Pemdes Sembulung Cluring Tebar Kepedulian, Bersih Desa Diwarnai Santunan Anak Yatim

Salis Ali Muhyidin • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 01:00 WIB
MENEBAR MANFAAT: Perangkat Pemerintah Desa Sembulung menggelar bersih desa sekaligus santunan anak yatim. (Suprayitno for Radar Banyuwangi)
MENEBAR MANFAAT: Perangkat Pemerintah Desa Sembulung menggelar bersih desa sekaligus santunan anak yatim. (Suprayitno for Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Tradisi Bersih Desa Sembulung, Kecamatan Cluring, Banyuwangi, tahun ini menghadirkan makna yang lebih dalam. Tak hanya menjadi agenda pelestarian budaya, Pemerintah Desa (Pemdes) Sembulung menjadikan perayaan tahunan tersebut sebagai momentum memperkuat kepedulian sosial melalui santunan kepada puluhan anak yatim dan kaum duafa.

Rangkaian Bersih Desa Sembulung yang digelar pada Minggu (19/7) berlangsung penuh nuansa religius dan kebersamaan. Sejak pagi, warga memadati Balai Desa Sembulung untuk mengikuti berbagai kegiatan yang mengedepankan nilai spiritual sekaligus mempererat solidaritas antarmasyarakat.

Kegiatan diawali dengan Khotmil Qur'an sejak pukul 06.00 sebagai bentuk doa bersama agar desa senantiasa diberi keselamatan dan keberkahan. Memasuki siang hari, warga melaksanakan kenduri desa sebagai simbol rasa syukur atas hasil bumi dan kebersamaan masyarakat. Puncak acara kemudian diisi dengan penyerahan santunan kepada anak-anak yatim dan warga duafa.

Kepala Desa Sembulung Suprayitno mengatakan, kepedulian sosial sengaja ditempatkan sebagai ruh utama dalam pelaksanaan bersih desa. Menurutnya, makna bersih desa tidak hanya sebatas membersihkan lingkungan atau menjalankan tradisi leluhur, tetapi juga membersihkan hati dan harta melalui berbagi kepada sesama.

"Kami ingin memastikan bahwa dalam momentum bersih desa, kebahagiaan dirasakan langsung oleh anak-anak yatim dan warga duafa. Tradisi dan kepedulian sosial harus berjalan berdampingan," ujarnya.

Suprayitno menjelaskan, rangkaian bersih desa telah dimulai sejak Jumat hingga Sabtu dengan berbagai kegiatan persiapan sebelum mencapai puncaknya pada Minggu.

Ia meyakini, doa-doa dari anak yatim serta masyarakat yang menerima bantuan menjadi salah satu fondasi penting bagi keselamatan, ketenteraman, dan kemajuan Desa Sembulung.

"Bersih desa ini adalah ruang bagi kita semua untuk refleksi dan merawat tradisi. Ini warisan leluhur yang wajib kita jaga. Dengan melestarikan budaya asli dan memupuk rasa peduli pada sesama, karakter gotong royong masyarakat akan tetap kuat," tegasnya.

Menurut Suprayitno, tradisi yang dipadukan dengan aksi sosial diharapkan mampu menjaga harmoni kehidupan masyarakat desa. Semangat saling membantu diyakini tidak hanya mempererat hubungan antarsesama warga, tetapi juga berdampak positif terhadap kesejahteraan ekonomi masyarakat, terutama yang menggantungkan hidup dari sektor pertanian.

Melalui santunan anak yatim dan selamatan desa, Pemdes Sembulung berharap keberkahan terus menyertai seluruh warga.

"Tentu harapan terbesar kami kegiatan ini membawa keberkahan. Ketika desanya bersih dari marabahaya dan masyarakatnya saling merawat, roda ekonomi desa pun berjalan makmur," pungkas Suprayitno.

Bagi masyarakat Sembulung, bersih desa bukan sekadar seremoni tahunan. Tradisi tersebut menjadi pengingat bahwa warisan budaya akan semakin bermakna ketika diiringi kepedulian terhadap sesama, sehingga nilai gotong royong tetap hidup di tengah perubahan zaman. (sas/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
Cluring Banyuwangi Desa Sembulung santunan duafa bersih desa anak yatim