RADARBANYUWANGI.ID – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi menegaskan komitmennya untuk tetap berjalan di atas rel organisasi (on the track) di tengah berbagai dinamika yang berkembang, baik di tingkat nasional maupun lokal. Penegasan tersebut menjadi kesepakatan bersama dalam Rapat Koordinasi Gabungan Syuriah, Tanfidziyah, dan Badan Otonom (Banom) NU yang digelar pada Selasa, 30 Juni 2026.
Rapat dihadiri oleh 41 anggota Syuriah, 36 anggota Tanfidziyah, serta perwakilan badan otonom NU, yaitu Muslimat NU, Fatayat NU, GP Ansor, IPNU, IPPNU, ISNU, PERGUNU, Pagar Nusa, PMII, SNNU, dan JATMAN. Seluruh unsur organisasi menyatakan komitmen untuk tetap menjaga soliditas jam'iyah serta menjalankan tugas dan fungsi kelembagaan sesuai dengan legal standing dan ketentuan organisasi masing-masing.
Dalam pembahasan isu nasional, forum menegaskan bahwa PCNU Banyuwangi tetap berpedoman pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Nahdlatul Ulama. Seluruh proses yang berlangsung melalui Konferensi Besar (Konbes), Musyawarah Nasional (Munas), maupun Muktamar merupakan bagian dari mekanisme organisasi yang harus dihormati bersama. Oleh karena itu, PCNU Banyuwangi menyatakan siap menerima dan melaksanakan keputusan resmi yang dihasilkan melalui forum-forum tersebut, serta mengajak seluruh warga Nahdliyin untuk mengawal pelaksanaannya agar berlangsung dengan tertib, lancar, dan membawa kemaslahatan bagi organisasi.
Forum juga mencermati dinamika yang berkembang di tingkat lokal, khususnya berbagai isu yang beredar di media sosial. Menurut peserta rapat, perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam organisasi besar, namun seluruh persoalan harus diselesaikan melalui mekanisme jam'iyah, bukan melalui ruang-ruang yang justru berpotensi menimbulkan kegaduhan. Sikap tabayun, ukhuwah, dan kepatuhan terhadap keputusan organisasi menjadi prinsip yang harus terus dijaga.
Atas dasar itu, seluruh peserta rapat menyatakan keyakinannya bahwa PCNU Banyuwangi hingga saat ini masih berada di jalur organisasi yang benar (on the track). Keyakinan tersebut menjadi modal penting untuk terus menjalankan program-program pelayanan kepada umat tanpa terpengaruh oleh dinamika yang berkembang di luar mekanisme organisasi.
Sebagai langkah konkret memperkuat konsolidasi, PCNU Banyuwangi akan melaksanakan TURBA (Turun ke Bawah) dengan mengusung tagline "NGERANDU NU". Program ini dijadwalkan dimulai pada 3 Juli 2026 dan berlangsung secara bertahap hingga pertengahan Agustus 2026, dengan menyasar seluruh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) se-Kabupaten Banyuwangi.
Melalui TURBA tersebut, jajaran Syuriah, Tanfidziyah, lembaga, dan badan otonom akan turun langsung ke setiap wilayah untuk memperkuat komunikasi organisasi, mendengarkan aspirasi pengurus di tingkat kecamatan dan ranting, sekaligus melakukan pembinaan kelembagaan secara menyeluruh. Kegiatan ini juga menjadi sarana evaluasi terhadap pelaksanaan program kerja serta memastikan seluruh perangkat organisasi berjalan sesuai dengan garis kebijakan PCNU dan ketentuan organisasi.
Selain mempererat silaturahmi, agenda TURBA "NGERANDU NU" akan difokuskan pada pembenahan struktur kepengurusan NU beserta badan otonom di tingkat MWCNU, ranting, hingga anak ranting. Validasi kepengurusan, penguatan administrasi organisasi, sinkronisasi program kerja, kaderisasi, serta pemetaan potensi dan tantangan di setiap wilayah akan menjadi bagian penting dari agenda tersebut.
Melalui gerakan ini, PCNU Banyuwangi berharap seluruh elemen Nahdlatul Ulama semakin solid, memiliki arah gerak yang sama, serta mampu memperkuat khidmah kepada umat. Dengan organisasi yang tertata, komunikasi yang intensif, dan struktur yang kuat hingga tingkat paling bawah, Nahdlatul Ulama Banyuwangi diharapkan semakin siap menjawab berbagai tantangan zaman sekaligus terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (aif)
Editor : Sigit Hariyadi