Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Angkutan Pelajar Gratis Banyuwangi Berlanjut, Jadi Penopang Sopir Angkot di Tengah Sepinya Penumpang

Shinta Ayu Rahma Wardani • Rabu, 15 Juli 2026 | 11:17 WIB
Program Angkutan Pelajar Gratis Banyuwangi kembali berlanjut pada tahun ajaran baru. (Dok. Radar Banyuwangi)
Program Angkutan Pelajar Gratis Banyuwangi kembali berlanjut pada tahun ajaran baru. (Dok. Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi kembali melanjutkan Program Angkutan Pelajar Gratis pada tahun ajaran baru. Program yang dijalankan bersama Dinas Perhubungan (Dishub) tersebut tidak hanya mempermudah akses transportasi siswa menuju sekolah, tetapi juga menjadi penyangga keberlangsungan angkutan kota (angkot) konvensional yang kini menghadapi penurunan jumlah penumpang.

Di tengah meningkatnya penggunaan kendaraan pribadi dan transportasi berbasis aplikasi, keberadaan angkot di Banyuwangi semakin terdesak. Kondisi tersebut membuat pendapatan para pengemudi terus menurun sehingga membutuhkan dukungan nyata agar tetap dapat beroperasi.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, keberlanjutan Program Angkutan Pelajar Gratis memberikan manfaat ganda. Selain menjamin siswa memperoleh layanan transportasi yang aman dan mudah, kebijakan tersebut juga membantu menjaga pendapatan para sopir angkot.

"Angkutan pelajar gratis ini mempermudah mobilisasi anak-anak kita, sekaligus secara nyata meringankan beban orang tua. Di sisi lain, ini adalah bentuk kehadiran pemerintah untuk menopang pendapatan harian para pengemudi angkot lokal yang jalur regulernya sudah semakin sepi," ujar Ipuk saat meninjau operasional armada.

Untuk mendukung program tersebut, Dishub Banyuwangi menyewa sedikitnya 25 armada angkot yang telah dinyatakan laik jalan. Pemerintah memberikan insentif sebesar Rp75 ribu setiap perjalanan atau Rp150 ribu per hari untuk layanan antar dan jemput pelajar.

Skema subsidi yang dibiayai melalui APBD itu menjadi sumber pendapatan yang lebih pasti bagi para pengemudi, terutama ketika jumlah penumpang umum terus menurun di luar jam operasional sekolah.

Layanan Angkutan Pelajar Gratis beroperasi setiap hari sekolah, Senin hingga Sabtu. Jadwal keberangkatan berlangsung pukul 06.00–07.30 WIB, sedangkan layanan kepulangan dibuka pukul 12.00–13.00 WIB.

Rute layanan mencakup delapan jalur resmi yang menghubungkan wilayah Kecamatan Banyuwangi, Giri, Glagah, serta sebagian Kecamatan Kalipuro. Jangkauan tersebut diharapkan mampu melayani kebutuhan transportasi pelajar dari berbagai kawasan menuju sekolah.

Akses layanan juga dibuat sederhana. Pelajar tidak diwajibkan melakukan pendaftaran. Cukup mengenakan seragam sekolah, siswa dapat menaiki armada yang telah dipasangi stiker bertuliskan "Angkutan Pelajar Gratis".

Armada dapat ditemukan di sejumlah titik kumpul yang telah ditentukan, termasuk Terminal Brawijaya, Terminal Blambangan, maupun di sepanjang jalur resmi yang dilintasi angkot.

Konsistensi pelaksanaan program ini tidak hanya berkontribusi meningkatkan akses pendidikan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menekan angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar akibat berkendara di bawah umur.

Di sisi lain, kebijakan tersebut sekaligus menjadi strategi mempertahankan keberlangsungan angkutan umum konvensional dan menjaga denyut perekonomian para sopir angkot yang selama ini terdampak perubahan pola transportasi masyarakat.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Angkutan Pelajar Gratis Banyuwangi