LAZISNU Se-Tapal Kuda Konsolidasi di Banyuwangi, Sepakat Perkuat Digitalisasi dan Transparansi Pengelolaan ZIS

Syaifuddin Mahmud • Dipublikasikan Minggu, 26 Juli 2026 | 19:57 WIB
Banyuwangi Jadi Tuan Rumah Konsolidasi LAZISNU Se-Tapal Kuda, Perkuat Tata Kelola Profesional dan Layanan Umat. (Syaifuddin Mahmud/Radar Banyuwangi)
Banyuwangi Jadi Tuan Rumah Konsolidasi LAZISNU Se-Tapal Kuda, Perkuat Tata Kelola Profesional dan Layanan Umat. (Syaifuddin Mahmud/Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – NU Care-LAZISNU Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi menjadi tuan rumah Silaturahmi LAZISNU Pengurus Wilayah (PW) dan Pengurus Cabang (PC) se-Tapal Kuda. Forum yang mengusung tema "Bersatu dalam Silaturahmi, Menguatkan Konsolidasi, Mewujudkan LAZISNU yang Profesional, Amanah, dan Berdampak bagi Umat" itu menjadi momentum memperkuat sinergi antarcabang dalam meningkatkan kualitas pengelolaan zakat, infak, sedekah (ZIS), serta dana sosial keagamaan lainnya.

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pengurus NU Care-LAZISNU PW Jawa Timur bersama pengurus cabang dari wilayah Tapal Kuda, meliputi Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso, Jember, Lumajang, Probolinggo, hingga Kraksaan.

Forum ini tidak hanya menjadi ajang mempererat ukhuwah antarpengurus, tetapi juga wadah menyamakan visi pengembangan organisasi, memperkuat konsolidasi kelembagaan, serta merumuskan strategi agar pengelolaan dana filantropi Islam semakin profesional, transparan, akuntabel, dan berdampak luas bagi masyarakat.

Ketua PC LAZISNU Banyuwangi, Selamet Rahmat, menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepada Banyuwangi sebagai penyelenggara kegiatan tersebut.

Menurutnya, pertemuan ini menjadi kesempatan penting bagi seluruh pengurus untuk saling bertukar pengalaman, memperluas jejaring, sekaligus membangun kolaborasi dalam mengembangkan tata kelola lembaga yang semakin modern dan terpercaya.

"Kami berharap pertemuan ini tidak hanya mempererat ukhuwah antar pengurus LAZISNU se-Tapal Kuda, tetapi juga melahirkan gagasan, inovasi, dan kolaborasi yang mampu memperkuat pelayanan kepada umat. Banyuwangi merasa terhormat dapat menjadi bagian dari ikhtiar besar membangun LAZISNU yang semakin maju, amanah, dan terpercaya," ujarnya.

Kepercayaan Publik Menjadi Modal Utama

Ketua PCNU Banyuwangi, H. Achmad Turmudzi, menegaskan bahwa NU Care-LAZISNU merupakan salah satu pilar strategis Nahdlatul Ulama dalam mendorong kesejahteraan dan kemandirian masyarakat melalui pengelolaan dana zakat dan filantropi.

Karena itu, menurutnya, penguatan tata kelola organisasi harus terus dilakukan agar lembaga mampu menjawab tantangan zaman sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat.

"Kepercayaan masyarakat adalah modal utama LAZISNU. Amanah itu harus dijaga dengan kerja yang profesional, memperkuat kolaborasi, serta menghadirkan program-program pemberdayaan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh umat. Sinergi antarcabang di wilayah Tapal Kuda harus terus ditingkatkan agar gerakan filantropi NU semakin kuat dan memberikan dampak yang lebih luas," tegasnya.

PW LAZISNU Jatim Dorong Profesionalisme dan Digitalisasi

Mewakili NU Care-LAZISNU PW Jawa Timur, Sekretaris PW NU Care-LAZISNU Jawa Timur, Moh. Rofi'i Boenawi, mengapresiasi penyelenggaraan forum silaturahmi tersebut.

Ia menilai konsolidasi rutin menjadi instrumen penting untuk menyamakan arah pengembangan organisasi sekaligus memperkuat koordinasi antarcabang di wilayah Tapal Kuda.

Menurutnya, tantangan pengelolaan zakat kini semakin kompleks sehingga seluruh pengurus dituntut terus meningkatkan kapasitas kelembagaan, memanfaatkan teknologi digital, serta menjaga transparansi dan akuntabilitas agar tingkat kepercayaan masyarakat terus meningkat.

"Silaturahmi ini harus menjadi ruang belajar bersama. Setiap cabang memiliki pengalaman dan inovasi yang dapat saling melengkapi. Dengan semangat kolaborasi, kita ingin membangun LAZISNU yang semakin kuat, modern, profesional, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat," ungkapnya.

Bahas Penguatan Zakat Produktif hingga Pemberdayaan Masyarakat

Selain agenda silaturahmi, peserta juga mengikuti diskusi strategis mengenai berbagai isu pengembangan organisasi.

Beberapa topik yang menjadi fokus pembahasan meliputi penguatan kelembagaan, peningkatan penghimpunan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS), optimalisasi pendayagunaan zakat produktif, digitalisasi layanan, peningkatan kapasitas sumber daya amil, hingga pengembangan program pemberdayaan masyarakat.

Program-program tersebut diarahkan untuk memperluas manfaat di berbagai sektor, seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial, dan penanggulangan kebencanaan.

Melalui forum konsolidasi ini, seluruh pengurus NU Care-LAZISNU se-Tapal Kuda diharapkan memperkuat komitmen bersama dalam membangun tata kelola organisasi yang semakin profesional, amanah, transparan, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Sinergi yang semakin kuat antarcabang juga diharapkan mampu memperluas jaringan kemitraan serta menghadirkan layanan filantropi Islam yang lebih efektif dan berdampak nyata. Dengan pengelolaan yang akuntabel dan berorientasi pada pemberdayaan, NU Care-LAZISNU diharapkan terus meningkatkan kepercayaan masyarakat sebagai instrumen Nahdlatul Ulama dalam mewujudkan kesejahteraan dan kemandirian umat. (*)

Editor : Ali Sodiqin
LAZISNU Banyuwangi NU Care digitalisasi ZIS Zakat Produktif tapal kuda