Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Didanai Kementerian PU, TPST Regional Wongsorejo Mulai Dibangun Tahun Depan

Fredy Rizki Manunggal • Senin, 6 Juli 2026 | 11:30 WIB
Bayu Hadiyanto, Plt Kepala DLH Banyuwangi.
Bayu Hadiyanto, Plt Kepala DLH Banyuwangi.

RADARBANYUWANGI.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi mulai mematangkan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Regional Wongsorejo sebagai pusat pengelolaan sampah modern di wilayah utara Banyuwangi. Proyek yang akan didanai Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum itu kini memasuki tahap perencanaan dan pengurusan perizinan, dengan target proses lelang dimulai pada Oktober 2026.

Jika seluruh tahapan berjalan sesuai jadwal, pembangunan fisik TPST Regional Wongsorejo akan dimulai pada 2027. Fasilitas tersebut diproyeksikan menjadi tulang punggung sistem pengelolaan sampah terpadu yang tidak hanya menampung sampah, tetapi juga mengolahnya menjadi produk yang bernilai guna.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banyuwangi, Bayu Hadiyanto, mengatakan seluruh dokumen teknis dan perizinan saat ini sedang disiapkan agar proses pengadaan dapat segera dilakukan.

"Untuk Wongsorejo saat ini masih tahapan perencanaan dan pengurusan perizinan. Insya Allah lelang bisa dilakukan Oktober tahun ini sehingga pembangunan dapat dikerjakan tahun depan," ujarnya.

Dibangun di Dua Desa, Tahap Awal Gunakan Lahan 5 Hektare

Bayu menjelaskan, kawasan TPST Regional akan dibangun di dua desa, yakni Desa Sidowangi dan Desa Sidodadi, Kecamatan Wongsorejo. Total lahan yang disiapkan mencapai sekitar 15 hektare.

Namun, sesuai site plan yang telah disusun, pembangunan tahap pertama akan difokuskan di lahan seluas sekitar lima hektare di Desa Sidowangi.

Menurut Bayu, konsep TPST Regional berbeda dengan tempat pembuangan akhir (TPA) konvensional. Kawasan ini dirancang sebagai pusat pengelolaan sampah terpadu yang menggabungkan fasilitas Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R), pengolahan residu, hingga TPA dalam satu kawasan.

"Di sana nanti ada TPS3R sekaligus TPA. Jadi konsepnya benar-benar terpadu," katanya.

Sampah Rumah Tangga Diolah Jadi Kompos dan RDF

TPST Regional Wongsorejo dirancang untuk melayani pengolahan sampah berdasarkan jumlah penduduk di wilayah cakupan. Dengan asumsi produksi sampah sekitar 0,5 kilogram per orang per hari, kapasitas fasilitas akan disesuaikan dengan kebutuhan layanan.

DLH Banyuwangi juga akan menggandeng Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) melalui aplikasi Smart Kampung untuk mendata layanan retribusi sampah hingga tingkat RT.

Data tersebut menjadi dasar penerapan sistem pengangkutan sampah langsung dari rumah warga menuju TPST tanpa melalui tempat penampungan sementara.

"Ke depan pengambilan sampah dilakukan langsung dari rumah warga. Sampah dibawa ke TPST untuk dipilah dan diolah menjadi kompos maupun refuse derived fuel (RDF). Hanya residunya yang dikirim ke TPA," jelas Bayu.

Dengan sistem itu, keberadaan tempat penampungan sementara (TPS) di pinggir jalan secara bertahap diharapkan dapat dihapus karena seluruh sampah akan langsung masuk ke sistem pengelolaan terpadu.

Perkuat Jaringan TPS3R Desa

Selain mempersiapkan TPST Regional Wongsorejo, DLH Banyuwangi juga terus mengoptimalkan 30 unit TPS3R skala desa yang telah beroperasi.

Saat ini, kapasitas pengolahan masing-masing TPS3R desa rata-rata mencapai lima ton sampah per hari. Nantinya, residu yang tidak dapat diolah di tingkat desa akan dikirim ke TPST Regional Wongsorejo untuk diproses lebih lanjut.

Bayu berharap pembangunan TPST Regional dapat segera terealisasi setelah sejumlah proyek infrastruktur Direktorat Jenderal Cipta Karya di Banyuwangi rampung.

"Setelah Pasar Banyuwangi dan Inggrisan selesai, kemudian sirkuit BMX, selanjutnya sekolah rakyat. Kita harap Dirjen Cipta Karya bisa segera menyelesaikan TPST Wongsorejo," harapnya.

Target Hilangkan Penumpukan Sampah di Pinggir Jalan

Keberadaan TPST Regional Wongsorejo diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam penanganan sampah di Banyuwangi. Dengan sistem pengangkutan langsung dari rumah, pengolahan terpadu, serta pemanfaatan sampah menjadi kompos dan bahan bakar alternatif (refuse derived fuel/RDF), volume sampah yang berakhir di TPA dapat ditekan secara signifikan.

"Harapannya, ketika seluruh TPS regional sudah beroperasi, pengelolaan sampah di Banyuwangi menjadi lebih tertata dan penumpukan sampah di TPS-TPS pinggir jalan bisa dihilangkan," pungkas Bayu.

Pembangunan TPST Regional Wongsorejo menjadi bagian dari transformasi sistem persampahan Banyuwangi menuju pengelolaan yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan. Selain meningkatkan kualitas layanan kebersihan, proyek ini juga diharapkan mampu mendukung target Banyuwangi sebagai daerah yang ramah lingkungan dan bebas dari penumpukan sampah di ruang publik. (fre/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#TPST Wongsorejo #RDF #pengolahan sampah #TPS3R #banyuwangi