RADAR BANYUWANGI – Rentetan kecelakaan maut di Tikungan Bok Putih, Desa Kesilir, Kecamatan Siliragung, Banyuwangi, memaksa pemerintah bergerak cepat.
Sehari setelah insiden yang menewaskan seorang pengendara motor, Pemerintah Kecamatan Pesanggaran bersama aparat kepolisian dan para kepala desa memasang pembatas dari ban bekas di jalur rawan tersebut, Jumat (10/7), sebagai langkah darurat untuk mencegah jatuhnya korban jiwa berikutnya.
Langkah itu diambil menyusul tingginya angka kecelakaan tunggal di tikungan yang dikenal ekstrem tersebut.
Ban-ban bekas disusun di sisi tikungan sebagai pembatas sementara sekaligus peredam benturan apabila kendaraan kehilangan kendali.
Camat Pesanggaran Didik Eko Wahyudi mengatakan, pemasangan ban bekas merupakan solusi jangka pendek yang dinilai paling memungkinkan dilakukan dalam waktu cepat sembari menunggu penanganan permanen dari pihak berwenang.
"Tujuannya sebagai pembatas sementara. Ini untuk mengamankan pengendara motor yang mungkin mengalami rem blong atau gagal manuver saat berbelok," ujarnya.
Selain memasang pembatas, petugas gabungan yang melibatkan personel Polsek Siliragung juga menebang pohon di bahu jalan yang selama ini kerap menjadi titik benturan kendaraan saat terjadi kecelakaan.
Pohon tersebut menjadi perhatian setelah beberapa insiden fatal terjadi di lokasi yang sama, termasuk kecelakaan yang merenggut nyawa Wildan Mustakim, 46, warga Desa/Kecamatan Pesanggaran, pada Kamis (9/7).
"Beberapa pekan terakhir ini ada empat korban, termasuk warga kami dari Pesanggaran," kata Didik.
Menurutnya, langkah sterilisasi jalur dilakukan karena tingkat fatalitas kecelakaan di Tikungan Bok Putih terus meningkat.
Pemerintah berharap tindakan cepat tersebut dapat mengurangi risiko kecelakaan sembari menyiapkan solusi jangka panjang.
"Ini langkah sementara, nanti kita bareng-bareng mengupayakan langkah konkret lain seperti pembatas permanen atau langkah lain," ungkapnya.
Meski demikian, Didik mengingatkan bahwa upaya rekayasa keselamatan tidak akan efektif tanpa kesadaran pengguna jalan.
Ia meminta pengendara menurunkan kecepatan, tidak memaksakan menyalip, dan lebih berhati-hati saat melintasi tikungan di perbatasan Kecamatan Siliragung dan Pesanggaran itu.
Sebelumnya, Tikungan Bok Putih kembali memakan korban jiwa. Wildan Mustakim meninggal dunia setelah sepeda motor yang dikendarainya menghantam pohon di bahu jalan sekitar pukul 09.30, Kamis (9/7).
Berdasarkan informasi di lapangan, kecelakaan terjadi saat korban melaju dengan kecepatan tinggi dan berusaha menyalip kendaraan lain sebelum kehilangan kendali di tikungan tajam.
Peristiwa itu kembali mempertegas reputasi Tikungan Bok Putih sebagai salah satu titik rawan kecelakaan di Banyuwangi.
Pemerintah berharap langkah darurat yang dilakukan saat ini dapat menekan angka kecelakaan hingga penanganan infrastruktur yang lebih permanen dapat direalisasikan. (sas/sgt)
Editor : Ali Sodiqin