RADARBANYUWANGI.ID – Kepastian kelanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Banyuwangi akhirnya disampaikan pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Setelah vakum sejak 19 Juni akibat libur sekolah semester genap, distribusi MBG dijadwalkan kembali berjalan mulai Minggu (13/7) dan mengikuti dimulainya kembali aktivitas belajar mengajar.
Penghentian sementara sebelumnya dilakukan karena menyesuaikan kalender libur pendidikan yang ditetapkan pemerintah daerah. Selama periode tersebut, seluruh sasaran penerima manfaat tidak memperoleh distribusi makanan bergizi, baik peserta didik maupun kelompok B3 yang meliputi ibu hamil (bumil), ibu menyusui (busui), dan balita non-PAUD.
Kepala SPPG Kelurahan Kebalenan 1, Kecamatan Banyuwangi, Moch Gibran Nashif Arrizal, mengatakan penghentian distribusi merupakan bagian dari penyesuaian jadwal operasional selama masa libur sekolah.
"Periode hari libur mengikuti ketentuan pemerintah daerah setempat. Pendistribusian MBG akan dimulai kembali pada 13 Juli mendatang," ujarnya.
Menurut Gibran, tidak hanya peserta didik yang kembali menerima manfaat program tersebut. Kelompok B3 juga akan kembali memperoleh distribusi makanan bergizi pada jadwal yang sama.
"Jadwal pendistribusian MBG kembali bagi kelompok B3 mengikuti jadwal pendistribusian kelompok peserta didik," katanya.
Dengan demikian, seluruh sasaran penerima manfaat yang sebelumnya sempat berhenti menerima distribusi akan kembali dilayani secara bersamaan setelah masa libur berakhir.
Meski begitu, Gibran mengingatkan bahwa jadwal pelaksanaan MBG masih bersifat dinamis. Perubahan dapat terjadi sewaktu-waktu apabila terdapat kebijakan baru dari Badan Gizi Nasional maupun instansi terkait.
"Kebijakan dan jadwal pendistribusian dapat berubah sewaktu-waktu sesuai arahan dan ketentuan dari Badan Gizi Nasional maupun instansi terkait," pungkasnya.
Program MBG merupakan salah satu program prioritas pemerintah untuk meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat. Di Banyuwangi, pelaksanaannya melibatkan SPPG sebagai ujung tombak distribusi kepada berbagai kelompok penerima manfaat, mulai peserta didik hingga kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD. (ray/sgt)
Editor : Ali Sodiqin