RADARBANYUWANGI.ID – Trauma banjir masih membayangi warga Dusun Tlogosari, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, Banyuwangi. Setelah luapan Sungai Suromenojo merendam sedikitnya tujuh rumah pada Jumat pagi (26/6), pemerintah desa mulai menyusun langkah penanganan jangka panjang agar bencana serupa tidak terus berulang setiap musim hujan.
Dua program menjadi prioritas utama, yakni normalisasi Sungai Suromenojo untuk mengembalikan kapasitas tampung air serta pembenahan gorong-gorong jembatan yang selama ini menjadi titik penyumbatan aliran.
Kepala Desa Jambewangi, Maskur, mengatakan hasil evaluasi pascabanjir menunjukkan kapasitas sungai di sekitar permukiman sudah tidak mampu menampung debit air kiriman dari wilayah hulu ketika hujan deras mengguyur.
Karena itu, normalisasi melalui pengerukan sungai dinilai menjadi solusi paling realistis untuk mengurangi risiko banjir di kawasan permukiman.
"Kami sedang mendiskusikan rencana normalisasi Sungai Suromenojo ini. Tujuannya agar daya tampung air di sekitar permukiman warga bisa kembali optimal dan mampu menampung debit air kiriman dari wilayah atas," ujarnya, Senin (29/6).
Meski demikian, Maskur mengakui pelaksanaan normalisasi belum dapat dipastikan dalam waktu dekat. Pemerintah desa masih menghitung kebutuhan anggaran sekaligus berkoordinasi dengan instansi terkait karena penanganan sungai berskala besar menjadi kewenangan lintas sektor.
"Untuk jadwal pastinya kapan normalisasi dimulai memang belum bisa kami tentukan sekarang. Ini masih dalam tahap pembahasan intensif, termasuk melihat skala prioritas penanganan dampaknya," katanya.
Gorong-gorong Sempit Jadi Titik Penyumbatan
Selain sedimentasi sungai, pemerintah desa juga menyoroti keberadaan gorong-gorong jembatan yang dinilai terlalu sempit sehingga mudah tersumbat sampah dan material bawaan banjir.
Saat hujan deras, aliran air yang tertahan di titik tersebut dengan cepat meluap ke permukiman warga.
Untuk mengatasi persoalan itu, Pemdes Jambewangi kembali mengajukan perbaikan infrastruktur kepada dinas terkait serta membuka peluang dukungan dari anggota legislatif yang memiliki daerah pemilihan di wilayah tersebut.
"Untuk pembenahan gorong-gorong jembatan yang menjadi titik sumbatan sampah, dalam waktu dekat ini akan kami ajukan kembali ke dinas terkait. Kami berharap pengajuan kali ini bisa langsung direspons cepat," harap Maskur.
Warga Diminta Tingkatkan Kewaspadaan
Sambil menunggu penanganan infrastruktur, pemerintah desa mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi.
Warga juga diminta menjaga kebersihan lingkungan, terutama tidak membuang sampah ke sungai maupun saluran air agar aliran tetap lancar ketika hujan turun.
"Kami mengimbau warga jangan buang sampah ke sungai, karena gorong-gorong kita sempit. Kalau tersumbat sedikit saja, airnya langsung naik ke rumah warga," tegasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, hujan deras yang mengguyur Kecamatan Sempu sejak Kamis malam (25/6) menyebabkan Sungai Suromenojo meluap pada Jumat dini hari.
Sedikitnya tujuh rumah di Dusun Tlogosari terendam air berwarna cokelat dengan ketinggian mencapai betis orang dewasa. Air mulai masuk ke permukiman menjelang subuh dan mencapai puncaknya sekitar pukul 06.00 WIB sehingga warga harus menyelamatkan barang-barang berharganya.
Pemerintah desa berharap langkah normalisasi sungai dan pembenahan gorong-gorong dapat segera direalisasikan. Selain mengurangi risiko banjir, perbaikan infrastruktur tersebut diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi warga yang selama ini dihantui ancaman luapan Sungai Suromenojo setiap kali hujan deras mengguyur wilayah Sempu. (sas/sgt)
Editor : Ali Sodiqin