RADAR BANYUWANGI – Memasuki musim kemarau, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pengairan Banyuwangi mempercepat program padat karya untuk menjaga kelancaran distribusi air irigasi.
Puluhan warga bersama petugas turun langsung membersihkan aliran sungai dan sejumlah dam di Kecamatan Kalipuro, Kamis (30/7), guna mengangkat endapan lumpur serta sampah yang berpotensi menghambat pasokan air ke lahan pertanian.
Sebanyak 30 warga yang mayoritas berprofesi sebagai petani dilibatkan dalam kegiatan tersebut. Mereka bergotong royong membersihkan beberapa titik dam yang dinilai paling mendesak berdasarkan hasil survei lapangan yang dilakukan sebelumnya bersama Dinas PU Pengairan Banyuwangi.
Selain mengangkut sampah, para peserta juga mengeruk endapan lumpur atau walet yang selama ini mempersempit saluran irigasi. Langkah tersebut dilakukan agar debit air tetap terjaga dan dapat mengalir lancar menuju areal persawahan, terutama saat debit sungai mulai menurun pada musim kemarau.
Pendamping Program Padat Karya, Supoyono, mengatakan kegiatan itu tidak hanya bertujuan menjaga fungsi jaringan irigasi, tetapi juga memberdayakan masyarakat melalui keterlibatan langsung dalam pemeliharaan sungai.
"Tujuan kegiatan ini untuk memberdayakan masyarakat sekaligus meningkatkan kepedulian warga terhadap kebersihan sungai, baik dari endapan walet maupun sampah. Sehingga sedimentasi berkurang dan aliran air menjadi lebih lancar," ujarnya.
Menurut Supoyono, sedimentasi yang dibiarkan menumpuk akan menghambat distribusi air ke lahan pertanian. Karena itu, pembersihan dilakukan secara berkala agar kebutuhan air petani tetap terpenuhi selama musim tanam.
"Harapannya air bisa mengalir tanpa hambatan sehingga para petani dapat menikmati pasokan air yang cukup untuk mengairi sawah mereka," katanya.
Ketua Gabungan Petani Tirto Arum, Agus Shomad, menjelaskan lokasi pembersihan dipilih berdasarkan survei yang dilakukan sekitar satu bulan lalu bersama tim Dinas PU Pengairan Banyuwangi. Dari sejumlah titik yang dipetakan, diprioritaskan dam dengan kondisi sedimentasi dan tumpukan sampah paling parah.
"Pelaksanaan pembersihan di sejumlah titik dam di Kalipuro sudah berlangsung sekitar 10 hari. Kami fokus membersihkan titik yang dipenuhi sampah dan endapan lumpur karena bisa menghambat aliran air ke sawah," jelasnya.
Selain memperlancar aliran irigasi, program padat karya juga menjadi bagian dari upaya mendukung sistem gilir air agar distribusi air tetap merata di tengah potensi penurunan debit sungai selama musim kemarau. Sebanyak 30 warga Kelurahan Klatak dilibatkan dalam kegiatan tersebut.
"Kami membersihkan beberapa titik dam yang memang kondisinya cukup parah. Kalau dibiarkan, sampah dan walet akan menghambat laju air sehingga distribusi air ke sawah masyarakat menjadi tidak maksimal," tambah Agus.
Ketua RW 1 Lingkungan Krajan, Kelurahan Kalipuro, Samsul, menilai program padat karya memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Selain membuat aliran sungai lebih bersih, kelancaran distribusi irigasi turut membantu menjaga produktivitas pertanian yang menjadi mata pencaharian utama warga.
"Mayoritas warga di sini bekerja sebagai petani. Dengan aliran air yang kembali lancar, kebutuhan irigasi sawah dapat terpenuhi lebih baik," ujarnya.
Program padat karya yang dijalankan Dinas PU Pengairan Banyuwangi ini tidak hanya menjadi solusi jangka pendek untuk mengatasi sedimentasi dan sampah di saluran irigasi. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan memperkuat budaya gotong royong masyarakat dalam menjaga infrastruktur pengairan sehingga pasokan air pertanian tetap terjamin sepanjang musim kemarau. (ray/sgt)
Editor : Ali Sodiqin