RADAR BANYUWANGI – Teror pencurian pakaian dalam perempuan di Dusun Tlogosari, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, Banyuwangi, memunculkan kekhawatiran baru.
Bukan lagi sekadar kehilangan barang, salah seorang korban menduga pelaku memiliki perhatian yang tidak wajar terhadap dirinya setelah aksi pencurian terjadi berulang kali dengan sasaran yang sama. Polisi kini masih menyelidiki kasus tersebut.
Melinda Dwi, 35, menjadi salah satu korban yang paling sering kehilangan pakaian dalam yang dijemur di halaman rumahnya.
Rentetan kejadian itu membuatnya tidak hanya mengalami kerugian, tetapi juga dihantui rasa takut.
Ia mengaku belakangan mendengar informasi dari warga bahwa pelaku diduga sengaja mengincar jemuran miliknya dengan pola waktu tertentu. Dugaan tersebut membuat kecemasannya semakin bertambah.
Ketakutan Melinda juga dipicu pengalaman ketika ia berpapasan langsung dengan pria yang diduga sebagai pelaku.
Pertemuan itu terjadi setelah rekaman video aksi pencurian yang sempat direkamnya beredar di kalangan warga.
"Saya pernah bertemu langsung dengan dia di jalan. Bukannya takut karena aksinya ketahuan, dia malah menatap sinis ke arah saya. Pandangannya seperti menantang," ungkap Melinda.
Hingga kini, identitas pria yang dicurigai tersebut belum diketahui. Baik korban maupun warga sekitar mengaku belum dapat memastikan nama maupun asal terduga pelaku, sehingga penyelidikan masih menghadapi keterbatasan petunjuk.
Kondisi lingkungan tempat tinggal Melinda juga menambah rasa waswas. Menurutnya, kawasan tempat tinggalnya relatif sepi dan mayoritas dihuni perempuan.
"Saya ini tinggal sendiri di rumah. Di lingkungan sekitar sini juga mayoritas perempuan. Hampir tidak ada laki-lakinya. Jadi wajar kalau saya sangat khawatir kalau pelaku ternyata punya obsesi berlebih dan nekat melakukan hal yang lebih jauh," katanya.
Sebelumnya, warga Dusun Tlogosari dibuat resah oleh aksi pencurian yang memiliki sasaran tidak lazim.
Jika umumnya pencuri mengincar kendaraan, uang, atau barang berharga, pelaku dalam kasus ini justru mengambil pakaian dalam perempuan yang dijemur di rumah-rumah warga.
Hingga Kamis (9/7), sedikitnya tiga perempuan dilaporkan menjadi korban. Melinda menjadi salah satu korban yang berani menceritakan kejadian tersebut setelah beberapa kali kehilangan celana dalam.
Kapolsek Sempu AKP Satrio Wibowo mengatakan, polisi telah turun ke lokasi untuk melakukan penyelidikan.
Petugas mengumpulkan keterangan dari para saksi sekaligus memeriksa rekaman video yang dimiliki korban sebagai bagian dari upaya mengidentifikasi pelaku.
Polisi memastikan kasus tersebut menjadi perhatian karena telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap identitas pelaku dan memastikan motif di balik aksi pencurian yang berulang itu.
Hingga kini, aparat mengimbau warga tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama saat menjemur pakaian di luar rumah, serta segera melaporkan apabila melihat aktivitas mencurigakan yang dapat membantu proses penyelidikan. (sas/sgt)
Editor : Ali Sodiqin