RADARBANYUWANGI.ID – Musim liburan sekolah membawa tantangan tersendiri bagi petugas PLN. Sebuah layang-layang berukuran besar yang tersangkut pada jaringan listrik dan menimpa gardu transformator (trafo) menyebabkan aliran listrik di kawasan Dusun Sugihwaras, Desa Bumiharjo, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi, padam selama sekitar satu jam pada Minggu malam (5/7).
Insiden itu terjadi ketika layang-layang mengenai jaringan listrik hingga memicu hubungan arus pendek (korsleting). Akibatnya, pasokan listrik ke permukiman warga terputus secara mendadak.
Koordinator Teknik Lapang PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Genteng, Yanu Bromo, mengatakan petugas langsung diterjunkan setelah menerima laporan dari masyarakat mengenai padamnya listrik yang disertai percikan api di gardu listrik.
"Kejadiannya semalam (Minggu). Begitu ada laporan warga terkait padamnya listrik dan adanya percikan api di gardu, tim langsung kami terjunkan ke lokasi," ujarnya, Senin (6/7).
Setibanya di lokasi, petugas terlebih dahulu melakukan pengamanan jaringan sebelum mengevakuasi layang-layang yang masih tersangkut di trafo. Proses tersebut membutuhkan waktu karena seluruh rangka dan benang layangan harus dipastikan benar-benar bersih agar tidak memicu gangguan susulan.
"Kurang lebih satu jam jaringan di sekitar lokasi padam total. Kami harus mengevakuasi layangan raksasa itu dulu dan melakukan perbaikan pada komponen gardu yang terdampak sebelum aliran listrik aman untuk dinyalakan kembali," jelas Yanu.
Menurutnya, kejadian tersebut bukan yang pertama selama masa liburan sekolah. Justru dalam beberapa hari terakhir, laporan gangguan jaringan listrik akibat layang-layang meningkat cukup signifikan.
"Hampir setiap hari kami menerima laporan dari masyarakat terkait gangguan jaringan listrik akibat layang-layang. Untung warga langsung melapor," katanya.
PLN menilai meningkatnya aktivitas bermain layang-layang saat libur sekolah menjadi salah satu penyebab bertambahnya gangguan pada ruang bebas jaringan listrik (right of way/ROW). Karena itu, masyarakat, terutama anak-anak dan remaja, diimbau lebih bijak memilih lokasi bermain.
"Paling utama itu tempatnya. Kami tidak melarang menerbangkan layang-layang, tapi jangan sampai di sekitar jaringan listrik," tegas Yanu.
Selain lokasi, PLN juga menyoroti kebiasaan sebagian warga yang membiarkan layang-layang tetap mengudara semalaman dengan cara mengikat benangnya. Kebiasaan tersebut dinilai berbahaya karena benang dapat putus saat diterpa angin kencang dan jatuh mengenai jaringan listrik maupun fasilitas umum.
Yanu berharap masyarakat tetap dapat melestarikan tradisi bermain layang-layang tanpa mengabaikan aspek keselamatan.
"Bermain layang-layang itu tradisi dan hiburan yang bagus, tapi tolong saling menjaga. Jangan sampai hobi kita justru merugikan tetangga satu kampung karena listriknya padam atau malah membahayakan nyawa sendiri," pungkasnya. (sas/sgt)
Editor : Ali Sodiqin