RADAR BANYUWANGI — Musibah kebakaran yang menghanguskan rumah Suratin, 70, warga Lingkungan Krajan Surodilagan, Kelurahan Kepatihan, Banyuwangi, mengundang kepedulian keluarga besar Yayasan Al Uswah Banyuwangi.
Melalui penggalangan donasi yang dilakukan di 10 lembaga di bawah naungan Yayasan Al Uswah, terkumpul dana sebesar Rp 15 juta. Bantuan tersebut kemudian disalurkan langsung kepada Suratin, yang merupakan ibu dari almarhumah Ustadzah Yustina Nurul Millati, salah seorang pengabdi di lembaga pendidikan Yayasan Al Uswah semasa hidupnya.
Penyaluran bantuan tersebut menjadi bentuk empati sekaligus solidaritas keluarga besar Yayasan Al Uswah bersama para wali murid untuk membantu meringankan beban korban setelah rumahnya dilanda kebakaran.
Direktur Pendidikan Yayasan Al Uswah Mochamad Amdani mengatakan, musibah yang menimpa keluarga Suratin menjadi momentum bagi seluruh keluarga besar Al Uswah untuk saling menguatkan.
”Telah terjadi musibah kebakaran yang menimpa kediaman orang tua almarhum Ustadzah Yustina Nurul Millati. Namun di balik cobaan, selalu ada ruang untuk saling menguatkan,” ujar Amdani.
Menurut dia, bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian, empati, dan kebersamaan yang terbangun dari keluarga besar Yayasan Al Uswah Banyuwangi. Tidak hanya dari para pengelola lembaga dan guru, donasi juga dihimpun dari wali murid yang turut tergerak membantu.
Seluruh guru di bawah naungan Yayasan Al Uswah juga mendoakan agar Suratin dan keluarganya diberikan ketabahan serta kesabaran dalam menghadapi musibah tersebut.
Mereka juga berharap keluarga korban diberikan rezeki pengganti yang lebih berlimpah oleh Allah SWT.
”Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mengulurkan tangan. Semoga bantuan yang terkumpul dapat membantu meringankan beban dan membawa keberkahan,” kata Amdani.
Kompor Gas Diduga Jadi Pemicu
Seperti diberitakan sebelumnya, rumah Suratin di Lingkungan Krajan Surodilagan, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Banyuwangi, terbakar pada Kamis (23/7).
Kebakaran diduga dipicu kompor gas yang masih menyala setelah ditinggalkan pemilik rumah. Saat itu, Suratin disebut tengah merebus air menggunakan kompor gas, kemudian meninggalkan rumah untuk membeli sarapan.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 07.20 WIB. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Banyuwangi menerima laporan tiga menit kemudian, tepatnya pukul 07.23 WIB.
Petugas Regu Brama 2 dan Regu Brama 3 langsung bergerak menuju lokasi yang berjarak sekitar 1,5 kilometer dari markas Damkarmat Banyuwangi.
Respons cepat petugas membuat armada tiba di lokasi hanya sekitar tiga menit setelah berangkat. Petugas kemudian langsung melakukan upaya pemadaman untuk mencegah api semakin meluas.
Kobaran api berhasil dipadamkan pada pukul 07.51 WIB. Setelah api berhasil dikendalikan, petugas melanjutkan proses pendinginan atau overhaul sekaligus melakukan pemeriksaan untuk memastikan tidak ada bara api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Seluruh proses penanganan dinyatakan selesai pada pukul 08.50 WIB.
Kepala Damkarmat Banyuwangi Edy Supriyono mengatakan, berdasarkan asesmen awal, kebakaran bermula ketika pemilik rumah merebus air menggunakan kompor gas. Namun, api tidak dimatikan saat pemilik rumah meninggalkan kediamannya.
”Berdasarkan hasil asesmen awal Damkarmat, kebakaran bermula ketika pemilik rumah merebus air menggunakan kompor gas, lalu meninggalkan rumah untuk membeli sarapan tanpa mematikan api,” ujar Edy.
Akibat kebakaran tersebut, sebagian bangunan dan perabot rumah tangga milik Suratin hangus terbakar. Meski demikian, sejumlah barang berharga masih berhasil diselamatkan, di antaranya televisi, kulkas, laptop, dan kipas angin.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.
Namun, kobaran api menghanguskan bagian atap bangunan dan sejumlah perabot rumah tangga. Total kerugian materiil akibat kebakaran tersebut ditaksir mencapai sekitar Rp 75 juta.
”Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Namun, kebakaran menghanguskan atap bangunan serta sejumlah perabot rumah dengan total kerugian materiil ditaksir mencapai sekitar Rp 75 juta,” pungkas Edy.
Di tengah kerugian akibat musibah tersebut, bantuan dari keluarga besar Yayasan Al Uswah diharapkan dapat menjadi penguat bagi Suratin dan keluarga. Donasi Rp 15 juta yang terkumpul bukan sekadar bantuan materi, tetapi juga menjadi bentuk solidaritas untuk menunjukkan bahwa korban musibah tidak menghadapi cobaan seorang diri. (ray/aif)
Editor : Ali Sodiqin