RADARBANYUWANGI.ID - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Banyuwangi memberikan bantuan pelunasan biaya perawatan almarhum Ade Dwi Saputra selama menjalani perawatan di RSUD Blambangan. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis kepada ibu almarhum di rumah duka di Kelurahan Lateng, Kecamatan Banyuwangi, Rabu siang (15/7).
Penyerahan bantuan dilakukan oleh Wakil Ketua Bidang Distribusi Baznas Kabupaten Banyuwangi Nanang Khairurrozik. Kegiatan tersebut disaksikan Ketua Baznas Kabupaten Banyuwangi Dwi Yanto, Ketua Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kecamatan Banyuwangi Lennyina, Camat Banyuwangi Andik Basuki, serta Lurah Lateng Yanuar Dika Prana Cendana.
Selain bantuan pelunasan biaya perawatan di rumah sakit, keluarga almarhum juga menerima bantuan paket sembako dari Baznas, Camat Banyuwangi, dan Pemerintah Kelurahan Lateng sebagai bentuk kepedulian terhadap keluarga yang tengah berduka.
Diketahui, Ade Dwi Saputra sempat menjalani perawatan selama tiga hari di RSUD Blambangan setelah mengalami sakit. Pemuda berusia 34 tahun 8 bulan dengan berat badan lebih dari 200 kilogram tersebut sebelumnya dievakuasi dari rumahnya di sebuah gang kawasan plengsengan Jalan Bangka, Kelurahan Lateng, menggunakan bantuan tim Pemadam Kebakaran (Damkar) karena kondisi tubuhnya tidak memungkinkan untuk dipindahkan secara manual.
Setelah mendapatkan perawatan intensif di ruang rawat inap Agung Wilis III Lavender RSUD Blambangan, Ade akhirnya meninggal dunia setelah menjalani perawatan selama tiga hari.
Saat melayat ke rumah duka, Wakil Ketua Bidang Distribusi Baznas Kabupaten Banyuwangi Nanang Khairurrozik menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum sekaligus menyerahkan bantuan pelunasan biaya perawatan.
"Kami dari Baznas bersama UPZ Kecamatan Banyuwangi menyampaikan bantuan pelunasan biaya perawatan almarhum selama di rumah sakit," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Baznas Kabupaten Banyuwangi Dwi Yanto menjelaskan bahwa bantuan tersebut merupakan realisasi Program Banyuwangi Sehat yang dijalankan Baznas untuk membantu masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan.
"Bantuan untuk melunasi biaya perawatan di rumah sakit ini merupakan bagian dari Program Banyuwangi Sehat. Dana tersebut bersumber dari zakat, infak, dan sedekah para muzakki, termasuk yang dihimpun melalui RSUD Blambangan," katanya.
Menurut Dwi Yanto, penyaluran bantuan tersebut menjadi wujud pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah untuk membantu meringankan beban masyarakat, khususnya keluarga yang menghadapi kesulitan akibat biaya pelayanan kesehatan. Selain bantuan biaya perawatan, dukungan berupa kebutuhan pokok juga diberikan agar dapat membantu keluarga almarhum pada masa duka.
Editor : Lugas Rumpakaadi