RADARBANYUWANGI.ID – Hampir setahun setelah tragedi tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya, keluarga akhirnya memindahkan makam Edi Purwanto (20), korban asal Desa Wonosobo, Kecamatan Srono, Banyuwangi, ke tempat pemakaman umum (TPU) di kampung halamannya. Pemindahan dilakukan atas permintaan keluarga agar mereka lebih mudah berziarah dan mendoakan almarhum.
Jenazah Edi sebelumnya dimakamkan di area pemakaman belakang RSUD Blambangan. Saat pertama kali ditemukan pascakecelakaan kapal pada Juli 2025, identitas korban belum diketahui sehingga proses pemakaman dilakukan lebih dahulu sembari menunggu kepastian identifikasi.
Edi Purwanto merupakan salah satu penumpang KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam saat berlayar menuju Pelabuhan Gilimanuk pada Rabu, 2 Juli 2025. Saat itu, pemuda asal Kecamatan Srono tersebut diketahui hendak menyeberang ke Bali untuk bekerja.
Kepala Dusun Krajan Kulon, Desa Wonosobo, Kecamatan Srono, Husen, mengatakan pemindahan makam dilakukan pada Kamis pagi (2/7). Jenazah dipindahkan ke TPU Buyut Dasri, Desa Wonosobo, dan dimakamkan di dekat pusara ibunya.
"Jenazah korban dimakamkan di dekat makam ibunya," ujarnya, kemarin (6/7).
Menurut Husen, pemindahan makam sepenuhnya merupakan keinginan keluarga. Dengan dimakamkan di kampung halaman, keluarga tidak lagi harus menempuh perjalanan ke Kota Banyuwangi setiap kali ingin berziarah.
"Tujuannya agar keluarga lebih mudah berziarah dan mendoakan almarhum," katanya.
Husen menjelaskan, jasad Edi ditemukan lebih dari sepekan setelah insiden tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya. Namun, proses identifikasi membutuhkan waktu karena kondisi jenazah saat ditemukan.
Akibatnya, identitas Edi baru dipastikan beberapa hari setelah jasad dimakamkan di belakang RSUD Blambangan.
"Waktu sudah diketahui, jenazah sudah dimakamkan," pungkasnya.
Pemindahan makam tersebut menjadi penanda berakhirnya penantian panjang keluarga untuk membawa Edi pulang ke kampung halamannya. Kini, korban tragedi KMP Tunu Pratama Jaya itu beristirahat di dekat makam sang ibu, sehingga keluarga dapat lebih mudah mengenang dan mendoakannya setiap waktu. (why/sgt)
Editor : Ali Sodiqin