Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Bersih Desa Cluring Meriah, Tradisi Ider Bumi Jadi Simbol Syukur dan Tolak Bala

Salis Ali Muhyidin • Senin, 13 Juli 2026 | 02:00 WIB
DUDUK BERSILA: Pemdes Cluring bersama jajaran pemerintahan desa lain dan warga saat kenduri dalam rangkaian Bersih Desa Cluring 2026. (Sunarto for Radar Banyuwangi)
DUDUK BERSILA: Pemdes Cluring bersama jajaran pemerintahan desa lain dan warga saat kenduri dalam rangkaian Bersih Desa Cluring 2026. (Sunarto for Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Semangat menjaga warisan leluhur kembali menggema di Desa Cluring, Kecamatan Cluring, Banyuwangi. Pemerintah desa bersama masyarakat menggelar Bersih Desa Cluring dengan rangkaian ritual keagamaan, kegiatan sosial, hingga tradisi Ider Bumi yang menjadi puncak acara.

Mengusung tema "Desa Kuat, Budaya Hebat, Masyarakat Sejahtera & Bermartabat", tradisi tahunan ini menjadi ikhtiar bersama merawat budaya sekaligus memanjatkan doa agar desa senantiasa diberi keselamatan, kemakmuran, dan keberkahan.

Rangkaian Bersih Desa dimulai sejak Jumat (10/7). Suasana khidmat terasa di Balai Desa Cluring saat warga mengawali kegiatan dengan Khotmil Qur'an pada pukul 06.00 WIB. Lantunan ayat suci mengiringi doa bersama yang dipanjatkan sebagai harapan agar seluruh masyarakat mendapat perlindungan dan keberkahan dari Tuhan Yang Maha Esa.

Memasuki siang hari, semangat kebersamaan semakin terasa melalui Kenduri Desa yang digelar pukul 13.00 WIB. Warga dari berbagai dusun duduk bersila bersama tokoh agama dan tokoh masyarakat menikmati tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas limpahan rezeki sekaligus mempererat tali persaudaraan.

Tidak berhenti di sana, Pemerintah Desa Cluring juga menghadirkan kegiatan santunan bagi anak yatim dan kaum dhuafa sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat yang membutuhkan.

"Rangkaiannya dimulai sejak Jumat dan selesai Sabtu (11/7)," kata Kepala Desa Cluring, Sunarto.

Puncak Bersih Desa berlangsung pada Sabtu sore melalui ritual Ider Bumi, tradisi arak-arakan gunungan hasil bumi yang menjadi salah satu kearifan lokal masyarakat Banyuwangi. Prosesi dimulai dari Dusun Cemetuk menuju Dusun Kepatihan dengan rute kembali ke titik awal.

Ribuan warga memadati sepanjang jalur arak-arakan untuk menyaksikan gunungan hasil pertanian yang diarak keliling desa. Tradisi tersebut dipercaya sebagai simbol rasa syukur, permohonan keselamatan, sekaligus ikhtiar menolak bala agar masyarakat terhindar dari berbagai musibah.

"Warga antusias mengikuti agenda ini di sepanjang jalan. Mereka berbondong-bondong menyaksikan prosesi yang dipercaya sebagai upaya tolak bala sekaligus simbol kemakmuran ini," ujar Sunarto.

Menurutnya, Bersih Desa bukan sekadar agenda tahunan atau tontonan budaya. Tradisi tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk menjaga identitas budaya sekaligus memperkuat nilai gotong royong yang diwariskan para leluhur.

"Bersih desa ini adalah ruang bagi kita semua untuk berefleksi dan merawat tradisi. Ini warisan leluhur yang wajib kita jaga. Dengan melestarikan budaya asli, karakter gotong royong masyarakat akan tetap kuat," tegasnya.

Ia berharap seluruh rangkaian doa dan kebersamaan dalam Bersih Desa dapat membawa dampak positif bagi kehidupan masyarakat, terutama pada sektor ekonomi dan pertanian yang menjadi penopang utama warga Cluring.

"Tentu harapan terbesar kami adalah kegiatan ini bisa membawa kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Desa Cluring. Ketika desanya bersih dari marabahaya, masyarakatnya rukun, maka roda ekonomi dan pertanian di desa kita pun akan berjalan dengan baik dan berkah, sehingga kemakmuran warga meningkat," pungkas Sunarto. (sas/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
Desa Cluring tradisi leluhur Ider Bumi bersih desa banyuwangi