Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Tak Minder Meski Masih Pelajar, Ardan Rizky Firdaus Rela Bagi Waktu Sekolah dan PKL demi Jadi Volunteer Banyuwangi Ethno Carnival

Daafi Adilla Achmad • Senin, 6 Juli 2026 | 19:37 WIB
Ardan Rizky Firdaus, pelajar SMK yang menjadi volunteer pada pelaksanaan BEC. (Daafi untuk Radar Banyuwangi)
Ardan Rizky Firdaus, pelajar SMK yang menjadi volunteer pada pelaksanaan BEC. (Daafi untuk Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID - Di tengah dominasi mahasiswa dan pekerja yang menjadi volunteer Banyuwangi Ethno Carnival (BEC), seorang pelajar bernama Ardan Rizky Firdaus memilih mengambil tantangan yang sama. Meski harus membagi waktu antara sekolah, praktik kerja lapangan (PKL), dan latihan rutin, semangatnya untuk menjadi bagian dari salah satu event budaya terbesar di Banyuwangi tidak pernah surut.

Bagi Ardan, kesempatan menjadi volunteer bukan sekadar membantu jalannya acara. Pengalaman tersebut menjadi ruang belajar untuk mengembangkan kemampuan, memperluas relasi, sekaligus berkontribusi dalam menyukseskan agenda pariwisata kebanggaan Banyuwangi.

Banyuwangi Ethno Carnival merupakan salah satu agenda unggulan daerah yang setiap tahun menyedot perhatian wisatawan. Karnaval budaya tersebut memadukan seni pertunjukan, kreativitas kostum, serta kekayaan budaya lokal dan melibatkan ratusan talent serta puluhan volunteer dari berbagai kalangan.

Keinginan Ardan bergabung sebagai volunteer muncul setelah melihat informasi rekrutmen melalui akun Instagram BEC. Tanpa ragu, ia langsung mendaftarkan diri dan mengikuti seluruh rangkaian seleksi hingga dinyatakan lolos sebagai bagian dari kepanitiaan.

Rasa antusiasnya terlihat sejak awal mengikuti latihan. Hampir setiap kesempatan ia mendokumentasikan berbagai aktivitas persiapan, kemudian membagikannya melalui media sosial sebagai bentuk dukungan terhadap penyelenggaraan BEC sekaligus memperlihatkan proses di balik kemeriahan acara.

"Alasan saya menjadi volunteer adalah mencari pengalaman baru serta ikut memeriahkan juga event terbesar di Banyuwangi," kata Ardan, Senin (6/7/2026)

Persiapan volunteer dimulai sekitar satu bulan sebelum hari pelaksanaan. Setiap hari Minggu, para volunteer mengikuti latihan yang digelar di gazebo bersama talent dan panitia lainnya.

Dalam sesi tersebut, mereka membantu berbagai kebutuhan persiapan, mulai dari latihan pembukaan, pendalaman tema, hingga koreografi para talent yang akan tampil pada BEC.

Ardan dipercaya bergabung di Divisi Guest Arrival. Tugasnya adalah membantu menyambut tamu undangan, mengarahkan tamu menuju area yang telah disediakan, serta memastikan proses penerimaan tamu di depan panggung utama berjalan lancar.

"Biasanya saat sedang latihan kita menyiapkan dan membantu karena kita kan volunteer. Terus yang kurang kita sediakan. Kan banyak divisinya, kalau saya masuk Divisi Guest Arrival, yaitu penerima tamu undangan di depan stage," tuturnya.

Baginya, tugas tersebut menjadi pengalaman baru karena menuntut kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, serta sigap menghadapi berbagai situasi selama acara berlangsung.

Menjalani aktivitas sebagai volunteer bukan tanpa tantangan. Sebagai pelajar, Ardan harus membagi waktu dengan kegiatan belajar di sekolah serta menjalani praktik kerja lapangan (PKL). Kesibukan tersebut membuatnya beberapa kali tidak dapat mengikuti latihan bersama panitia.

Meski demikian, kondisi itu tidak menyurutkan tekadnya untuk tetap terlibat dalam BEC. Ia berusaha menyesuaikan jadwal agar tetap dapat menjalankan tanggung jawab di sekolah sekaligus memenuhi perannya sebagai volunteer.

Di tengah padatnya aktivitas, dukungan keluarga dan teman-teman menjadi penyemangat terbesar baginya. Dukungan tersebut membuat Ardan tetap termotivasi mengikuti seluruh rangkaian persiapan hingga hari pelaksanaan.

Ardan berharap dapat menjalankan tugasnya sebagai volunteer hingga seluruh rangkaian Banyuwangi Ethno Carnival selesai. Ia ingin pengalaman tersebut menjadi kebanggaan bagi keluarga dan sekolah yang selama ini memberikan dukungan terhadap aktivitasnya.

Menurutnya, menjadi volunteer bukan hanya tentang membantu menyukseskan sebuah acara. Pengalaman itu juga mengajarkan arti tanggung jawab, disiplin, kerja sama, serta keberanian untuk mencoba hal-hal baru sejak usia muda.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#Ardan Rizky Firdaus #BEC #Banyuwangi Ethno Carnival #volunteer