Setelah Rumah Warga Tergenang, PU Jatim Bergerak Atasi Drainase Mampet di Kalibaru

Salis Ali Muhyidin • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 04:00 WIB
Pekerja melakukan penanganan terhadap selokan tersumbat di Dusun Tegalpakis, Desa Kalibaruwetan, Kecamatan Kalibaru, Rabu malam (29/7). (Foto: Taufik for Radar Banyuwangi)
Pekerja melakukan penanganan terhadap selokan tersumbat di Dusun Tegalpakis, Desa Kalibaruwetan, Kecamatan Kalibaru, Rabu malam (29/7). (Foto: Taufik for Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI - Ancaman luapan air yang selama bertahun-tahun menghantui warga Dusun Tegalpakis, Desa Kalibaruwetan, Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi, akhirnya mendapat penanganan.

Menyusul banjir yang kembali merendam rumah warga usai hujan deras pada Senin (27/7), Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Jawa Timur menerjunkan alat berat untuk mengeruk drainase yang tersumbat di sepanjang jalan nasional pada Rabu malam (29/7).

Pengerjaan dilakukan hingga larut malam demi memulihkan fungsi saluran air dan mencegah banjir kembali terjadi.

Satu unit ekskavator dikerahkan untuk mengangkat endapan tanah dan lumpur yang selama ini menutup aliran drainase di sisi jalan nasional. Penanganan tersebut merupakan tindak lanjut atas laporan resmi Pemerintah Desa Kalibaruwetan setelah hujan deras menyebabkan saluran tidak mampu menampung debit air.

Akibat drainase yang tersumbat, air meluap dan menggenangi sedikitnya dua rumah warga yang berada tepat di sebelah timur Kantor Desa Kalibaruwetan. Kondisi itu kembali memunculkan keresahan masyarakat yang selama ini harus menghadapi ancaman banjir setiap musim hujan.

Kepala Desa Kalibaruwetan M. Taufik mengatakan, persoalan tersebut merupakan masalah lama yang hingga kini belum sepenuhnya terselesaikan.

"Ini tindak lanjut dari persoalan menahun di wilayah kami, yakni luapan air dari saluran air," katanya.

Menurut Taufik, penyebab utama banjir hampir selalu sama, yakni drainase di tepi jalan nasional yang mengalami penyumbatan akibat endapan tanah dan sampah. Karena berada di bawah kewenangan pemerintah pusat, pihak desa berkoordinasi dengan Dinas PU Provinsi Jawa Timur agar penanganan bisa segera dilakukan.

"Masalahnya selalu sama, yaitu drainase di pinggir jalan nasional yang tersumbat. Karena ini jalan milik nasional, kami koordinasikan dengan Dinas PU Provinsi Jawa Timur agar segera ada pengerukan," ujarnya.

Proses pengerjaan diawali dengan pengerukan material menggunakan ekskavator. Setelah debit air mulai berkurang, petugas melanjutkan pembersihan secara manual dengan turun langsung ke dalam drainase untuk mengangkat sisa endapan dan sampah yang masih menyumbat aliran.

Meski begitu, pekerjaan belum sepenuhnya selesai. Tim di lapangan bahkan sempat mencoba menembus titik sumbatan menggunakan batang besi, namun hambatan di dalam saluran masih belum berhasil dibuka seluruhnya.

"Tim PU menggunakan besi untuk menembus sumbatan di saluran air, tapi masih gagal. Di lokasi masih ada genangan dan saat hujan berpotensi meluap lagi," ungkap Taufik.

Pengerukan terus dilanjutkan hingga Kamis (30/7) agar seluruh saluran kembali berfungsi optimal. Pemerintah desa berharap penanganan tersebut menjadi solusi permanen sehingga luapan air yang selama ini menjadi ancaman bagi warga tidak kembali terulang.

"Semoga segera teratasi agar masyarakat tidak resah," harapnya. (*)

Editor : Ali Sodiqin
Drainase Kalibaru PU Jatim Kalibaruwetan luapan air banyuwangi