Menpar Targetkan Geopark Ijen Pertahankan Green Card UNESCO, Revalidasi Digelar Awal Agustus

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 12:08 WIB
Geopark Ijen bersiap menjalani revalidasi UNESCO Global Geopark pada 3-7 Agustus 2026. (Antara)
Geopark Ijen bersiap menjalani revalidasi UNESCO Global Geopark pada 3-7 Agustus 2026. (Antara)

RADARBANYUWANGI.ID - Pemerintah mulai mematangkan persiapan revalidasi Geopark Ijen sebagai UNESCO Global Geopark (UGGp) yang dijadwalkan berlangsung pada 3-7 Agustus 2026. Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menegaskan target utama Indonesia adalah mempertahankan predikat green card, sebagai bukti pengelolaan kawasan tetap memenuhi standar internasional UNESCO.

Komitmen tersebut ditegaskan Widiyanti saat memimpin rapat koordinasi bersama para pemangku kepentingan di Pendopo Kabupaten Banyuwangi, Sabtu (25/7/2026). Rapat dihadiri unsur pemerintah pusat, pemerintah daerah, pengelola Geopark Ijen, hingga instansi konservasi.

"Target kita adalah mempertahankan predikat green card sebagai bukti bahwa pengelolaan kawasan telah mampu menyeimbangkan aspek konservasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat," ujar Widiyanti, dikutip Antara.

Menurut dia, keberhasilan mempertahankan status tersebut merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, koordinasi lintas sektor perlu diperkuat agar seluruh rekomendasi yang diberikan asesor UNESCO dapat ditindaklanjuti secara optimal.

Beberapa aspek yang menjadi perhatian meliputi penguatan promosi warisan geologi, peningkatan aksesibilitas kawasan, pengembangan kemitraan, hingga pengelolaan kawasan wisata blue fire dengan tetap mengedepankan keselamatan pengunjung dan prinsip pariwisata berkelanjutan.

Widiyanti optimistis Geopark Ijen mampu kembali memperoleh green card. Ia juga memastikan Kementerian Pariwisata akan terus memberikan pendampingan hingga seluruh tahapan revalidasi selesai.

Selain kesiapan menghadapi penilaian UNESCO, pemerintah juga mendorong peningkatan kualitas amenitas, kebersihan, keamanan, kenyamanan, pengelolaan sampah, penguatan storytelling destinasi, serta kapasitas sumber daya manusia agar pengalaman wisatawan semakin berkualitas.

"Pengalaman wisata yang berkualitas akan menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing destinasi sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat," katanya.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menegaskan pengelolaan UNESCO Global Geopark Ijen selama ini dilakukan dengan semangat menjaga kelestarian alam, melestarikan budaya, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Menurut Ipuk, pengakuan UNESCO bukanlah tujuan akhir, melainkan amanah untuk terus memperkuat konservasi, edukasi, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan ekonomi lokal tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan.

Ketua Badan Pengelola Geopark Ijen Abdillah Baraas menjelaskan terdapat lima rekomendasi utama dari UNESCO yang menjadi fokus pembenahan. Di antaranya penguatan riset dan pemetaan geologi, peningkatan promosi warisan geologi, penambahan panel informasi edukatif di kawasan geopark, serta peningkatan keaktifan dalam agenda nasional maupun internasional.

Ia memastikan berbagai rekomendasi tersebut telah dijalankan melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dan pemerintah pusat.

Geopark Ijen resmi menyandang status UNESCO Global Geopark sejak 9 September 2023. Kawasan seluas sekitar 4.723 kilometer persegi ini membentang di Kabupaten Banyuwangi dan Bondowoso, mencakup 21 geosite, enam biosite, 10 culture site, serta delapan warisan budaya tak benda.

Salah satu ikon utamanya ialah fenomena blue fire dan danau kawah dengan tingkat keasaman tertinggi di dunia yang menjadi daya tarik wisatawan domestik maupun mancanegara.

Revalidasi UNESCO merupakan evaluasi menyeluruh yang wajib dilaksanakan setiap empat tahun untuk memastikan standar pengelolaan kawasan tetap terpenuhi. Hasil penilaian akan menentukan apakah sebuah geopark memperoleh green card untuk mempertahankan statusnya, yellow card yang mengharuskan perbaikan dalam waktu dua tahun, atau red card yang berarti pencabutan status UNESCO.

Dalam kunjungan kerjanya ke Banyuwangi, Widiyanti juga meninjau kesiapan infrastruktur kawasan wisata 4B (Banyuwangi–Bali Barat–Bali Utara–Bali Timur) di Pantai Marina Boom Banyuwangi, serta mengunjungi Desa Wisata Osing Kemiren yang sebelumnya meraih penghargaan Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024 dan masuk dalam UN Tourism Best Tourism Villages Upgrade Programme 2025.

Penguatan pengelolaan Geopark Ijen dinilai semakin penting seiring meningkatnya kunjungan wisatawan ke Banyuwangi. Sepanjang 2025, Kabupaten Banyuwangi mencatat sekitar 529 ribu kunjungan wisatawan nusantara dan 73 ribu wisatawan mancanegara, sementara Jawa Timur menerima lebih dari 82,3 juta wisatawan nusantara dan sekitar 521 ribu wisatawan asing.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : Antara
Unesco Global Geopark kementerian pariwisata geopark ijen banyuwangi