RADAR BANYUWANGI – Bangkai KMN Inovasi yang sebelumnya tenggelam di kawasan Plawangan, Grajagan, Banyuwangi, kembali bergerak terbawa arus pasang laut pada Selasa dini hari (21/7). Kapal nelayan jenis jurek itu hanyut sejauh sekitar 500 meter hingga satu kilometer dari titik awal tenggelam sebelum akhirnya masuk ke area Pelabuhan Grajagan dan dievakuasi menggunakan dua kapal nelayan.
Pergerakan bangkai kapal terjadi sekitar pukul 01.00 WIB saat kondisi air laut sedang pasang. Arus yang mengarah ke pelabuhan membuat badan kapal bergeser cukup jauh dari lokasi awal tenggelam.
Salah seorang nelayan Grajagan, Mualif, mengatakan bangkai kapal yang sebelumnya mengangkut 31 anak buah kapal (ABK) itu terbawa arus hingga memasuki kawasan pelabuhan.
"Kalau jaraknya mungkin sekitar 500 meter hingga satu kilometer dari lokasi titik tenggelam. Sebab, posisi arus di Plawangan menuju pelabuhan itu berbelok, jadi termasuk jauh," ujarnya.
Setelah berada di area pelabuhan, proses evakuasi langsung dilakukan dengan mengerahkan dua kapal nelayan jenis jurek. Bangkai KMN Inovasi diikat menggunakan tampar sebelum ditarik secara bersamaan agar posisinya kembali tegak dan memudahkan proses penyelamatan.
"Kapal bisa kembali ke posisi awal atau tidak terbalik, kemudian lebih mudah untuk mengevakuasinya," jelas Mualif.
Meski berhasil dipindahkan ke area pelabuhan, hingga Selasa siang proses evakuasi belum sepenuhnya selesai. Kondisi lambung kapal dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah setelah menghantam tiang yang menancap di dasar laut. Benturan itu menyebabkan badan kapal jebol.
Sementara itu, mesin kapal masih berada di dalam bangkai kapal karena belum memungkinkan untuk diangkat.
Menurut Mualif, sejumlah perlengkapan kapal juga telah hilang akibat diterjang ombak. Jaring ikan berhasil diselamatkan pada Selasa pagi, namun boks penyimpanan ikan beserta hasil tangkapan tidak dapat ditemukan.
"Jaring ikan sudah diambil tadi pagi, sedangkan boks atau wadah ikan sudah terbawa ombak dan beserta ikannya sudah hilang," katanya.
Hingga berita ini ditulis, nelayan masih berupaya mengevakuasi bangkai KMN Inovasi secara bertahap, termasuk mengangkat mesin dan bagian kapal yang masih tersisa agar tidak mengganggu aktivitas pelayaran maupun nelayan di kawasan Pelabuhan Grajagan. (why/aif)
Editor : Ali Sodiqin