Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Lapas Banyuwangi Overkapasitas, 994 Warga Binaan Huni Penjara Berkapasitas 260 Orang

Bagus Rio Rohman • Sabtu, 4 Juli 2026 | 08:30 WIB
Kalapas Kelas II A Banyuwangi Solichin (tiga dari kanan) bersama para pejabat Lapas berkunjung ke kantor Jawa Pos Radar Banyuwnagi, Jumat (3/7). (Bagus Rio/Radar Banyuwangi)
Kalapas Kelas II A Banyuwangi Solichin (tiga dari kanan) bersama para pejabat Lapas berkunjung ke kantor Jawa Pos Radar Banyuwnagi, Jumat (3/7). (Bagus Rio/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Kondisi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi masih jauh dari ideal. Hingga Jumat (3/7), jumlah penghuni mencapai 994 warga binaan, padahal kapasitas normal penjara yang berada di Jalan Letkol Istiqlah itu hanya sekitar 260 orang. Lonjakan penghuni tersebut membuat petugas harus bekerja ekstra keras, terutama dalam menjaga keamanan dan mencegah masuknya barang terlarang seperti narkotika.

Data tersebut diungkapkan langsung oleh Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIA Banyuwangi, Solichin, saat berkunjung ke Kantor Jawa Pos Radar Banyuwangi untuk memperkuat sinergi dengan media.

Hampir Seribu Warga Binaan Diawasi 100 Petugas

Solichin mengakui kondisi lapas saat ini mengalami overkapasitas yang sangat tinggi.

Dengan jumlah penghuni hampir seribu orang, pengawasan dilakukan oleh sekitar 100 personel Lapas Banyuwangi.

Menurutnya, rasio tersebut menjadi tantangan besar dalam menjaga keamanan serta memastikan seluruh program pembinaan berjalan optimal.

"Jumlah tersebut boleh dibilang overkapasitas. Seratus personel Lapas yang kita miliki harus mengawasi hampir seribu warga binaan," ujar Solichin.

Situasi itu menuntut seluruh petugas meningkatkan kewaspadaan dalam menjalankan tugas sehari-hari.

Pengawasan Diperketat Cegah Narkoba Masuk Lapas

Salah satu fokus utama pengamanan ialah mencegah masuknya narkotika maupun barang-barang terlarang lainnya ke dalam lingkungan lapas.

Karena itu, pemeriksaan terhadap setiap pengunjung dan barang bawaan terus diperketat.

Menurut Solichin, langkah tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan sekaligus mendukung program pemberantasan peredaran narkoba di lingkungan pemasyarakatan.

"Pengetatan pengunjung terus kita lakukan, termasuk memeriksa barang bawaan," kata mantan Kalapas Kediri tersebut.

Selain pemeriksaan rutin, petugas juga terus meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas di dalam lapas.

Perkuat Sinergi dengan Media

Kunjungan Kalapas Banyuwangi ke Kantor Jawa Pos Radar Banyuwangi tidak hanya membahas kondisi lapas, tetapi juga mempererat kerja sama dalam penyebarluasan informasi kepada masyarakat.

Rombongan Lapas diterima Wakil Direktur Radar Banyuwangi Sidrothul Muntaha bersama Pimpinan Redaksi Syaifudin Mahmud.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas peluang kolaborasi di bidang edukasi hukum, pembinaan warga binaan, hingga kampanye pencegahan tindak pidana dan penyalahgunaan narkotika.

Media Dinilai Punya Peran Strategis

Solichin menilai media massa memiliki peran penting sebagai mitra pemerintah dalam memberikan edukasi kepada masyarakat sekaligus menyampaikan informasi yang akurat mengenai program pemasyarakatan.

Ia berharap sinergi antara Lapas Banyuwangi dan Jawa Pos Radar Banyuwangi terus diperkuat agar masyarakat memperoleh informasi yang benar mengenai berbagai kegiatan pembinaan di dalam lapas.

"Kami berharap sinergi dengan Jawa Pos Radar Banyuwangi dapat terus terjalin dengan baik. Media memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat," ujarnya.

Dorong Edukasi Hukum kepada Masyarakat

Pimpinan Redaksi Jawa Pos Radar Banyuwangi, Syaifudin Mahmud, menyambut positif kunjungan tersebut.

Menurutnya, pers memiliki fungsi strategis sebagai penyampai informasi sekaligus sarana edukasi publik.

Radar Banyuwangi, kata dia, siap mendukung penyebarluasan informasi mengenai program pembinaan warga binaan, edukasi hukum, hingga kampanye pencegahan penyalahgunaan narkotika.

"Pers memiliki fungsi sebagai penyampai informasi sekaligus sarana edukasi publik. Kami siap bersinergi dengan Lapas Banyuwangi dalam menyampaikan berbagai program positif kepada masyarakat, termasuk kampanye pencegahan peredaran narkotika dan edukasi hukum," katanya.

Di tengah kondisi overkapasitas yang masih menjadi tantangan, sinergi antara lembaga pemasyarakatan dan media diharapkan mampu memperkuat edukasi publik sekaligus mendukung terciptanya lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan bebas dari peredaran narkoba. (rio/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#Kalapas Banyuwangi #pemberantasan narkoba #warga binaan #overkapasitas lapas #lapas banyuwangi