RADARBANYUWANGI.ID – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi menegaskan pentingnya memperkuat kolaborasi lintas agama sebagai fondasi menjaga persatuan bangsa. Komitmen itu mengemuka saat menerima kunjungan silaturahmi Forum Pemuda Lintas Agama Bersatu (Formula 1) Banyuwangi di Kantor PCNU Banyuwangi, Senin (6/7/2026).
Audiensi tersebut menjadi ruang dialog antara dua organisasi untuk membahas penguatan kerukunan, persaudaraan kebangsaan, hingga kolaborasi menghadapi berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat Banyuwangi.
Rombongan Formula 1 dipimpin Ketua Formula 1 Banyuwangi, Muhson, dan diterima langsung Ketua PCNU Banyuwangi H. Achmad Turmudzi, didampingi Sekretaris H. Bisri Musthofa beserta jajaran pengurus harian.
Perkenalkan Kepengurusan Baru, Formula 1 Siap Bangun Kolaborasi
Dalam kesempatan itu, Formula 1 memperkenalkan kepengurusan yang terbentuk pada 12 September 2025 sekaligus menyampaikan visi organisasi dalam membangun kerja sama lintas agama.
Muhson menegaskan bahwa kolaborasi yang dibangun tidak menyentuh ranah akidah maupun tata cara ibadah masing-masing agama. Sebaliknya, Formula 1 ingin menghadirkan ruang kebersamaan untuk memperkuat toleransi, persaudaraan, dan kehidupan bermasyarakat yang harmonis.
Bagi PCNU Banyuwangi, silaturahmi lintas elemen bangsa merupakan bagian dari ikhtiar menjaga Indonesia sebagai rumah bersama. Perbedaan agama, budaya, dan latar belakang justru dipandang sebagai modal sosial untuk membangun kemaslahatan bersama.
PCNU: Tantangan Sosial Tak Bisa Diselesaikan Sendiri
Sekretaris PCNU Banyuwangi, H. Bisri Musthofa, menilai tantangan kehidupan masyarakat saat ini semakin kompleks sehingga membutuhkan sinergi seluruh komponen bangsa.
Menurutnya, persoalan kemiskinan, pendidikan, kesehatan, hingga pembinaan karakter generasi muda tidak dapat diselesaikan oleh satu organisasi saja.
"Persoalan kemiskinan, pendidikan, kesehatan, hingga penguatan karakter generasi muda tidak mungkin diselesaikan secara sendiri-sendiri. Kolaborasi menjadi keniscayaan agar setiap potensi yang dimiliki organisasi kemasyarakatan dapat menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat," ujarnya.
Bisri menambahkan, kerja sama yang dibangun harus melahirkan program nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat, bukan sekadar kegiatan seremonial.
Achmad Turmudzi Soroti Ancaman Narkoba hingga Krisis Moral
Sementara itu, Ketua PCNU Banyuwangi H. Achmad Turmudzi mengajak organisasi kepemudaan mengambil peran lebih besar dalam menjaga moralitas bangsa.
Menurutnya, tantangan generasi muda saat ini tidak hanya berasal dari perkembangan teknologi digital, tetapi juga ancaman penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, lunturnya etika, serta berbagai persoalan sosial lainnya.
"Kita sedang menghadapi tantangan besar berupa penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, lunturnya etika, serta berbagai persoalan sosial lainnya. Karena itu, organisasi kepemudaan harus hadir bukan hanya sebagai ruang berkumpul, tetapi sebagai gerakan yang mampu membina karakter, menanamkan nilai-nilai kebangsaan, dan menghadirkan solusi bagi masyarakat," tegasnya.
Ia menegaskan, sejak awal berdiri Nahdlatul Ulama memiliki komitmen menjaga agama sekaligus menjaga negara.
Karena itu, setiap upaya memperkuat ukhuwah basyariyah (persaudaraan kemanusiaan), ukhuwah wathaniyah (persaudaraan kebangsaan), dan ukhuwah islamiyah dipandang sebagai bagian dari pengabdian kepada bangsa.
Formula 1: Silaturahmi Harus Berlanjut Menjadi Aksi Nyata
Di penghujung audiensi, Penasehat Formula 1 Banyuwangi, Sayuri, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari keluarga besar PCNU Banyuwangi.
Menurutnya, pertemuan tersebut bukan sekadar kunjungan formal, tetapi menjadi langkah awal membangun komunikasi yang berkelanjutan.
"Kami menyampaikan terima kasih kepada keluarga besar PCNU Banyuwangi yang telah membuka ruang dialog dan menerima kami dengan penuh kehangatan. Bagi kami, silaturahim ini bukan sekadar pertemuan seremonial, tetapi menjadi langkah awal untuk membangun komunikasi yang berkelanjutan," ungkap Sayuri.
Ia berharap hubungan yang telah terjalin dapat berkembang menjadi berbagai program sosial yang memberi manfaat langsung kepada masyarakat.
"Harapan besar kami, semoga jalinan komunikasi dan silaturahim ini tidak berhenti pada forum diskusi, tetapi membuahkan aksi nyata yang dapat kita kerjakan bersama sebagai persembahan terbaik bagi bangsa Indonesia," katanya.
Sepakat Bangun Harmoni Sosial di Banyuwangi
Audiensi ditutup dengan komitmen bersama untuk menjaga komunikasi dan memperkuat sinergi antara PCNU Banyuwangi dan Formula 1 Banyuwangi.
Kedua organisasi sepakat bahwa membangun bangsa tidak cukup melalui gagasan dan dialog, tetapi harus diwujudkan dalam kerja sama yang berkesinambungan melalui program pemberdayaan masyarakat, penguatan toleransi, pendidikan karakter, hingga kepedulian sosial.
Bagi PCNU Banyuwangi, merawat kerukunan bukan hanya menjaga hubungan harmonis antarpemeluk agama, melainkan membangun peradaban yang berlandaskan akhlak, keadilan, dan kemaslahatan bersama. Dengan semangat tersebut, kolaborasi lintas agama diharapkan menjadi energi baru dalam memperkuat persatuan serta menjaga Banyuwangi tetap damai, inklusif, dan berkeadaban. (*)
Editor : Ali Sodiqin