RMI PCNU Banyuwangi Perkuat Rabithah Pesantren, Siapkan Program Strategis untuk Santri

Syaifuddin Mahmud • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 16:04 WIB
Gathering Pesantren Banyuwangi, RMI PCNU Teguhkan Pesantren sebagai Dapur Peradaban. (Syaifuddin Mahmud/Radar Banyuwangi)
Gathering Pesantren Banyuwangi, RMI PCNU Teguhkan Pesantren sebagai Dapur Peradaban. (Syaifuddin Mahmud/Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI) PCNU Banyuwangi kembali menegaskan komitmennya memperkuat ukhuwah antarpesantren melalui Gathering Keluarga Besar Pesantren Banyuwangi yang digelar di kawasan wisata Gerbang Raung, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, Selasa (28/7/2026). Kegiatan yang dihadiri para kiai, bu nyai, gawagis, nawaning, dan keluarga besar pesantren se-Banyuwangi itu menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus menyatukan langkah dalam memperkuat peran pesantren sebagai pusat pendidikan, dakwah, pembentukan karakter, dan pembangunan peradaban bangsa.

Gathering yang dipimpin Ketua RMI PCNU Banyuwangi Dr. KH. Ahmad Munib Syafaat, Lc., M.E.I. tersebut juga dihadiri Ketua Tanfidziyah PCNU Banyuwangi KH. Achmad Turmudzi bersama jajaran pengurus Nahdlatul Ulama serta pengasuh pondok pesantren dari berbagai wilayah di Kabupaten Banyuwangi.

Kegiatan berlangsung atas kerja sama dengan Rumah Sakit IHC Banyuwangi serta mendapat dukungan dari KHAF, Gajah Baru, dan Bank Indonesia Perwakilan Jember.

Diawali Al-Qur'an, Indonesia Raya, dan Ya Lal Wathan

Suasana kebersamaan langsung terasa sejak awal kegiatan. Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Ya Lal Wathan sebagai simbol penguatan nasionalisme sekaligus kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Rangkaian tersebut menegaskan bahwa pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga menjadi benteng yang menjaga nilai kebangsaan dan semangat persatuan.

DPRD Banyuwangi Dukung Penguatan Pesantren

Dalam sambutannya, Suwito, anggota DPRD Kabupaten Banyuwangi yang juga menjabat sebagai Badan Kehormatan DPRD sekaligus pengelola wisata Gerbang Raung, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya gathering tersebut.

Ia menegaskan komitmennya untuk terus mendukung berbagai aktivitas pesantren karena dinilai memiliki kontribusi besar dalam membangun sumber daya manusia yang berkarakter sekaligus menjaga nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.

KH Achmad Turmudzi: Pesantren Adalah Dapur Peradaban

Ketua Tanfidziyah PCNU Banyuwangi KH. Achmad Turmudzi menegaskan bahwa gathering tersebut bukan sekadar kegiatan rekreasi, melainkan memiliki makna strategis dalam memperkuat eksistensi pesantren di tengah dinamika kehidupan bangsa.

"Kita refreshing di sini, tetapi pesantren bukan hanya tempat mengaji. Pesantren adalah tempat membangun adab, akhlak, karakter, dan kemandirian. Bahkan pesantren merupakan dapur peradaban. Dari pesantren lahir jaringan-jaringan dakwah melalui mushala, masjid, hingga masyarakat luas. Alumni pesantren telah tersebar dari Aceh sampai Papua. Maka potret pesantren sejatinya adalah potret bangsa," tutur KH. Achmad Turmudzi.

Menurutnya, kontribusi pesantren selama ini tidak hanya melahirkan ulama, tetapi juga mencetak pemimpin, pendidik, wirausahawan, hingga tokoh masyarakat yang berkiprah di berbagai bidang.

RMI Tekankan Pentingnya Rabithah dan Sanad Keilmuan

Sementara itu, Ketua RMI PCNU Banyuwangi Dr. KH. Ahmad Munib Syafaat, Lc., M.E.I. menekankan bahwa kekuatan pesantren harus dibangun melalui dua fondasi utama, yakni wa bil intisab yang bermakna ikatan nasab dan persaudaraan serta wa bil istinad, yaitu kesinambungan sanad keilmuan.

Menurutnya, kedua prinsip tersebut menjadi modal penting dalam menjaga tradisi keilmuan pesantren sekaligus memperkokoh jaringan ukhuwah di lingkungan Nahdlatul Ulama.

Sebagai landasan spiritual, ia mengutip firman Allah Swt. dalam Surah Ali Imran ayat 200 yang mengajarkan pentingnya menjaga rabithah atau ikatan persaudaraan.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

"Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu, kuatkanlah kesabaranmu, tetaplah bersiap siaga (menjaga ikatan/rabithah), dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung." (QS. Ali Imran: 200).

Siapkan Program Sapa Pesantren hingga RMI Vaganza

Dalam kesempatan tersebut, RMI PCNU Banyuwangi juga memperkenalkan sejumlah program unggulan yang akan dijalankan secara berkelanjutan untuk memperkuat komunikasi dan kolaborasi antarpesantren.

Program Sapa Pesantren direncanakan digelar sedikitnya dua kali setiap bulan sebagai ruang silaturahmi sekaligus media berbagi pengalaman dan penguatan jejaring pesantren.

Memasuki Agustus 2026, RMI juga akan menyelenggarakan Sapa Pesantren dan Refleksi Kemerdekaan, yang kemudian dilanjutkan dengan RMI Vaganza.

Agenda tersebut akan menghadirkan berbagai kegiatan kreatif dan edukatif, di antaranya Pemilihan Duta Santri, Fashion Show Ala Santri, serta berbagai aktivitas yang mendorong pengembangan potensi santri dalam bingkai nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.

Perkuat Sinergi Pesantren untuk Kemajuan Bangsa

Seluruh rangkaian program yang disiapkan RMI PCNU Banyuwangi diarahkan untuk memperkuat irtibath atau hubungan persaudaraan antarpesantren sehingga lahir kolaborasi yang semakin solid dalam mengembangkan pendidikan Islam, menjaga tradisi pesantren, dan memperluas kontribusi pesantren bagi pembangunan bangsa.

Lebih dari sekadar ajang silaturahmi, Gathering Keluarga Besar Pesantren Banyuwangi menjadi ruang menyambung sanad perjuangan, mempererat rabithah, memperkuat jejaring antarlembaga pendidikan Islam, sekaligus meneguhkan kembali posisi pesantren sebagai pusat lahirnya ilmu, akhlak, karakter, dan peradaban Indonesia yang berakar kuat pada nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah. (*)

Editor : Ali Sodiqin
RMI Banyuwangi Gathering Pesantren Sapa Pesantren KH Ahmad Munib pcnu banyuwangi