LAKPESDAM PCNU Banyuwangi Dikukuhkan, Siap Jadi Pusat Riset dan Basis Kebijakan NU

Syaifuddin Mahmud • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 13:57 WIB
LAKPESDAM PCNU Banyuwangi mengukuhkan pengurus 2026–2031 dan memperkuat peran riset sebagai basis kebijakan serta pemberdayaan masyarakat. (Syaifuddin Mahmud/Radar Banyuwangi)
LAKPESDAM PCNU Banyuwangi mengukuhkan pengurus 2026–2031 dan memperkuat peran riset sebagai basis kebijakan serta pemberdayaan masyarakat. (Syaifuddin Mahmud/Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Nahdlatul Ulama (NU) Banyuwangi memasuki babak baru dalam penguatan tradisi riset dan kajian strategis. Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (LAKPESDAM) PCNU Banyuwangi resmi mengukuhkan jajaran pengurus masa khidmat 2026–2031, Rabu (29/7/2026).

Pengukuhan tersebut bukan sekadar pergantian kepengurusan. LAKPESDAM didorong menjadi pusat lahirnya gagasan, riset, advokasi, dan rekomendasi kebijakan publik yang berpijak pada nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat dan dihadiri jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah PCNU Banyuwangi, dewan pakar, akademisi, tokoh masyarakat, serta perwakilan berbagai lembaga dan instansi.

Rangkaian acara diawali pembacaan Surat Keputusan (SK) Kepengurusan LAKPESDAM PCNU Banyuwangi Masa Khidmat 2026–2031 oleh Sekretaris PCNU Banyuwangi, H. Moh. Bisri Musthofa.

Prosesi kemudian dilanjutkan dengan pembaiatan pengurus oleh Katib Syuriyah PCNU Banyuwangi, KH. Ahmad Qosim. Pembaiatan menjadi peneguhan amanah sekaligus komitmen pengurus untuk mengabdikan diri kepada jam'iyah Nahdlatul Ulama.

Ketua PC LAKPESDAM NU Banyuwangi, Purnomo, mengatakan tantangan sosial yang semakin kompleks membutuhkan lembaga yang mampu menghadirkan gagasan dan penelitian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Menurut dia, LAKPESDAM tidak boleh berhenti sebagai lembaga kajian. Lebih dari itu, lembaga tersebut harus menjadi ruang lahirnya pemikiran strategis, penguatan kapasitas sumber daya manusia, sekaligus jembatan kolaborasi antara pesantren, perguruan tinggi, pemerintah, organisasi masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan.

Melalui kepengurusan baru, LAKPESDAM PCNU Banyuwangi berkomitmen memperluas jejaring kerja sama dan memperkuat tradisi riset.

Kajian yang dihasilkan diharapkan mampu menjawab berbagai persoalan yang berkembang di Banyuwangi. Mulai sektor sosial, pendidikan, lingkungan, ekonomi, hingga isu-isu kemanusiaan.

"LAKPESDAM tidak hanya berfungsi sebagai lembaga kajian, tetapi juga harus menjadi ruang lahirnya pemikiran strategis dan penguatan kapasitas sumber daya manusia," kata Purnomo.

Ia menegaskan, hasil riset harus memiliki dampak nyata bagi masyarakat. Karena itu, LAKPESDAM akan mendorong agar kajian yang dilakukan tidak berhenti di ruang akademik, tetapi dapat diterjemahkan menjadi rekomendasi dan program yang aplikatif.

LAKPESDAM Disebut "Mata dan Telinganya NU"

Sementara itu, Ketua PCNU Banyuwangi, H. Achmad Turmudzi, menilai LAKPESDAM memiliki posisi strategis dalam tubuh organisasi Nahdlatul Ulama.

Ia menyebut LAKPESDAM sebagai "mata dan telinganya NU". Sebab, lembaga tersebut memiliki peran penting dalam menyediakan hasil penelitian, kajian, dan analisis untuk membaca dinamika masyarakat.

"LAKPESDAM adalah mata dan telinganya NU. Karena itu, hasil riset dan kajiannya harus valid, objektif, dan selalu up-to-date," tegas H. Achmad Turmudzi.

Menurutnya, data yang dihasilkan LAKPESDAM tidak boleh hanya menjadi dokumen yang tersimpan. Data dan hasil kajian harus menjadi pijakan dalam menyusun langkah strategis, mengambil keputusan, hingga merancang program PCNU Banyuwangi.

Karena itu, ia mendorong pengurus baru membangun budaya riset yang kuat. Jejaring dengan perguruan tinggi dan lembaga penelitian juga perlu diperluas agar kualitas kajian semakin baik.

"Data yang dihasilkan tidak boleh sekadar menjadi dokumen, tetapi harus menjadi sandaran dan basis data dalam menyusun langkah-langkah strategis, pengambilan keputusan, serta pelaksanaan program-program PCNU Banyuwangi," ujarnya.

Dengan dukungan riset yang kuat, setiap kebijakan dan program organisasi diharapkan benar-benar berangkat dari kebutuhan riil masyarakat. Bukan sekadar asumsi, melainkan berdasarkan data dan analisis yang dapat dipertanggungjawabkan.

Dari Riset untuk Gerakan Sosial

Pengukuhan pengurus LAKPESDAM PCNU Banyuwangi masa khidmat 2026–2031 sekaligus menjadi penanda arah baru lembaga tersebut.

LAKPESDAM ditargetkan mampu menjembatani dunia riset dengan gerakan sosial, pemberdayaan masyarakat, dan advokasi kebijakan publik.

Dengan demikian, kajian yang lahir dari LAKPESDAM diharapkan tidak hanya memperkaya khazanah pemikiran akademik, tetapi juga memberi kontribusi nyata bagi penguatan peran NU di tengah masyarakat.

Di tengah perubahan sosial yang bergerak cepat, keberadaan lembaga riset yang mampu membaca persoalan secara ilmiah dan objektif menjadi semakin penting.

Bagi LAKPESDAM PCNU Banyuwangi, masa khidmat lima tahun ke depan menjadi momentum untuk membuktikan bahwa riset bukan sekadar aktivitas akademik. Riset harus menjadi alat untuk membaca persoalan, merumuskan solusi, dan menghadirkan kemaslahatan bagi umat. (*)

Editor : Ali Sodiqin
LAKPESDAM Banyuwangi riset NU pengurus LAKPESDAM Kebijakan Publik pcnu banyuwangi