Jadi Jujugan Study Tour, SPPG Kebalenan Banyuwangi Edukasi Pentingnya Gizi Seimbang kepada Siswa TK

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 11:10 WIB
SPPG Yayasan Kartika Nawa Indonesia Kebalenan Banyuwangi menerima kunjungan belajar siswa TK. (Istimewa)
SPPG Yayasan Kartika Nawa Indonesia Kebalenan Banyuwangi menerima kunjungan belajar siswa TK. (Istimewa)

RADARBANYUWANGI.ID - Kesadaran akan pentingnya pemenuhan gizi seimbang bagi anak terus ditanamkan sejak usia dini. Salah satunya dilakukan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Kartika Nawa Indonesia Kebalenan Banyuwangi saat menerima kunjungan belajar siswa TK Sayuwiwit, Kamis (23/7/2026).

Melalui kegiatan study tour tersebut, para siswa diajak mengenal secara langsung proses penyediaan makanan bergizi. Mulai dari pengolahan bahan pangan, proses memasak, hingga penyajian makanan diperkenalkan kepada anak-anak melalui metode yang interaktif dan mudah dipahami.

Kegiatan itu bertujuan menanamkan pemahaman tentang pentingnya mengonsumsi makanan bergizi sekaligus membangun kebiasaan hidup sehat sejak dini. Dengan melihat langsung proses pengolahan makanan, anak-anak diharapkan semakin memahami bahwa makanan sehat disiapkan melalui tahapan yang memperhatikan kualitas dan kebersihan.

Kepala SPPG Kebalenan, Moch Gibran Nashif, mengatakan setiap anak memiliki hak untuk memperoleh asupan gizi yang baik sebagai bekal tumbuh kembang.

Menurut dia, edukasi mengenai gizi seimbang perlu dikenalkan sejak usia dini agar anak terbiasa memilih makanan sehat. Selain itu, peran orang tua dan lingkungan sekolah juga menjadi faktor penting dalam membentuk pola makan yang baik.

"Melalui kunjungan ini kami ingin anak-anak mengetahui bahwa makanan bergizi diolah dengan memperhatikan kualitas, kebersihan, dan keseimbangan kandungan gizinya. Harapannya, mereka semakin menyukai makanan sehat dan membawa kebiasaan baik itu hingga dewasa," ujarnya.

Gibran juga mengapresiasi TK Sayuwiwit yang menjadikan SPPG Kebalenan sebagai salah satu tujuan pembelajaran luar kelas. Menurutnya, pengalaman belajar secara langsung mampu memberikan pemahaman yang lebih kuat dibandingkan pembelajaran yang hanya dilakukan melalui teori di dalam kelas.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang sejak usia dini. Dengan kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan lembaga pelayanan gizi, diharapkan anak-anak dapat tumbuh sehat, aktif, dan memiliki kebiasaan mengonsumsi makanan bergizi dalam kehidupan sehari-hari.

Editor : Lugas Rumpakaadi
SPPG Kebalenan Banyuwangi