Menpar: Banyuwangi Jadi Contoh Keberhasilan Pengembangan Pariwisata Daerah

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 12:12 WIB
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menilai Banyuwangi sebagai contoh sukses pengembangan pariwisata daerah. (Antara)
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menilai Banyuwangi sebagai contoh sukses pengembangan pariwisata daerah. (Antara)

RADARBANYUWANGI.ID - Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana memberikan apresiasi terhadap konsistensi Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam mengembangkan sektor pariwisata. Berkat berbagai inovasi yang dilakukan secara berkelanjutan, Banyuwangi dinilai menjadi salah satu contoh keberhasilan pengembangan pariwisata daerah di Indonesia.

Penilaian tersebut disampaikan Widiyanti saat melakukan kunjungan kerja selama dua hari di Banyuwangi, Sabtu (25/7/2026) hingga Minggu (26/7/2026). Menurutnya, Banyuwangi mampu mengoptimalkan potensi daerah sehingga tampil sebagai destinasi unggulan yang menawarkan kekayaan alam dan budaya secara bersamaan.

"Berkat komitmen dan inovasinya yang konsisten, Banyuwangi telah menjadi salah satu contoh keberhasilan pengembangan pariwisata daerah di Indonesia," ujar Widiyanti, dikutip Antara.

Ia menilai langkah-langkah yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam membangun sektor pariwisata layak menjadi referensi bagi daerah lain. Pengembangan destinasi tidak hanya bertumpu pada keindahan alam, tetapi juga didukung pelestarian budaya lokal yang menjadi identitas daerah.

Selama berada di Banyuwangi, Menpar mengunjungi sejumlah destinasi dan fasilitas pendukung pariwisata. Salah satunya Pantai Marina Boom, termasuk kawasan dermaga kapal pesiar pribadi (yacht) yang menjadi salah satu daya tarik wisata bahari di Banyuwangi.

Widiyanti juga memimpin Rapat Koordinasi Persiapan Revalidasi Geopark Ijen bersama para pemangku kepentingan di Pendopo Kabupaten Banyuwangi. Pertemuan tersebut membahas berbagai persiapan untuk mendukung proses revalidasi status Geopark Ijen.

Agenda kunjungan kemudian dilanjutkan ke Pusat Informasi Geologi Geopark Ijen (PIGGI), yang berfungsi sebagai pusat edukasi mengenai kekayaan geologi dan potensi geopark di Banyuwangi.

Tak hanya itu, Menpar juga menyambangi Desa Adat Osing di Desa Kemiren. Kedatangannya disambut pertunjukan musik Othek dan angklung paglak yang dimainkan oleh masyarakat setempat, menampilkan kekayaan tradisi khas suku Osing.

Dalam kesempatan tersebut, Widiyanti menyampaikan komitmen Kementerian Pariwisata untuk memberikan pendampingan khusus kepada Desa Kemiren. Desa wisata tersebut sebelumnya meraih penghargaan Upgrade Programme of Best Tourism Villages 2025 dari UN Tourism.

Pendampingan itu diharapkan mampu meningkatkan kualitas pengelolaan desa wisata sehingga Desa Kemiren dapat meraih predikat Best Tourism Village pada penilaian berikutnya.

"Semoga setelah program pendampingan ini selesai, Desa Kemiren bisa meraih predikat Best Tourism Village," kata Widiyanti.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan apresiasi atas dukungan yang terus diberikan Kementerian Pariwisata terhadap pengembangan sektor wisata di Banyuwangi.

Menurut Ipuk, pariwisata menjadi penggerak utama pembangunan daerah. Meski demikian, pengembangannya tetap mengedepankan pelestarian budaya dan karakter lokal sebagai identitas Banyuwangi.

"Bagi Banyuwangi, pariwisata merupakan payung besar penggerak pembangunan, namun tanpa menghilangkan jati diri dan karakter budaya. Banyuwangi punya kekuatan budaya dan tradisi yang sangat khas sehingga menjadi daya tarik utama bagi wisatawan," ujarnya.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : Antara
desa kemiren geopark ijen widiyanti putri wardhana banyuwangi menteri pariwisata