Hari Kedua Pencarian Korban KMN Inovasi, Jenazah Sutrisno Ditemukan di Grajagan Banyuwangi

Zamrozi Wahyu • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 00:30 WIB
EVAKUASI JENAZAH: Jenazah Sutrisno ditemukan oleh tim SAR gabungan dan nelayan di area Pelabuhan Grajagan, Selasa (21/7). (Zamrozi Wahyu/Radar Banyuwangi)
EVAKUASI JENAZAH: Jenazah Sutrisno ditemukan oleh tim SAR gabungan dan nelayan di area Pelabuhan Grajagan, Selasa (21/7). (Zamrozi Wahyu/Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Operasi pencarian korban tenggelamnya KMN Inovasi di perairan Plawangan, Grajagan, Banyuwangi, memasuki hari kedua, Selasa (21/7), membuahkan hasil. Tim SAR gabungan menemukan Sutrisno (43), nelayan asal Desa Purwoasri, Kecamatan Tegaldlimo, dalam kondisi meninggal dunia sekitar pukul 13.40 WIB di bibir Pantai Pelabuhan Grajagan. Sementara itu, satu korban lain, Lukman, warga Desa Sambimulyo, Kecamatan Bangorejo, hingga kini masih dalam pencarian.

Pencarian dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri atas Basarnas, Polri, TNI, Damkarmat, BPBD, serta dibantu nelayan setempat. Penyisiran difokuskan di perairan dan pesisir Grajagan, lokasi yang diduga menjadi jalur hanyut korban setelah kapal terbalik akibat dihantam gelombang.

Kapolsek Purwoharjo Iptu Agus Suhartono membenarkan penemuan jenazah Sutrisno. Korban ditemukan saat tim gabungan bersama nelayan melakukan penyisiran di sekitar bibir Pantai Pelabuhan Grajagan.

"Tim gabungan bersama nelayan Grajagan pada pencarian hari kedua telah menemukan satu korban dalam keadaan meninggal dunia atas nama Sutrisno. Korban ditemukan di sekitar bibir pantai Pelabuhan Grajagan saat petugas dan nelayan melakukan penyisiran," ujarnya.

Usai dievakuasi, jenazah dibawa ke Puskesmas Grajagan untuk dilakukan pemeriksaan medis. Berdasarkan hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Selanjutnya, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Keluarga korban juga menyatakan menolak dilakukan autopsi dan menganggap kejadian tersebut sebagai musibah.

"Pihak keluarga korban bersedia membuat surat pernyataan untuk tidak dilakukan autopsi dan menganggap kejadian tersebut murni musibah," tambah Agus.

Korban Ditemukan 0,43 Nautical Mile dari Lokasi Kapal Tenggelam

Komandan Tim Operasi SAR Andi Irawan menjelaskan, korban ditemukan pada koordinat 8°36'0.768" LS dan 114°13'30.49" BT, atau sekitar 0,43 nautical mile dari titik tenggelamnya kapal dengan heading 326,89 derajat.

Setelah penemuan tersebut, tim gabungan kembali melanjutkan penyisiran untuk mencari satu korban lain yang masih hilang dengan tetap mengutamakan faktor keselamatan.

Operasi pencarian diawali dengan briefing pada pukul 07.00 WIB. Selanjutnya, personel dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU).

SRU 1 melakukan pencarian di atas permukaan laut menggunakan Rubber Boat Basarnas dan perahu nelayan. Sementara SRU 2 menyisir sepanjang Pantai Grajagan untuk mengantisipasi korban yang terbawa arus ke daratan.

Selama operasi berlangsung, kondisi cuaca dilaporkan cerah dengan tinggi gelombang berkisar 0,5 hingga 1 meter dan kecepatan angin 7–9 kilometer per jam, sehingga proses pencarian berjalan relatif aman.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas B Banyuwangi I Made Oka Astawa menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur SAR gabungan dan masyarakat nelayan yang terlibat dalam operasi kemanusiaan tersebut.

"Pencarian akan terus dilaksanakan untuk menemukan satu korban lainnya dengan mengoptimalkan seluruh potensi SAR yang ada, tentunya dengan tetap mengutamakan keselamatan personel di lapangan. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan dan masyarakat nelayan yang telah bersinergi dalam upaya pencarian ini," ujarnya.

Ombak Besar Jadi Pemicu KMN Inovasi Terbalik

Insiden bermula saat KMN Inovasi jenis jurek yang mengangkut 31 nelayan hendak memasuki jalur Plawangan, Grajagan, pada Senin (20/7) sekitar pukul 04.00 WIB. Kapal yang baru pulang melaut dengan membawa hasil tangkapan dihantam gelombang setinggi 1 hingga 2 meter hingga kehilangan keseimbangan dan terbalik.

Plawangan Grajagan dikenal sebagai jalur sempit dengan arus kuat yang kerap menjadi tantangan bagi kapal nelayan saat keluar maupun masuk pelabuhan.

"Kapal tersebut membawa ikan menuju pelabuhan. Dalam perjalanan dihantam ombak setinggi sekitar satu hingga dua meter, lalu terbalik," kata Komandan Pos TNI AL Grajagan Peltu Andik Karvianyo.

Dari 31 orang di atas kapal, 27 nelayan berhasil selamat, sementara korban meninggal dunia kini bertambah menjadi dua orang setelah ditemukannya Sutrisno. Hingga Selasa petang, Lukman masih dinyatakan hilang dan pencarian akan dilanjutkan dengan memperluas area penyisiran di perairan maupun pesisir Grajagan. (why/aif)

Editor : Ali Sodiqin
nelayan Grajagan Plawangan Grajagan KMN Inovasi Basarnas Banyuwangi korban tenggelam