RADARBANYUWANGI.ID - Wajah pusat Kota Banyuwangi dipastikan semakin representatif setelah proyek revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi yang terintegrasi dengan kawasan Asrama Inggrisan memasuki tahap akhir. Pembangunan fisik pasar telah selesai dan kini bersiap difungsikan sebagai pusat perdagangan modern sekaligus destinasi wisata sejarah dan kuliner baru di Bumi Blambangan.
Kesiapan bangunan tersebut ditinjau langsung oleh Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat melakukan kunjungan kerja di kompleks pasar yang berada di Jalan Susuit Tubun, Kelurahan Kepatihan, beberapa waktu lalu.
Revitalisasi pasar seluas sekitar satu hektare itu dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dengan anggaran mencapai Rp152 miliar. Bangunan baru mengusung konsep pasar modern berwawasan lingkungan melalui sistem sirkulasi udara yang optimal, sekaligus memadukan arsitektur khas Suku Osing dengan sentuhan bangunan kolonial Belanda sehingga menghadirkan nuansa heritage yang kuat.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menilai konsep pembangunan pasar tersebut layak menjadi contoh pengelolaan pasar tradisional di Indonesia.
"Konsepnya sangat bagus, bersih, dan rapi. Penataan seperti ini membuat pembeli maupun penjual merasa nyaman, dan sangat layak dijadikan rujukan nasional untuk pengelolaan pasar induk berkelanjutan," ujarnya saat meninjau fasilitas pasar.
Gedung dua lantai tersebut memiliki kapasitas sebanyak 798 unit tempat usaha yang terbagi dalam sejumlah zona, mulai dari pangan basah, pangan kering, konveksi, pusat oleh-oleh dan suvenir, hingga kawasan kuliner.
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi juga menyiapkan kawasan kuliner yang diproyeksikan dapat beroperasi selama 24 jam. Konsep tersebut diharapkan mampu memperpanjang aktivitas ekonomi sekaligus menjadi daya tarik baru bagi wisatawan yang berkunjung ke pusat kota.
Menjelang operasional pasar, Pemkab Banyuwangi melalui organisasi perangkat daerah terkait terus melakukan sosialisasi kepada para pedagang mengenai mekanisme penempatan lapak baru. Langkah tersebut dilakukan agar proses perpindahan dari lokasi penampungan sementara berlangsung tertib dan lancar.
Saat berkeliling, Wapres Gibran juga menyempatkan berdialog dengan sejumlah pedagang yang akan menempati pasar baru.
"Bulan depan sudah bisa ditempati ya, semoga dagangannya semakin ramai," kata Gibran.
Salah seorang pedagang, Eva Alfianti, mengaku optimistis keberadaan pasar baru akan meningkatkan kenyamanan berjualan sekaligus menarik lebih banyak pembeli.
"Alhamdulillah sekarang bangunannya jauh lebih tertata dan bersih seperti di kota-kota besar. Semoga yang beli juga semakin ramai," ungkapnya.
Sementara itu, Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Jawa Timur menjelaskan bahwa pembangunan fisik pasar telah rampung sepenuhnya. Saat ini pekerjaan hanya memasuki masa pemeliharaan dan penyempurnaan beberapa detail minor sebelum bangunan resmi dioperasikan.
Rampungnya revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas layanan perdagangan rakyat, tetapi juga memperkuat daya saing sektor pariwisata. Dengan terintegrasi bersama kawasan bersejarah Asrama Inggrisan, kompleks tersebut diproyeksikan menjadi destinasi baru yang menggabungkan aktivitas ekonomi, wisata sejarah, dan wisata kuliner di jantung Kota Banyuwangi.
Editor : Lugas Rumpakaadi