Banyuwangi Kian Mendunia Lewat Sport Tourism, Dari Ijen hingga G-Land Jadi Daya Tarik Atlet Internasional

Shinta Ayu Rahma Wardani • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 11:48 WIB
Banyuwangi sukses menjadi pusat sport tourism Indonesia dan Asia melalui ajang olahraga kelas dunia. (Banyuwangikab.go.id)
Banyuwangi sukses menjadi pusat sport tourism Indonesia dan Asia melalui ajang olahraga kelas dunia. (Banyuwangikab.go.id)

RADARBANYUWANGI.ID - Kabupaten Banyuwangi terus memperkuat citranya sebagai salah satu destinasi sport tourism unggulan di Indonesia. Dalam kurun waktu sewindu terakhir, wilayah berjuluk The Sunrise of Java itu tidak hanya dikenal karena pesona alam dan budaya Osing, tetapi juga berkembang menjadi panggung berbagai kompetisi olahraga bertaraf internasional.

Keunggulan Banyuwangi terletak pada perpaduan karakter geografis yang unik dengan kemampuan daerah dalam mengelola event berskala global. Lanskap alam yang menantang, mulai dari kawasan pegunungan, pesisir berombak besar, hingga jalur ekstrem, menjadi daya tarik tersendiri bagi atlet dunia yang mencari arena kompetisi dengan tingkat kesulitan tinggi.

Salah satu ajang yang mengangkat nama Banyuwangi di kancah internasional adalah International Tour de Banyuwangi Ijen. Kejuaraan balap sepeda tersebut menjadi bagian dari kalender resmi federasi balap sepeda internasional dan dikenal memiliki rute yang menantang, terutama saat para pembalap harus menaklukkan tanjakan menuju kawasan Gunung Ijen.

Lintasan ekstrem dengan pemandangan alam yang memukau membuat ajang tersebut bukan hanya menjadi kompetisi olahraga, tetapi juga promosi wisata yang efektif. Para peserta dan penonton mendapat pengalaman menikmati panorama Banyuwangi sekaligus menguji kemampuan fisik di medan yang tidak biasa.

Selain kekuatan di sektor daratan, Banyuwangi juga memiliki daya tarik besar dari kawasan pesisir. Pantai Plengkung atau G-Land di kawasan Taman Nasional Alas Purwo menjadi salah satu ikon olahraga selancar dunia. Ombaknya yang konsisten dan memiliki karakter menantang membuat lokasi tersebut kerap disejajarkan dengan destinasi surfing terkenal seperti Hawaii dan Tahiti.

Kualitas ombak G-Land bahkan menjadikannya dipercaya sebagai lokasi penyelenggaraan ajang selancar bergengsi dunia. Kehadiran kompetisi internasional tersebut semakin memperkuat posisi Banyuwangi sebagai destinasi yang mampu bersaing di level global.

Tak berhenti pada balap sepeda dan selancar, Banyuwangi juga mengembangkan berbagai ajang olahraga lain seperti lomba lari berbasis panorama alam hingga kompetisi BMX internasional. Ragam kegiatan tersebut memperluas segmen wisatawan yang datang, sekaligus memperpanjang daya tarik kunjungan ke daerah ujung timur Pulau Jawa tersebut.

Potensi sport tourism Banyuwangi didukung oleh kesiapan berbagai sektor. Infrastruktur jalan yang semakin baik, akses transportasi, fasilitas pendukung wisata, serta keterlibatan masyarakat lokal menjadi faktor penting dalam menyukseskan penyelenggaraan event-event besar.

Secara geografis, Banyuwangi memiliki modal yang tidak banyak dimiliki daerah lain. Dalam satu wilayah, wisatawan dapat menemukan kawasan laut dengan ombak besar, hamparan savana, hingga jalur pegunungan dengan karakter medan berat. Keberagaman tersebut menjadikan Banyuwangi sebagai arena ideal untuk olahraga yang mengandalkan ketahanan fisik dan mental.

Perkembangan sport tourism juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat. Kehadiran atlet, wisatawan, dan pendukung event turut menggerakkan berbagai sektor, mulai dari perhotelan, usaha mikro kecil menengah (UMKM), kuliner, hingga jasa transportasi.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sport Tourism banyuwangi