RADARBANYUWANGI.ID - Komitmen Polresta Banyuwangi dalam memperkuat pendekatan humanis kepada masyarakat terus diwujudkan melalui berbagai kegiatan sosial dan edukatif. Salah satunya melalui Program Polisi Sahabat Anak (Polsanak) yang kali ini menyasar siswa berkebutuhan khusus di SLB PGRI Bangorejo, Kamis (16/7/2026).
Kegiatan pembinaan dan penyuluhan (binluh) tersebut dipimpin Kepala SPK 3 Polsek Bangorejo, Aiptu IGB. Wempi Aryana. Sebanyak 46 siswa berkebutuhan khusus mengikuti kegiatan dengan penuh antusias sejak anggota kepolisian tiba di lingkungan sekolah.
Dalam kesempatan itu, Aiptu Wempi memberikan edukasi dengan pendekatan yang komunikatif dan penuh kehangatan. Para siswa diajak mengenal lebih dekat peran kepolisian sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat sehingga tidak lagi memandang polisi sebagai sosok yang menakutkan.
Suasana akrab pun tercipta selama kegiatan berlangsung. Melalui interaksi yang santai, para siswa terlihat aktif mengikuti berbagai penyampaian materi dan berkomunikasi langsung dengan anggota kepolisian.
Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H., mengapresiasi jajaran yang terus konsisten menghadirkan pelayanan dan pendekatan kepada seluruh lapisan masyarakat, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus.
"Anak-anak istimewa ini memiliki hak yang sama untuk merasa aman, dicintai, dan dilindungi. Melalui program Polisi Sahabat Anak, kami ingin menanamkan rasa percaya diri kepada mereka bahwa polisi adalah mitra sekaligus sahabat tempat mereka berlindung," ujarnya.
Menurut Kapolresta, kehadiran anggota Polri di tengah anak-anak berkebutuhan khusus tidak sekadar menjalankan tugas rutin. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kedekatan emosional sekaligus menghilangkan stigma maupun rasa takut terhadap sosok polisi sejak usia dini.
"Kehadiran Polri di tengah anak-anak berkebutuhan khusus ini bukan sekadar tugas rutin, melainkan panggilan hati untuk membangun kedekatan emosional dan menghilangkan dogma negatif atau rasa takut terhadap sosok polisi sejak dini," tambahnya.
Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kehangatan. Tawa dan keceriaan para siswa mewarnai setiap sesi, mencerminkan terjalinnya komunikasi yang positif antara polisi dan anak-anak. Momentum tersebut menjadi bukti bahwa pendekatan humanis mampu menghadirkan rasa nyaman sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri tanpa memandang latar belakang maupun keterbatasan yang dimiliki.
Editor : Lugas Rumpakaadi