Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Pasar Banyuwangi Sudah Rampung, Pedagang Tagih Janji Relokasi Sebelum BEC

Fredy Rizki Manunggal • Selasa, 30 Juni 2026 | 06:30 WIB
Revitalisasi Pasar Banyuwangi sudah tuntas. Pedagang pasar yang saat ini berjualan di Gedung Wanita minta segera dipindah ke lokasi pasar yang baru. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
Revitalisasi Pasar Banyuwangi sudah tuntas. Pedagang pasar yang saat ini berjualan di Gedung Wanita minta segera dipindah ke lokasi pasar yang baru. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Kesabaran para pedagang Pasar Banyuwangi mulai habis. Setelah bangunan pasar hasil revitalisasi secara fisik selesai sejak awal tahun, mereka kini mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi segera menuntaskan proses serah terima dan memindahkan pedagang ke lokasi lama.

Ketidakpastian jadwal relokasi dinilai semakin memberatkan para pedagang yang hingga kini masih berjualan di lokasi sementara, Gedung Wanita Banyuwangi. Mereka berharap kepastian segera diberikan agar aktivitas perdagangan dapat kembali normal.

Ketua Paguyuban PKL Joko Tole, Agus Hariyono, mengatakan proses revitalisasi Pasar Banyuwangi telah molor jauh dari target awal. Semula proyek dijanjikan selesai pada November 2025, kemudian mundur hingga akhir tahun. Namun hingga memasuki 2026, proses serah terima belum juga terealisasi.

Menurut Agus, keterlambatan tersebut diperparah dengan beberapa kali adendum pekerjaan yang membuat penyelesaian proyek semakin tidak menentu. Akibatnya, pedagang terus berada dalam ketidakpastian.

"Kami sudah beberapa kali menghadap. Tapi belum ada kepastian, katanya masih menunggu adendum. Kasihan para pedagang yang ada di Gedung Wanita," ujarnya.

Agus menegaskan, para pedagang hanya menginginkan kepastian waktu relokasi. Sebab, masa revitalisasi yang semula diperkirakan berlangsung selama satu tahun kini telah melewati batas waktu yang dijanjikan.

"Awalnya hanya satu tahun, sekarang sudah lebih dari satu tahun," katanya.

Menurut dia, semakin lama relokasi tertunda, semakin besar pula dampak yang dirasakan pedagang, baik dari sisi kenyamanan berjualan maupun potensi penurunan aktivitas ekonomi.

Sementara itu, Asisten Sekretaris Daerah Banyuwangi Suratno menjelaskan bahwa Pemkab bersama tim teknis masih melakukan pemeriksaan akhir terhadap hasil pekerjaan revitalisasi yang telah diselesaikan kontraktor.

Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh pekerjaan telah memenuhi standar sebelum pasar mulai dioperasikan. Jika masih ditemukan kekurangan, kontraktor akan diminta segera melakukan perbaikan.

Suratno menegaskan, proses serah terima yang akan dilakukan dalam waktu dekat masih sebatas penyerahan aset untuk kebutuhan operasional. Adapun penyerahan kepemilikan aset secara penuh belum dilakukan pada tahap tersebut.

Meski demikian, Pemkab Banyuwangi tetap menargetkan Pasar Banyuwangi mulai beroperasi pada awal Juli 2026. Target itu disiapkan agar kawasan pasar sudah dapat dimanfaatkan sebelum pelaksanaan Banyuwangi Ethno Carnival (BEC), yang direncanakan melintasi area tengah pasar.

"Targetnya mudah-mudahan Juli. Karena saat BEC nanti rencananya akan melewati area tengah pasar," tandas Suratno.

Dengan target tersebut, para pedagang berharap proses pemeriksaan teknis segera rampung sehingga relokasi tidak kembali mengalami penundaan. Kepastian operasional pasar dinilai menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali aktivitas perdagangan di pusat kota Banyuwangi sekaligus mendukung kelancaran penyelenggaraan BEC. (fre/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#Banyuwangi BEC #revitalisasi pasar #pemkab banyuwangi #pasar banyuwangi #Relokasi Pedagang