RADARBANYUWANGI.ID – Bangunan Pasar Banyuwangi dan Gedung Inggrisan memang telah selesai direvitalisasi. Namun, hingga Sabtu (4/7), proses serah terima aset dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) kepada Pemerintah Kabupaten Banyuwangi belum juga rampung. Pemkab memilih melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi bangunan agar tidak mewarisi persoalan teknis ketika pasar mulai dioperasikan.
Pemeriksaan itu dilakukan terhadap sejumlah fasilitas vital, mulai sistem drainase, jaringan kelistrikan, hingga infrastruktur penunjang lainnya. Langkah tersebut menjadi bagian dari kehati-hatian pemerintah daerah sebelum menerima aset yang nantinya akan digunakan ribuan pedagang dan masyarakat.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengatakan komunikasi dengan Kementerian PU masih terus berlangsung. Bahkan, Pemkab Banyuwangi telah mengirimkan surat resmi sebagai upaya mempercepat proses serah terima.
"Kami masih berkirim surat ke Kementerian PU untuk proses serah terima. Kami cek kembali kondisi bangunannya, apakah masih ada yang perlu diperbaiki atau tidak," ujarnya.
Menurut Ipuk, pemeriksaan menyeluruh menjadi hal penting agar seluruh fasilitas berfungsi optimal sejak hari pertama pasar beroperasi. Pemkab tidak ingin menerima bangunan yang masih menyisakan kekurangan teknis.
"Kami masih mengecek saluran airnya seperti apa, saluran listriknya seperti apa. Itu sangat penting karena jangan sampai kami menerima bangunan, tetapi kondisinya ternyata belum baik," katanya.
Ia berharap hasil evaluasi tersebut segera mendapat respons dari Kementerian PU sehingga apabila masih ditemukan kekurangan dapat segera diselesaikan sebelum aset resmi diserahkan kepada pemerintah daerah.
"Kami berharap ini menjadi perhatian Kementerian PU sehingga prosesnya bisa segera diselesaikan," imbuhnya.
BEC Berpeluang Melintasi Pasar Baru
Di tengah proses administrasi yang belum tuntas, Pemkab Banyuwangi juga mulai menyiapkan pemanfaatan kawasan pasar baru. Salah satunya berkaitan dengan rencana lintasan Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) yang kemungkinan akan melewati kawasan Pasar Banyuwangi.
Menurut Ipuk, secara fisik bangunan pasar sudah selesai sehingga tidak menjadi kendala apabila nantinya digunakan sebagai bagian dari rute BEC, selama proses serah terima telah selesai.
"Meski belum beroperasi, yang penting sudah diserahterimakan nanti bisa dilewati," ujarnya.
Pedagang Masih Menunggu Kepastian
Sementara itu, proses pemindahan pedagang ke bangunan baru dipastikan belum dilakukan. Pemkab akan memprioritaskan penyelesaian administrasi serah terima aset sebelum melanjutkan tahapan penempatan pedagang.
"Kalau untuk pedagang masih berproses. Yang kami selesaikan lebih dulu adalah serah terima bangunannya. Setelah itu baru proses berikutnya kepada para pedagang," tegas Ipuk.
Di sisi lain, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satuan Kerja Revitalisasi Pasar Banyuwangi Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Jawa Timur, Yuni Ahmat Erivianto atau Yayan, memastikan seluruh pekerjaan fisik revitalisasi telah rampung, termasuk pembangunan Gedung Inggrisan.
Meski demikian, ia belum dapat memastikan kapan kedua aset tersebut resmi diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.
"Kalau pekerjaan fisik sudah selesai semua. Biasanya pedagang dimasukkan dulu ke pasar, lalu serah terima aset," katanya saat dihubungi, Sabtu (4/7).
Dengan kondisi fisik yang telah selesai namun administrasi yang belum tuntas, kepastian operasional Pasar Banyuwangi kini bergantung pada rampungnya proses serah terima antara Kementerian PU dan Pemkab Banyuwangi. Setelah itu, tahapan penempatan pedagang hingga pembukaan pasar baru dapat segera dilaksanakan. (fre/aif)
Editor : Ali Sodiqin