Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Hari Kedua Pencarian Pemanah Ikan Hilang di Pulau Merah Banyuwangi, Drone Thermal Dikerahkan

Salis Ali Muhyidin • Kamis, 16 Juli 2026 | 23:30 WIB
HARI KEDUA: Tim SAR gabungan melakukan pencarian Muhammad Jafar Sodiq, 35, pemanah ikan yang hilang terseret ombak di kawasan Karang Jahe, tenggara Pantai Pulau Merah, Kamis (16/7). (BASARNAS)
HARI KEDUA: Tim SAR gabungan melakukan pencarian Muhammad Jafar Sodiq, 35, pemanah ikan yang hilang terseret ombak di kawasan Karang Jahe, tenggara Pantai Pulau Merah, Kamis (16/7). (BASARNAS)

RADAR BANYUWANGI – Operasi pencarian terhadap Muhammad Jafar Sodiq, pemanah ikan yang hilang usai diterjang ombak di kawasan Pulau Merah, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, memasuki hari kedua, Kamis (16/7). Tim SAR Gabungan memperluas area penyisiran dengan mengombinasikan pencarian melalui laut, darat, dan udara menggunakan drone thermal untuk meningkatkan peluang menemukan korban.

Korban diketahui bernama Muhammad Jafar Sodiq, 35, warga Dusun Sukorejo, Desa Sukorejo, Kecamatan Bangorejo. Hingga Kamis sore, korban masih berstatus dalam pencarian (DP) setelah hilang terseret gelombang saat berburu ikan menggunakan panah di perairan selatan Banyuwangi.

Cuaca cerah pada hari kedua operasi menjadi keuntungan bagi tim pencarian. Namun, kondisi laut masih menjadi tantangan. Angin bertiup dari arah barat daya dengan kecepatan sekitar 13 kilometer per jam, memicu gelombang setinggi 1,5 hingga 2 meter di sekitar lokasi kejadian.

Menghadapi situasi tersebut, Tim SAR Gabungan membagi personel menjadi tiga unit sejak pukul 07.00. Strategi pencarian dilakukan secara terpadu melalui jalur laut, pesisir pantai, dan pemantauan udara.

Teknologi menjadi salah satu andalan dalam operasi kali ini. Basarnas Banyuwangi menerbangkan drone thermal, yakni pesawat nirawak yang dilengkapi kamera termografik untuk mendeteksi radiasi inframerah dan perbedaan suhu suatu objek dari udara.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, I Made Oka Astawa, mengatakan penggunaan drone tersebut diharapkan mampu membantu mendeteksi keberadaan korban di area yang sulit dijangkau pengamatan langsung.

"Penggunaan drone berkamera sensor panas ini diharapkan mampu mendeteksi keberadaan korban secara presisi dari ketinggian. Juga untuk menembus titik-titik yang sulit dijangkau pandangan mata telanjang," ujarnya.

Sementara itu, dua tim lainnya difokuskan melakukan pencarian visual di laut dan sepanjang garis pantai menggunakan perahu karet Basarnas. Penyisiran dilakukan dengan menerapkan parallel search pattern, yakni pola pencarian sejajar yang umum digunakan dalam operasi SAR untuk memperluas cakupan area secara sistematis.

"Memasuki hari kedua operasi, kami terus mengoptimalkan pencarian melalui penyisiran di laut, udara, maupun sepanjang garis pantai. Sinergi seluruh unsur SAR menjadi kekuatan utama dalam operasi ini," kata Oka.

Operasi kemanusiaan tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari Rescue Basarnas Banyuwangi, Pos AL Pancer Lanal Banyuwangi, BPBD Banyuwangi, Polsek Pesanggaran, Koramil Pesanggaran, Satpolairud Polres Banyuwangi, Life Guard Pulau Merah, Damkarmat, Barak Rescue, RAPI, BSI, hingga nelayan setempat.

Seluruh personel disebar untuk memperluas radius pencarian dengan mempertimbangkan arah arus laut dan potensi pergerakan korban.

"Semua tim disebar guna memperlebar area penyisiran lokasi," tegasnya.

Hingga berita ini ditulis pada Kamis pukul 16.00, Muhammad Jafar Sodiq belum berhasil ditemukan. Basarnas terus melakukan evaluasi berkala terhadap strategi pencarian dengan menyesuaikan kondisi gelombang dan cuaca di lapangan.

"Kami berharap korban dapat segera ditemukan. Kami juga mengimbau kepada masyarakat maupun wisatawan agar selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di kawasan pantai, terutama ketika kondisi gelombang sedang tinggi," pungkas I Made Oka Astawa.

Seperti diberitakan sebelumnya, empat warga Banyuwangi berburu ikan menggunakan panah di kawasan Karang Jahe, tenggara Pantai Pulau Merah, Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Rabu (15/7) pagi. Saat beraktivitas di laut, mereka diterjang ombak besar. Tiga orang berhasil selamat, sedangkan Muhammad Jafar Sodiq dilaporkan hilang setelah terseret gelombang Laut Selatan. (sas/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
Ombak Selatan Drone thermal Basarnas Banyuwangi pulau merah pencarian korban