RADAR BANYUWANGI – Proses evakuasi seorang pria obesitas berbobot sekitar 200 kilogram di Kelurahan Kampung Mandar, Banyuwangi, berlangsung dramatis, Jumat (10/7).
Setelah kondisi fisiknya mendadak melemah dan tidak lagi mampu berdiri, pria berinisial ADS (35) akhirnya berhasil dipindahkan ke kamar menggunakan sistem katrol dan peralatan penyelamatan milik Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Banyuwangi.
Evakuasi dilakukan setelah keluarga dan warga setempat gagal memindahkan ADS secara manual karena posisi tubuh korban menyamping serta bobot badannya yang diperkirakan mencapai dua kuintal.
Menurut keterangan keluarga, ADS masih sempat berjalan ke teras rumah pada Kamis siang (9/7).
Namun, pada malam harinya kondisi korban tiba-tiba melemah disertai kram sehingga tidak lagi mampu berdiri maupun berpindah tempat.
Keluarga bersama warga sempat berupaya mengangkat korban ke kamar tidur. Akan tetapi, berbagai cara yang dilakukan tidak membuahkan hasil karena berat badan korban yang sangat besar.
Hingga Jumat pagi, ADS masih berada di lokasi yang sama. Salah seorang anggota keluarga kemudian mendatangi Markas Induk Damkarmat Banyuwangi untuk meminta bantuan evakuasi.
Kepala Damkarmat Banyuwangi, Edy Supriyono, mengatakan laporan diterima sekitar pukul 11.00 WIB.
Regu Brama 2 langsung diberangkatkan menuju lokasi dengan membawa perlengkapan penyelamatan, sekaligus berkoordinasi dengan PMI untuk menentukan metode evakuasi yang paling aman.
"Kami menerima laporan sekitar pukul 11.00. Petugas dari Regu Brama 2 langsung kita berangkatkan menuju lokasi dengan membawa peralatan penyelamatan yang dibutuhkan. Kami dibantu PMI untuk menentukan teknik evakuasi yang paling aman," ujarnya.
Gunakan Katrol dan Peralatan Vertical Rescue
Karena berat badan korban mencapai sekitar 200 kilogram, petugas tidak menggunakan cara angkat manual.
Tim memilih memanfaatkan teknik vertical rescue dengan sejumlah peralatan khusus agar proses pemindahan berlangsung aman.
Peralatan yang digunakan antara lain katrol, tali karmantel, webbing, karabiner, body harness, hingga unit fire and rescue.
Seluruh sistem dipasang untuk membantu menggeser sekaligus mengangkat tubuh korban menuju kamar.
Proses evakuasi berlangsung sekitar 37 menit. Selama penanganan, petugas memastikan setiap tahapan dilakukan secara perlahan guna meminimalkan risiko cedera bagi korban maupun personel penyelamat.
"Mengingat yang hendak diangkat memiliki berat badan sekitar 200 kilogram, proses pemindahan dilakukan dengan sangat hati-hati agar keselamatan korban maupun petugas tetap terjaga," ungkap Edy.
Evakuasi melibatkan Regu Brama 2, Regu Brama 3, Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Damkarmat Banyuwangi, personel PMI, serta warga sekitar yang turut membantu pengamanan di lokasi.
Setelah berhasil dipindahkan ke dalam kamar, ADS diserahkan kembali kepada pihak keluarga untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut sesuai kebutuhannya.
Editor : Ali Sodiqin"Alhamdulillah proses evakuasi berjalan lancar. Setelah berhasil dipindahkan, korban kami serahkan kembali kepada pihak keluarga untuk penanganan selanjutnya," pungkas Edy. (ray/aif/c1)