Air Laut Surut, 1.500 Orang Bersihkan Sampah Pantai Banyuwangi dalam Gerakan Indonesia ASRI

Fredy Rizki Manunggal • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 03:30 WIB
Bupati Ipuk Fiestiandani bersama sejumlah elemen masyarakat dan pelajar membersihkan sampah di pantai pesisir sekitar Kampung Nelayan Merah Putih, Kelurahan Lateng, Selasa (21/7). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
Bupati Ipuk Fiestiandani bersama sejumlah elemen masyarakat dan pelajar membersihkan sampah di pantai pesisir sekitar Kampung Nelayan Merah Putih, Kelurahan Lateng, Selasa (21/7). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Momentum air laut surut dimanfaatkan sekitar 1.500 peserta untuk membersihkan sampah di kawasan pesisir sekitar Kampung Nelayan Merah Putih, Kelurahan Lateng, Banyuwangi, Selasa (21/7). Aksi yang dipimpin langsung Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan (Dirjen Bina Adwil) Kementerian Dalam Negeri Safrizal ZA bersama Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani itu menjadi penanda dimulainya Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).

Ribuan peserta yang terdiri atas TNI, Polri, aparatur pemerintah, akademisi, pelajar, mahasiswa, pelaku UMKM, komunitas, hingga masyarakat mengikuti apel bersama sebelum menyebar ke sejumlah titik pantai untuk mengumpulkan sampah yang tertinggal di kawasan pesisir.

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden RI Prabowo Subianto dalam Rapat Koordinasi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Tahun 2026 sekaligus implementasi program Asta Cita di bidang pembangunan berkelanjutan melalui pengelolaan lingkungan.

Safrizal mengatakan, persoalan kebersihan menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing daerah, terutama daerah tujuan wisata seperti Banyuwangi.

"Presiden menyampaikan pertanyaan sederhana, tetapi sangat mengena, yaitu apakah wisatawan mau datang melihat sampah. Itu menunjukkan bahwa kebersihan bukan hanya soal estetika, tetapi juga menentukan daya saing daerah, kesehatan masyarakat, dan masa depan pembangunan," ujarnya.

Menurut Safrizal, Banyuwangi dipilih sebagai lokasi peluncuran gerakan karena dinilai berhasil menjaga kawasan pesisir sekaligus mengembangkan sektor pariwisata berbasis kelestarian lingkungan. Model yang diterapkan Banyuwangi diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pemerintah daerah lain.

"Yang membedakan kegiatan ini bukan hanya apel. Setelah apel langsung dilakukan aksi nyata membersihkan kawasan pesisir. Banyuwangi sangat tepat menjadi contoh karena merupakan destinasi wisata unggulan nasional yang sangat bergantung pada kebersihan lingkungan dan kelestarian lautnya," katanya.

Sampah Jadi Tantangan Nasional

Safrizal menjelaskan, pengelolaan sampah kini menjadi tantangan besar di Indonesia. Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), timbulan sampah nasional mencapai puluhan juta ton setiap tahun, sementara banyak tempat pemrosesan akhir (TPA) di berbagai daerah sudah mengalami kelebihan kapasitas.

Karena itu, pemerintah pusat menerbitkan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 600.11/889/SJ tentang Pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI sebagai pedoman bagi seluruh pemerintah daerah dalam membangun budaya menjaga kebersihan lingkungan.

Air Laut Surut Dimanfaatkan Bersihkan Pantai

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, kondisi air laut yang sedang surut menjadi kesempatan untuk membersihkan sampah yang selama ini tertahan di sepanjang garis pantai.

"Kebetulan air laut sedang surut sehingga kita bisa membersihkan sampah yang ada di kawasan pantai. Ini adalah langkah kecil yang kita lakukan dalam rangka mewujudkan Banyuwangi ASRI," ujarnya.

Ipuk menegaskan, Gerakan Banyuwangi ASRI tidak sekadar aksi bersih-bersih, tetapi bertujuan membangun kesadaran kolektif masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari budaya sehari-hari.

Menurutnya, keterlibatan pelajar, mahasiswa, komunitas, hingga masyarakat menjadi investasi penting untuk menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini.

"Yang ingin kita bangun bukan sekadar bersih-bersih, tetapi bagaimana memunculkan kesadaran masyarakat untuk menjaga Banyuwangi dan menjaga Indonesia agar tetap bersih, sehat, dan nyaman untuk ditinggali," katanya.

Ia berharap gerakan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan menjadi agenda berkelanjutan yang mampu menjaga kebersihan laut, mendukung sektor pariwisata, serta menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman bagi masyarakat.

"Kami ingin mengedukasi anak-anak. Harapannya ini bukan kegiatan seremonial, tetapi menjadi gerakan yang berkelanjutan untuk menjaga laut dan daerah kita agar tetap nyaman dan sehat bagi semua," tandasnya. (fre/aif)

Editor : Ali Sodiqin
Indonesia ASRI Banyuwangi Asri bupati ipuk Sampah Pantai Bersih Pantai