Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Lapas Banyuwangi Dipuji Sterilkan Narkoba, DPRD Soroti Overkapasitas Penghuni

Bagus Rio Rohman • Kamis, 16 Juli 2026 | 10:30 WIB
Anggota Komisi I DPRD Banyuwangi melakukan kunjungan kerja di Lapas Kelas IIA Banyuwangi, Rabu (15/7). (Dok. Lapas Banyuwangi)
Anggota Komisi I DPRD Banyuwangi melakukan kunjungan kerja di Lapas Kelas IIA Banyuwangi, Rabu (15/7). (Dok. Lapas Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Keberhasilan petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi menggagalkan berbagai upaya penyelundupan narkoba menuai apresiasi dari Komisi I DPRD Banyuwangi. Pengawasan yang dinilai semakin ketat disebut mampu menutup celah masuknya barang terlarang ke dalam lapas sekaligus memperkuat komitmen menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari peredaran narkotika.

Apresiasi tersebut disampaikan Ketua Komisi I DPRD Banyuwangi Marifatul Kamila saat melakukan kunjungan kerja ke Lapas Kelas IIA Banyuwangi, Rabu (15/7). Dalam kunjungan itu, legislator yang akrab disapa Rifa meninjau langsung sejumlah fasilitas pendukung keamanan, termasuk area branggang yang menjadi salah satu titik penting dalam sistem pengawasan lapas.

Menurut Rifa, keberhasilan petugas menggagalkan berbagai modus penyelundupan narkoba menjadi bukti bahwa sistem pengamanan yang diterapkan berjalan efektif. Ia menilai integritas petugas menjadi kunci utama dalam menjaga lapas tetap steril dari peredaran narkotika.

"Kami mengacungi jempol kepada seluruh petugas Lapas Banyuwangi. Berkali-kali berhasil menggagalkan penyelundupan narkoba dengan berbagai modus. Ini membuktikan sistem pengawasan berjalan baik dan harus terus dipertahankan," ujarnya.

Bahas KUHP Baru dan Solusi Overkapasitas

Selain meninjau aspek keamanan, Komisi I DPRD Banyuwangi juga berdiskusi dengan jajaran Lapas terkait implementasi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang baru.

Salah satu poin yang menjadi perhatian adalah penerapan konsep ultimum remedium, yakni pidana penjara sebagai upaya terakhir dalam penegakan hukum.

Menurut Rifa, konsep tersebut berpotensi menjadi solusi untuk mengurangi persoalan kelebihan kapasitas penghuni lapas yang masih menjadi tantangan di berbagai daerah, termasuk Banyuwangi.

Dengan penerapan kebijakan pemidanaan yang lebih proporsional, jumlah warga binaan diharapkan dapat lebih terkendali sehingga pembinaan berjalan lebih optimal.

Terkesan Batik Karya Warga Binaan

Dalam kesempatan tersebut, rombongan Komisi I DPRD Banyuwangi juga meninjau program pembinaan kemandirian warga binaan melalui kunjungan ke Galeri Jeruji Oseng.

Di galeri tersebut dipamerkan berbagai produk hasil karya warga binaan, mulai dari kerajinan hingga batik khas Banyuwangi.

Rifa mengaku terkesan dengan kualitas batik yang dihasilkan para warga binaan. Menurutnya, karya tersebut menunjukkan bahwa program pembinaan keterampilan di Lapas Banyuwangi berjalan dengan baik.

"Sebagai bentuk dukungan terhadap program pembinaan kemandirian, tentu kita harus mengapresiasi batik hasil karya warga binaan yang dipamerkan di galeri tersebut," katanya.

Lapas Tegaskan Komitmen Berantas Narkoba

Kepala Lapas Kelas IIA Banyuwangi Solichin menyambut baik apresiasi dan dukungan yang diberikan Komisi I DPRD Banyuwangi.

Ia menegaskan, keberhasilan menggagalkan berbagai upaya penyelundupan narkoba merupakan hasil komitmen seluruh jajaran petugas dalam menjaga keamanan dan ketertiban di dalam lapas.

Menurut Solichin, pengawasan akan terus diperketat agar tidak ada ruang bagi peredaran narkoba di lingkungan pemasyarakatan.

"Dukungan dari Komisi I DPRD Banyuwangi menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan pengawasan. Kami berkomitmen tidak memberikan ruang sedikit pun bagi peredaran narkoba di dalam Lapas," tegasnya. (rio/aif)

Editor : Ali Sodiqin
Penyelundupan narkoba Komisi I DPRD Banyuwangi warga binaan lapas banyuwangi