RADARBANYUWANGI.ID – Menjamurnya coffee shop di berbagai sudut Banyuwangi menjadi penanda berkembangnya ekonomi kreatif sekaligus lahirnya ruang baru bagi anak muda untuk bekerja, belajar, hingga berdiskusi. Namun, di balik tren work from cafe yang semakin diminati, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan kesehatan akibat kebiasaan duduk terlalu lama.
Fenomena bekerja atau mengerjakan tugas dari kafe memang memberikan suasana yang lebih santai dan nyaman. Namun, kenyamanan itu sering membuat pengunjung tidak sadar telah duduk selama dua hingga tiga jam tanpa jeda, kondisi yang berisiko memicu berbagai gangguan kesehatan.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyambut positif berkembangnya industri kafe yang turut menggerakkan roda perekonomian daerah. Menurutnya, pertumbuhan sektor ekonomi kreatif merupakan kabar baik bagi Banyuwangi.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa gaya hidup modern harus tetap diimbangi dengan kebiasaan hidup sehat.
"Kami tentu tidak melarang masyarakat menikmati kafe atau berlama-lama di kafe. Justru kami senang karena sektor ekonomi kreatif Banyuwangi terus tumbuh. Yang ingin kami ingatkan adalah jangan sampai kenyamanan tersebut membuat kita lupa bergerak. Tubuh manusia memang dirancang untuk aktif bergerak, bukan duduk diam berjam-jam," ujar Ipuk.
Ia menambahkan, kesehatan merupakan investasi jangka panjang yang harus dijaga melalui kebiasaan sederhana, seperti berdiri, berjalan kaki, atau melakukan peregangan secara berkala meski sedang bekerja maupun bersantai.
"Kesehatan adalah investasi jangka panjang. Kebiasaan kecil yang dilakukan hari ini akan menentukan kualitas hidup kita di masa depan. Karena itu, mari biasakan hidup lebih aktif meskipun sedang bekerja atau bersantai di kafe," tambahnya.
Duduk Terlalu Lama Tingkatkan Risiko Gangguan Tulang Belakang
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi Amir Hidayat menjelaskan, persoalan utama bukan terletak pada aktivitas bekerja atau belajar di kafe, melainkan durasi duduk yang terlalu lama tanpa diselingi gerakan.
Menurutnya, kebiasaan tersebut menjadi salah satu faktor risiko gangguan sistem muskuloskeletal, seperti low back pain atau nyeri punggung bawah, nyeri leher, gangguan postur tubuh, hingga saraf terjepit atau Herniated Nucleus Pulposus (HNP).
"Permasalahan utamanya sebenarnya bukan karena bekerja atau mengerjakan tugas di kafe, tetapi karena durasi duduk yang terlalu lama tanpa jeda. Banyak orang merasa nyaman sehingga tidak sadar sudah duduk dua sampai tiga jam terus-menerus. Posisi tubuh yang membungkuk, layar laptop atau gawai yang terlalu rendah, serta kursi yang tidak ergonomis semakin meningkatkan beban pada tulang belakang," jelas Amir.
Ia menegaskan, gangguan tersebut tidak hanya memengaruhi kesehatan, tetapi juga dapat menurunkan produktivitas kerja dan kualitas hidup seseorang.
Berdiri Setiap 30 Menit, Peregangan Jadi Kunci
Untuk mengurangi risiko tersebut, Dinkes Banyuwangi mengimbau masyarakat menerapkan kebiasaan sederhana selama berada di kafe maupun tempat kerja.
Masyarakat dianjurkan berdiri dan bergerak setiap 30–60 menit, melakukan peregangan selama 1–3 menit, menjaga posisi duduk tetap ergonomis, mempertahankan berat badan ideal, serta memenuhi rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) berupa aktivitas fisik minimal 150 menit setiap minggu.
"Pesan kami sederhana. Silakan menikmati suasana kafe, bekerja, belajar, atau berdiskusi bersama teman. Tetapi jangan lupa tubuh membutuhkan gerakan. Bangun sesekali, berjalan sebentar, lakukan peregangan, minum air putih, lalu lanjutkan aktivitas. Kebiasaan sederhana ini dapat mengurangi risiko gangguan tulang belakang sekaligus mencegah berbagai penyakit tidak menular," kata Amir.
Edukasi Gaya Hidup Sehat Terus Diperkuat
Sebagai tindak lanjut, Pemkab Banyuwangi melalui Dinas Kesehatan akan terus memperluas edukasi mengenai pentingnya aktivitas fisik, ergonomi saat bekerja, serta pencegahan penyakit tidak menular.
Program edukasi tersebut akan dilakukan melalui puskesmas, sekolah, tempat kerja, hingga berbagai komunitas masyarakat agar kesadaran hidup sehat semakin meningkat di tengah perubahan gaya hidup modern.
Dengan semakin berkembangnya budaya work from cafe, Pemkab Banyuwangi berharap masyarakat dapat menikmati pertumbuhan ekonomi kreatif tanpa mengorbankan kesehatan. Sebab, produktivitas dan kualitas hidup hanya dapat terjaga apabila aktivitas bekerja, belajar, maupun bersantai selalu diimbangi dengan kebiasaan bergerak secara teratur. (sgt)
Editor : Ali Sodiqin