RADARBANYUWANGI.ID – Rumput liar yang menjulang tinggi di sepanjang sempadan jalan Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, akhirnya dibabat habis melalui aksi gotong royong lintas sektor, Jumat (4/7). Gerakan yang diinisiasi Pemerintah Kecamatan Genteng itu dilakukan untuk mempercantik wajah kota sekaligus mengantisipasi potensi kecelakaan, gangguan listrik, hingga ancaman hewan liar di kawasan jalur protokol.
Sejak pagi, puluhan petugas dari berbagai instansi terlihat bahu-membahu membersihkan semak belukar yang selama ini membuat sisi jalan tampak kumuh dan kurang terawat.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Banyuwangi Asri, yang mendorong setiap wilayah menjaga kebersihan, kerapian, dan kenyamanan ruang publik.
Sempadan Jalan Jadi Prioritas Penataan
Camat Genteng Khoirul Hidayat mengatakan, sempadan jalan di Desa Kembiritan dipilih sebagai sasaran utama karena kondisinya dinilai sudah memerlukan penanganan segera.
Rumput liar yang tumbuh tidak terkendali bukan hanya mengurangi estetika kawasan, tetapi juga berpotensi membahayakan masyarakat.
Selain mengganggu jarak pandang pengendara, semak yang rimbun dikhawatirkan menjadi tempat berkembang biaknya ular maupun hewan liar lainnya.
"Clean up ini sengaja kami sasar di area sempadan jalan Desa Kembiritan untuk memastikan wilayah Kota Genteng tetap asri dan nyaman. Terlebih, rumput yang terlalu rimbun itu rawan menjadi sarang ular atau hewan liar lainnya," ujar Khoirul.
Rumput Merambat hingga Kabel Listrik
Tak hanya persoalan kebersihan, Pemerintah Kecamatan Genteng juga menemukan potensi bahaya lain di lokasi tersebut.
Sejumlah tanaman merambat terlihat mulai menjalar hingga menyentuh jaringan kabel listrik di sepanjang jalan.
Menurut Khoirul, kondisi tersebut berisiko menimbulkan gangguan kelistrikan, terutama saat hujan lebat atau cuaca ekstrem yang dapat memicu korsleting.
"Kondisi ini jelas menyimpan potensi bahaya korsleting atau gangguan arus listrik apabila terjadi cuaca buruk, sehingga perlu perhatian," katanya.
Karena itu, pembersihan dilakukan sebelum risiko tersebut berkembang menjadi ancaman yang lebih besar bagi masyarakat.
Libatkan Damkarmat hingga TKSK
Aksi bersih-bersih dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan berbagai unsur.
Mulai dari aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kecamatan Genteng, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), hingga personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Sektor Genteng ikut diterjunkan ke lapangan.
Kehadiran petugas Damkarmat dinilai penting karena memiliki peralatan dan kemampuan menangani area yang sulit dijangkau, terutama lokasi yang berada di dekat jaringan kabel listrik.
Dengan pembagian tugas tersebut, proses pembersihan berlangsung lebih cepat dan aman.
Dorong Kesadaran Masyarakat Menjaga Lingkungan
Pemerintah Kecamatan Genteng berharap aksi gotong royong ini tidak hanya menghasilkan lingkungan yang lebih bersih, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat untuk ikut merawat fasilitas umum.
Menurut Khoirul, menjaga kebersihan sempadan jalan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, melainkan memerlukan partisipasi seluruh warga agar kondisi lingkungan tetap terpelihara.
"Melalui aksi keroyokan ini, kami berharap kesadaran menjaga lingkungan tidak hanya berhenti di tingkat petugas, tetapi juga menular kepada masyarakat luas demi mempertahankan estetika Kota Genteng yang bersih dan asri," pungkasnya.
Program Banyuwangi Asri sendiri terus digencarkan di berbagai wilayah sebagai upaya menciptakan lingkungan yang bersih, aman, dan nyaman, sekaligus meningkatkan kualitas ruang publik bagi masyarakat maupun pengguna jalan. (sas/sgt)
Editor : Ali Sodiqin