RADARBANYUWANGI.ID – Suara gemuruh disertai getaran kuat membangunkan sejumlah warga di Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, Minggu dini hari (6/7). Banyak yang mengira telah terjadi gempa bumi. Namun, sumber getaran itu ternyata berasal dari iring-iringan kendaraan pengangkut trafo raksasa berbobot lebih dari 200 ton yang melintas menuju Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) Secang.
Trafo berukuran jumbo tersebut mulai melintasi ruas jalan sempit menuju GITET di Lingkungan Secang, Kelurahan Kalipuro, sekitar pukul 00.30. Karena dimensi dan bobotnya yang sangat besar, kendaraan pengangkut hanya bisa bergerak perlahan dengan pengawalan ketat dari petugas.
Meski proses distribusi dilakukan pada tengah malam untuk mengurangi gangguan lalu lintas, iring-iringan kendaraan tetap menyita perhatian warga di sepanjang jalur yang dilalui. Sejumlah warga bahkan keluar rumah untuk menyaksikan secara langsung proses pengangkutan peralatan kelistrikan berukuran raksasa tersebut.
Salah satunya Alfiyah, warga Lingkungan Brak, Kelurahan Kalipuro. Ia mengaku terbangun ketika kendaraan pembawa trafo melintas tepat di depan rumahnya.
"Saya sedang tidur, tiba-tiba terbangun karena suara dan getarannya sangat kuat. Awalnya saya kira gempa, ternyata trafo," ujarnya.
Menurut Alfiyah, selain menimbulkan suara keras, proses pengangkutan juga melibatkan banyak petugas yang berjaga di sepanjang jalur. Sejumlah personel terlihat mengatur arus lalu lintas, sementara petugas lainnya berdiri di atas muatan trafo untuk mengangkat kabel utilitas agar tidak tersangkut saat kendaraan melintas.
Salah seorang petugas pengamanan di lokasi menjelaskan, trafo tersebut dikirim menuju GITET di Lingkungan Secang, Kalipuro. Pengiriman sengaja dijadwalkan pada malam hari agar aktivitas masyarakat dan lalu lintas pada siang hari tidak terganggu.
Dengan total bobot kendaraan dan muatan mencapai lebih dari 200 ton, setiap pergerakan dilakukan secara bertahap dan sangat hati-hati. Pengawalan dilakukan untuk memastikan kendaraan dapat melewati ruas jalan sempit dengan aman hingga tiba di lokasi tujuan.
Pengiriman trafo raksasa ini bukan yang pertama. Sebelumnya, pada 20 April lalu, pengangkutan trafo dengan skema serupa juga dilakukan melalui jalur yang sama menuju GITET Secang. Saat itu kendaraan juga bergerak perlahan dengan pengamanan ketat dari berbagai unsur.
"Total berat trafo beserta kendaraan pengangkutnya lebih dari 200 ton. Pengiriman dilakukan malam hari agar tidak mengganggu aktivitas warga. Setelah ini masih ada satu trafo lagi yang akan diangkut secara bertahap pada malam berikutnya," kata petugas tersebut.
Pengiriman bertahap trafo berkapasitas besar ini menjadi bagian dari proses penyelesaian kebutuhan infrastruktur di GITET Secang. Karena ukuran dan bobotnya yang ekstrem, distribusi dilakukan secara khusus dengan rekayasa lalu lintas dan pengamanan maksimal untuk menjamin keselamatan pengguna jalan maupun masyarakat di sekitar jalur yang dilalui. (ray/aif)
Editor : Ali Sodiqin