Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Dari Warung Kopi ke Balai Desa, Slamet Hariyanto Resmi Pimpin Desa Wisata Tamansari

Fredy Rizki Manunggal • Jumat, 10 Juli 2026 | 07:00 WIB
Kepala Desa Tamansari Slamet Hariyanto dilantik Bupati Ipuk Fiestiandani di Ruang Rempeg Jogopati Kantor Pemkab Banyuwangi, Kamis (9/7). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
Kepala Desa Tamansari Slamet Hariyanto dilantik Bupati Ipuk Fiestiandani di Ruang Rempeg Jogopati Kantor Pemkab Banyuwangi, Kamis (9/7). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Perjalanan hidup Slamet Hariyanto berubah drastis dalam hitungan pekan. Pria yang sehari-hari melayani pelanggan di warung kopi kawasan Gantasan, Kecamatan Licin, Banyuwangi, itu kini resmi menjabat Kepala Desa Tamansari setelah memenangkan Pemilihan Kepala Desa Pergantian Antar Waktu (Pilkades PAW). Pelantikan dilakukan langsung oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Kantor Pemkab Banyuwangi, Kamis (9/7).

Pelantikan tersebut sekaligus mengakhiri kekosongan jabatan kepala desa definitif di Tamansari yang selama hampir dua tahun dipimpin penjabat (Pj). Jabatan itu kosong setelah Kepala Desa Tamansari sebelumnya, Rizal Syahputra, wafat pada Agustus 2024.

Slamet terpilih melalui Pilkades PAW yang digelar pada pertengahan Juni 2026. Dalam pemungutan suara yang melibatkan perwakilan masyarakat desa, ia berhasil mengungguli dua kandidat lainnya dan memperoleh mandat untuk memimpin salah satu desa wisata paling terkenal di Banyuwangi.

Prosesi pelantikan berlangsung di Ruang Rempeg Jogopati, Kantor Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Selain dipimpin langsung Bupati Ipuk Fiestiandani, acara juga dihadiri Wakil Bupati Mujiono serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimka) Licin.

Tamansari Dinilai Memiliki Peran Strategis

Dalam arahannya, Bupati Ipuk menegaskan bahwa Tamansari bukan sekadar desa biasa. Berada di lereng Gunung Kawah Ijen, desa tersebut telah dikenal luas hingga tingkat nasional bahkan internasional berkat keberhasilannya mengembangkan sektor pariwisata berbasis potensi alam.

Menurut Ipuk, keberadaan Kawah Ijen menjadikan Tamansari sebagai salah satu pintu utama pengembangan pariwisata Banyuwangi sehingga potensi tersebut harus dijaga sekaligus terus dikembangkan.

"Tamansari ini sudah memiliki nama besar. Jangan sampai apa yang dimiliki desa ini hilang, rusak, atau masyarakatnya justru tidak merasakan manfaat dari potensi yang dimiliki," tegasnya.

Ia berharap kepala desa yang baru mampu melanjutkan pembangunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan sektor wisata, pemberdayaan ekonomi warga, hingga optimalisasi pendapatan asli desa.

"Semoga ini menjadi penyemangat Pak Kades untuk bekerja lebih baik, memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, dan meningkatkan APBDes melalui optimalisasi potensi Desa Tamansari," ujarnya.

Aspirasi Warga Mendorong Pilkades PAW

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Banyuwangi, Nanin Oktaviantie, menjelaskan bahwa sebenarnya posisi Kepala Desa Tamansari masih dapat dijalankan oleh penjabat hingga pelaksanaan Pilkades serentak pada 2027.

Namun, masyarakat menginginkan desa dipimpin oleh kepala desa definitif sehingga muncul usulan penyelenggaraan Pilkades PAW.

"Usulan itu datang dari masyarakat, BPD, tokoh masyarakat, perangkat desa hingga para calon. Mereka menginginkan desa dipimpin kepala desa definitif meski masa jabatannya hanya sekitar satu tahun," jelas Nanin.

Ia menambahkan, sesuai ketentuan, masa jabatan kepala desa hasil PAW tetap dihitung sebagai satu periode penuh. Dengan demikian, apabila Slamet kembali mencalonkan diri dan terpilih dalam Pilkades serentak 2027, masa jabatan tersebut akan dihitung sebagai periode kedua.

"Walaupun hanya sekitar satu tahun, secara aturan tetap dihitung satu periode," katanya.

Dipilih Perwakilan Masyarakat

Berbeda dengan Pilkades reguler, pemilihan PAW tidak melibatkan seluruh warga desa. Hak suara diberikan kepada unsur perwakilan masyarakat, mulai dari ketua RT, RW, tokoh masyarakat hingga perwakilan kelompok masyarakat lainnya.

Dalam Pilkades PAW Tamansari terdapat tiga calon kepala desa. Dua berasal dari warga Tamansari, sedangkan satu kandidat berasal dari luar desa.

Jumlah daftar pemilih tetap (DPT) mencapai sekitar 390 orang perwakilan dengan tingkat partisipasi sekitar 80 persen.

Nanin juga menyebut Tamansari akan kembali mengikuti Pilkades serentak yang direncanakan berlangsung pada Oktober 2027 bersama sekitar 130 desa lain di Banyuwangi. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menargetkan pelaksanaan pemilihan tersebut sudah menggunakan sistem electronic voting (e-voting).

Siapkan Terobosan Baru

Usai dilantik, Slamet Hariyanto menyatakan akan meneruskan program-program yang telah berjalan di Desa Tamansari sekaligus menyiapkan sejumlah inovasi baru untuk memperkuat posisi desa sebagai destinasi wisata unggulan Banyuwangi.

Menurutnya, pengembangan desa tidak dapat dilakukan sendiri, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

"Kami akan melanjutkan program-program yang sudah baik dan menyiapkan berbagai terobosan baru untuk memajukan Desa Tamansari sebagai desa wisata. Insyaallah sudah ada gambaran. Saya akan bekerja bersama masyarakat untuk mewujudkannya," pungkas Slamet. (fre/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#Kades Tamansari #Pilkades PAW #desa wisata #Ipuk Fiestiandani #desa tamansari