Tim Donor Uni Emirat Arab Puas, Pembangunan TPS3R Kertosari Melaju Sesuai Target

Sigit Hariyadi • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 03:00 WIB
Bupati Ipuk Fiestiandani didampingi tim Pemkab Banyuwangi bertemu langsung dengan tim Clean Rivers dari Uni Emirat Arab (UEA) di pendapa Sabha Swagata Blambangan pada Rabu (29/7). (Humas Pemkab Banyuwangi)
Bupati Ipuk Fiestiandani didampingi tim Pemkab Banyuwangi bertemu langsung dengan tim Clean Rivers dari Uni Emirat Arab (UEA) di pendapa Sabha Swagata Blambangan pada Rabu (29/7). (Humas Pemkab Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Komitmen Banyuwangi membangun sistem pengelolaan sampah berkelanjutan kembali mendapat perhatian dunia. Tim Clean Rivers dari Uni Emirat Arab (UEA) turun langsung memantau pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Kertosari, Rabu (29/7).

Kunjungan tersebut menjadi penegasan bahwa proyek yang didanai lembaga internasional itu berjalan sesuai target dan menjadi bagian penting transformasi pengelolaan sampah di Banyuwangi.

Sebagai lembaga pendonor Program Banyuwangi Hijau Fase 3, Clean Rivers ingin memastikan progres pembangunan TPS3R Kertosari berjalan sesuai rencana. Fasilitas yang dibangun di atas lahan seluas 1,5 hektare itu ditargetkan selesai dalam 10 bulan dan mampu mengolah hingga 50 ton sampah per hari untuk melayani kawasan perkotaan Banyuwangi beserta wilayah sekitarnya.

Rombongan Clean Rivers diterima langsung Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Pendapa Sabha Swagata. Delegasi dipimpin Pejabat Senior Menteri Perubahan Iklim dan Lingkungan UEA Ahla Abdulmuhsen bersama Direktur Clean Rivers Reinier Van Der Lely, Senior Manager Maryam Al Memari, serta Manager Aza Wee Sile.

Turut mendampingi Tenaga Ahli Ketahanan Pangan, Infrastruktur Pendukung Pertanian, dan Lingkungan Kementerian Koordinator Pangan RI Guntur Priambodo, Director Systemiq Jason Edward Hale, serta Manager Borealis Mari Kylmala.

"Kami telah bekerja sama dengan baik bersama pemerintah kabupaten dan Project STOP untuk menjalankan program transformasi persampahan Banyuwangi Hijau," ujar Direktur Clean Rivers UEA Reinier Van Der Lely.

Menurut Reinier, perkembangan pembangunan TPS3R Kertosari berlangsung sangat cepat. Ia mengaku terkesan karena hanya dalam waktu sekitar enam bulan sejak kunjungan sebelumnya, berbagai tahapan proyek telah menunjukkan kemajuan signifikan.

"Kami sangat senang melihat semua kemajuannya. Saya baru saja ke Banyuwangi enam bulan lalu dan perkembangannya sangat cepat. Peluncuran awal tahap tiga sudah dimulai dan kami melihat persiapannya berjalan sangat baik," katanya.

Selain meninjau lokasi pembangunan TPS3R Kertosari, rombongan juga mengunjungi TPS3R Balak di Kecamatan Songgon yang sebelumnya dibangun melalui dukungan Borealis dan Pemerintah Norwegia. Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat implementasi pengelolaan sampah secara menyeluruh, mulai dari perubahan perilaku masyarakat hingga sistem pengumpulan sampah.

"Kami juga ingin melihat proses edukasi perubahan perilaku masyarakat dan proses pengumpulan sampahnya," tambah Reinier.

TPS3R Kertosari dirancang menjadi salah satu tulang punggung pengelolaan sampah kawasan perkotaan Banyuwangi. Keberadaannya diharapkan mampu menekan volume sampah yang dikirim ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), sekaligus meningkatkan praktik ekonomi sirkular melalui pengolahan sampah berbasis reduce, reuse, dan recycle.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, dukungan berbagai negara terhadap Program Banyuwangi Hijau menunjukkan kepercayaan internasional terhadap komitmen daerah dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

"Kolaborasi Indonesia dan Uni Emirat Arab menjadi kemitraan strategis yang nyata. Kerja sama ini bukan hanya sebagai investasi bagi keberlanjutan lingkungan, tetapi juga bagi kesehatan generasi masa depan dan daya saing ekonomi daerah," ujarnya.

Ipuk menjelaskan, transformasi pengelolaan sampah di Banyuwangi telah dimulai sejak 2017 melalui Project STOP dengan pembangunan TPS3R Tembokrejo di Kecamatan Muncar. Program tersebut kemudian berlanjut melalui Banyuwangi Hijau Fase 1 dengan pembangunan TPS3R Balak di Kecamatan Songgon yang didukung Pemerintah Norwegia.

Tahap berikutnya adalah Banyuwangi Hijau Fase 2 melalui pembangunan TPS3R Karetan di Kecamatan Purwoharjo yang mendapat dukungan Pemerintah Austria dan saat ini masih dalam proses pembangunan. Kini, Banyuwangi Hijau Fase 3 diwujudkan melalui pembangunan TPS3R Kertosari dengan dukungan Clean Rivers Uni Emirat Arab.

Tidak berhenti di situ, Banyuwangi juga akan menambah fasilitas pengolahan sampah baru di Kecamatan Wongsorejo. Proyek tersebut direncanakan mendapat pendanaan dari Kementerian Pekerjaan Umum RI sehingga semakin memperkuat jaringan pengelolaan sampah modern di Banyuwangi.

"Selain Program Banyuwangi Hijau, kami juga akan mendapatkan dukungan pembangunan TPS3R Wongsorejo yang didanai Kementerian Pekerjaan Umum RI," pungkas Ipuk. (sgt)

Editor : Ali Sodiqin
Banyuwangi Hijau TPS3R Kertosari pengolahan sampah uni emirat arab Clean Rivers