Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

UEA Dukung Pengelolaan Sampah Banyuwangi, TPS3R Kertosari Ditarget Rampung 10 Bulan

Bagus Rio Rohman • Senin, 6 Juli 2026 | 03:30 WIB
Bupati Ipuk Fiestiandani menyampaikan sambutan pada rangkaian prosesi peletakan batu pertama pembangunan TPS3R Kertosari pada Jumat pagi (3/7). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
Bupati Ipuk Fiestiandani menyampaikan sambutan pada rangkaian prosesi peletakan batu pertama pembangunan TPS3R Kertosari pada Jumat pagi (3/7). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi memperkuat sistem pengelolaan sampah terpadu dengan membangun Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Kertosari di Kelurahan Kertosari, Kecamatan Banyuwangi. Proyek yang mendapat dukungan Uni Emirat Arab (UEA) itu ditargetkan rampung dalam waktu 10 bulan dan mampu mengolah 50 ton sampah per hari untuk mengurangi beban tempat pemrosesan akhir (TPA).

Pembangunan TPS3R Kertosari ditandai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani pada peringatan Hari Bebas Kantong Plastik Sedunia (International Plastic Bag Free Day), Jumat (3/7).

Momentum tersebut menjadi simbol penguatan komitmen Banyuwangi dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, terintegrasi, dan berkelanjutan, mulai dari pengurangan sampah di sumber hingga pengolahan sebelum masuk ke TPA.

Lengkapi Jaringan Pengolahan Sampah Banyuwangi

TPS3R Kertosari menjadi fasilitas pengolahan sampah terbaru setelah Banyuwangi memiliki TPST Tembokrejo di Kecamatan Muncar dan TPS3R Balak di Kecamatan Songgon. Selain itu, saat ini juga tengah dibangun TPS3R Karetan Purwoharjo yang memiliki kapasitas pengolahan hingga 160 ton per hari untuk melayani 37 desa di delapan kecamatan.

Dengan beroperasinya TPS3R Kertosari, total kapasitas pengolahan sampah di Banyuwangi akan meningkat menjadi 260 ton per hari. Kapasitas tersebut ditargetkan mampu melayani sekitar 1,4 juta penduduk dari total sekitar 1,7 juta jiwa di Banyuwangi.

Berdiri di atas lahan seluas 1,5 hektare, TPS3R Kertosari akan menjadi simpul penting dalam pengelolaan sampah kawasan perkotaan. Sampah yang telah dipilah dari rumah tangga akan dibawa ke fasilitas tersebut untuk diproses sehingga volume residu yang masuk ke TPA dapat ditekan secara signifikan.

Bupati: Sampah Bukan Sekadar Soal Kebersihan

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan pembangunan TPS3R Kertosari merupakan implementasi dari program Banyuwangi Hijau, yang menitikberatkan pada pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir.

Menurutnya, persoalan sampah tidak hanya berkaitan dengan kebersihan lingkungan, tetapi juga menyangkut kualitas hidup masyarakat, kesehatan, hingga keberlanjutan pembangunan daerah.

"Di balik setiap tumpukan sampah, ada tanggung jawab kita untuk menjaga rumah bersama, Bumi Blambangan ini. Kita ingin memastikan generasi mendatang mewarisi lingkungan yang bersih, sehat, dan layak huni," ujarnya.

Ipuk menegaskan keberhasilan sistem pengelolaan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Peran masyarakat dalam memilah sampah organik dan anorganik sejak dari rumah menjadi faktor penting agar proses pengolahan berjalan lebih efektif.

"Tentu persoalan sampah ini tanggung jawab kita semua. Masyarakat juga harus mulai sadar untuk memilah sampah organik maupun non organik. Sehingga memudahkan proses pemilahan dalam pengolahan sampah," katanya.

Komitmen tersebut diperkuat dengan terbitnya Surat Edaran Bupati Nomor 716 Tahun 2026 tentang Optimalisasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga pada 8 Mei 2026. Kebijakan itu merupakan tindak lanjut arahan Menteri Dalam Negeri mengenai Gerakan Indonesia Asri, sekaligus implementasi Perda Nomor 6 Tahun 2022 dan RPJMD Banyuwangi 2025–2029.

Ipuk juga meminta seluruh aparatur sipil negara (ASN) serta aparatur desa menjadi teladan dalam membangun budaya memilah sampah dari sumbernya.

"Kita tidak cukup hanya membuat kebijakan, tetapi juga harus menjadi pelaku perubahan," tegasnya.

Operasional Buka Lapangan Kerja Baru

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banyuwangi Bayu Hadiyanto menjelaskan TPS3R Kertosari dirancang memiliki kapasitas pengolahan 50 ton sampah setiap hari.

Fasilitas tersebut akan menjadi simpul baru dalam sistem persampahan Banyuwangi sebelum sampah diproses lebih lanjut di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) maupun Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

Saat ini, program Banyuwangi Hijau telah melayani sekitar 500 ribu jiwa di 73 desa. Pada 2026, cakupan layanan ditargetkan bertambah ke 56 desa dan kelurahan lainnya.

"Keberadaan TPS3R Kertosari akan memperkuat layanan pengangkutan sampah di wilayah perkotaan sekaligus mengurangi volume residu yang masuk ke TPA. Operasionalnya juga membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar," ujar Bayu.

Ia menambahkan, pembangunan TPS3R Kertosari ditargetkan selesai dalam 10 bulan dan mulai beroperasi pada 2027.

Didukung Uni Emirat Arab

Senior Program Manager Project STOP Banyuwangi Hijau, Lintong Manik, mengatakan pembangunan TPS3R Kertosari merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem pengelolaan sampah yang menyeluruh.

Menurutnya, kolaborasi tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga penguatan kelembagaan, edukasi, serta perubahan perilaku masyarakat agar sistem pengelolaan sampah berjalan berkelanjutan.

"Kami melihat komitmen kuat Pemkab Banyuwangi dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi dan berkelanjutan. Kolaborasi ini akan terus diperkuat untuk memperluas jangkauan layanan," tegasnya.

Dengan tambahan TPS3R Kertosari, Banyuwangi semakin memperkuat fondasi menuju sistem pengelolaan sampah modern yang mengedepankan prinsip reduce, reuse, dan recycle. Selain mengurangi timbunan sampah ke TPA, proyek ini juga diharapkan menjadi penggerak perubahan perilaku masyarakat sekaligus mendukung terwujudnya Banyuwangi Hijau yang lebih bersih dan berkelanjutan. (rio/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#Banyuwangi Hijau #TPS3R Kertosari #sampah Banyuwangi #pengolahan sampah #uni emirat arab