RADARBANYUWANGI.ID – Lokasi pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kelurahan Penataban, Kecamatan Giri, Banyuwangi, menjadi perhatian warga. Pasalnya, bangunan yang diduga akan difungsikan sebagai dapur penyedia makanan bergizi itu berdiri hanya beberapa meter dari tempat penampungan sampah sementara (TPS) di kawasan simpang tiga Jalan Raden Wijaya–Jalan MH Thamrin.
Kedekatan antara bangunan SPPG dan TPS memunculkan kekhawatiran warga terkait aspek kebersihan, kenyamanan, hingga potensi gangguan lingkungan apabila pengelolaan sampah tidak dilakukan secara optimal.
Pantauan Jawa Pos Radar Banyuwangi, bangunan bercat putih dengan aksen biru muda yang identik dengan desain gedung SPPG itu berdiri di sisi utara TPS. Di lokasi yang sama, tumpukan sampah masih terlihat menumpuk dan menjadi tempat pembuangan sementara bagi warga sekitar.
Warga Keluhkan Bau Sampah Saat Cuaca Panas
Sejumlah warga mengaku aroma tidak sedap dari TPS kerap tercium, terutama ketika pengangkutan sampah terlambat dilakukan.
Purnomo, pemilik bengkel yang berada tidak jauh dari lokasi, mengatakan bau sampah sering mengganggu aktivitas usahanya, khususnya pada siang hari ketika suhu udara meningkat.
Menurutnya, kondisi tersebut juga memengaruhi kenyamanan pelanggan yang datang ke bengkel.
"Kalau sampah sudah lama tidak diangkut, baunya sampai ke bengkel. Apalagi kalau siang hari saat cuaca panas," ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan Samsi, warga yang tinggal di sekitar TPS.
Ia berharap pengelolaan sampah dapat dilakukan lebih rutin agar tidak terjadi penumpukan yang memicu bau menyengat.
"Harapannya sampah bisa lebih rutin diangkut. Kalau menumpuk terus, baunya mengganggu orang yang bekerja maupun warga yang lewat," katanya.
Kedekatan SPPG dan TPS Jadi Sorotan
Selain mengeluhkan bau, Samsi juga menyoroti keberadaan bangunan SPPG yang lokasinya sangat dekat dengan TPS.
Menurutnya, apabila bangunan tersebut benar akan digunakan sebagai dapur penyedia makanan bergizi, maka aspek sanitasi dan kebersihan lingkungan perlu mendapat perhatian serius.
Ia menilai lingkungan yang bersih menjadi bagian penting dalam proses penyediaan makanan yang aman dan higienis.
"Memang ada pembangunan SPPG tidak jauh dari TPS. Makanya, jika bau tentu membuat tidak nyaman. Masak makanan bergizi dekat dengan tumpukan sampah yang bau," ungkapnya.
Warga Minta Pengangkutan Sampah Dioptimalkan
Warga berharap pemerintah maupun pihak terkait dapat meningkatkan frekuensi pengangkutan sampah agar TPS tidak dipenuhi limbah dalam waktu lama.
Langkah tersebut dinilai penting bukan hanya untuk menjaga kenyamanan masyarakat sekitar, tetapi juga mendukung terciptanya lingkungan yang bersih apabila bangunan SPPG nantinya mulai beroperasi.
Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan resmi dari instansi terkait mengenai fungsi bangunan tersebut maupun pertimbangan pemilihan lokasi pembangunan di dekat TPS.
Keberadaan fasilitas pemenuhan gizi yang berdekatan dengan tempat penampungan sampah menjadi perhatian warga karena dinilai memerlukan pengelolaan lingkungan yang lebih baik agar tujuan penyediaan makanan bergizi dapat berjalan seiring dengan standar kebersihan dan kesehatan yang memadai. (rio/sgt)
Editor : Ali Sodiqin