, kopi, kakao, rempah-rempah, peternakan, perikanan, hilirisasi hasil panen, teknologi pertanian hingga bisnis pangan modern yang memiliki nilai tambah tinggi," katanya.

HIPMI Banyuwangi juga menyatakan siap mendukung program Jagoan Tani yang digagas Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Organisasi tersebut berharap semakin banyak anak muda melihat sektor pertanian sebagai peluang bisnis yang menjanjikan sekaligus mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, Dio menegaskan kepengurusan periode 2026–2029 akan mengedepankan kolaborasi dengan pemerintah, akademisi, media, dan masyarakat melalui semangat "Tandang Bareng".

"HIPMI siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam mencetak lebih banyak pengusaha muda, memperkuat UMKM, membuka lapangan kerja, menarik investasi, dan meningkatkan daya saing ekonomi Banyuwangi," tegasnya.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengapresiasi kontribusi HIPMI sebagai mitra strategis pemerintah dalam memperkuat perekonomian daerah.

Menurut Ipuk, Banyuwangi membutuhkan semakin banyak pengusaha muda yang berani berinovasi, mampu menciptakan lapangan kerja, serta memberikan nilai tambah terhadap berbagai potensi daerah.

Pemerintah daerah, lanjutnya, akan terus membuka ruang kolaborasi bersama HIPMI, terutama dalam penguatan UMKM, pengembangan ekonomi kreatif, hilirisasi sektor pertanian, dan peningkatan investasi.

"Kami ingin semakin banyak anak muda Banyuwangi menjadi pencipta lapangan kerja, bukan hanya pencari kerja. Pemerintah siap berkolaborasi agar potensi daerah mampu diolah menjadi kekuatan ekonomi yang memberikan kesejahteraan bagi masyarakat," ujar Ipuk.

Ketua Pembina HIPMI Banyuwangi Ferdy Elfian yang sebelumnya menjabat Ketua Umum BPC HIPMI Banyuwangi periode 2022–2025 menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus yang telah mengabdikan diri selama tiga tahun terakhir.

Menurut Ferdy, kepengurusan sebelumnya telah memperkuat kaderisasi, membangun sinergi dengan pemerintah, dunia pendidikan, dan dunia usaha sehingga HIPMI tetap menjadi organisasi yang aktif, adaptif, serta profesional.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati Banyuwangi atas dukungan yang selama ini diberikan terhadap berbagai program HIPMI.

"Dukungan Ibu Bupati menjadi energi bagi kami untuk terus melahirkan pengusaha muda yang mampu menggerakkan ekonomi daerah. Semoga sinergi ini terus terjaga," katanya.

Kepada kepengurusan baru, Ferdy berpesan agar amanah organisasi dijalankan sebagai bentuk pengabdian, bukan sekadar jabatan.

"Jadikan HIPMI sebagai rumah lahirnya pengusaha muda yang berintegritas, inovatif, berdaya saing, serta mampu menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat," pesannya.

Ketua Umum BPD HIPMI Jawa Timur Ahmad Salim Assegaf menambahkan, HIPMI harus mampu menjawab tantangan zaman melalui inovasi, digitalisasi, serta penguatan jejaring usaha.

Menurutnya, Banyuwangi memiliki iklim investasi dan kewirausahaan yang terus berkembang sehingga berpeluang melahirkan lebih banyak pengusaha muda berskala nasional.

Ia berharap kepengurusan baru mampu memperkuat kaderisasi sekaligus meningkatkan kontribusi HIPMI terhadap pertumbuhan ekonomi daerah melalui sinergi bersama pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Dio Arli Rahadi pengusaha muda Hipmi Banyuwangi Ipuk Fiestiandani