RadarBanyuwangi.id – Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) PCNU Banyuwangi resmi dikukuhkan di Pondok Pesantren Kubah Hijau, Desa Donosuko, Kecamatan Blimbingsari, Ahad (28/6/2026). Pengukuhan tersebut menjadi awal penguatan gerakan dakwah Nahdlatul Ulama yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, dengan target melahirkan 100 da'i muda dalam satu semester.
Ketua LDNU PCNU Banyuwangi, Nurul Anwar, menegaskan bahwa perkembangan teknologi informasi telah mengubah wajah dakwah. Menurutnya, ruang digital harus menjadi medan pengabdian baru bagi para dai dengan tetap berpegang teguh pada manhaj Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.
"Kami telah menyiapkan sejumlah program strategis untuk memperkuat dakwah di tengah pesatnya perkembangan algoritma media digital. Dai NU harus mampu hadir di tengah masyarakat, baik melalui mimbar maupun platform digital," ujarnya.
Acara tersebut dihadiri jajaran Syuriah, Tanfidziyah, dan Sekretariat PCNU Banyuwangi. Rombongan dipimpin Katib Syuriah KH Abdul Qosim bersama Sekretaris PCNU Banyuwangi H. Moh. Bisri Musthofa.
Dalam sambutannya, H. Moh. Bisri Musthofa meminta pengurus LDNU yang baru dikukuhkan segera menyusun program kerja berdasarkan amanat Musyawarah Kerja Cabang (Musykercab). Ia menekankan pentingnya menghadirkan program yang terukur, termasuk mewujudkan target 100 da'i muda dalam waktu enam bulan.
"Dakwah hari ini harus mampu menjangkau masyarakat tradisional sekaligus masyarakat digital. Sudah saatnya kita mengembangkan dakwah hybrid sebagai ikhtiar memperluas syiar Islam yang ramah, moderat, dan mencerahkan," katanya.
Sementara itu, Wakil Rais Syuriah PCNU Banyuwangi KH Mukhlis Ali, yang mewakili Rais Syuriah, mengingatkan bahwa kepemimpinan dalam organisasi merupakan amanah pelayanan kepada umat. Ia mengutip hadis Nabi Muhammad SAW, Sayyidul qaumi khadimuhum, yang berarti pemimpin suatu kaum adalah pelayan bagi kaumnya.
Menurutnya, LDNU harus menjadi garda terdepan dalam melayani umat melalui dakwah yang tidak hanya menyampaikan ajaran agama, tetapi juga mengenalkan berbagai program strategis PCNU Banyuwangi, seperti penguatan ekonomi umat, LAZISNU, kaderisasi, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.
Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat. Susunan pengurus dibacakan oleh Wakil Ketua PCNU Banyuwangi H. Guntur Al Badri, kemudian dilanjutkan dengan pembaiatan oleh Gus Riza Azizy.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Blimbingsari, jajaran badan otonom NU mulai GP Ansor, Muslimat NU, Fatayat NU Kecamatan Blimbingsari, serta para kiai dan tokoh masyarakat, di antaranya Pengasuh Pondok Pesantren Darussholah Gumirih KH Nur Fauzi.
Usai prosesi pengukuhan LDNU, rangkaian acara dilanjutkan dengan peresmian Pondok Pesantren Kubah Hijau yang berada di Desa Donosuko, Kecamatan Blimbingsari. Tepat pukul 11.00 WIB, peresmian ditandai dengan pemotongan pita dan pelepasan balon sebagai simbol dimulainya aktivitas pendidikan dan dakwah di pesantren tersebut.
Pemotongan pita dilakukan oleh KH Nur Fauzi, guru dari Pengasuh Pondok Pesantren Kubah Hijau, Ustadz H. Ibnul Mubarak. Momen tersebut menjadi simbol keberlanjutan sanad keilmuan pesantren sekaligus harapan agar Pondok Pesantren Kubah Hijau berkembang sebagai pusat pendidikan Islam, kaderisasi ulama, dan penguatan dakwah Ahlussunnah wal Jamaah di Banyuwangi.
Dengan pengukuhan LDNU dan diresmikannya Pondok Pesantren Kubah Hijau dalam satu rangkaian kegiatan, PCNU Banyuwangi menegaskan komitmennya untuk memperkuat dakwah melalui sinergi antara pengembangan sumber daya da'i, pemanfaatan teknologi digital, dan penguatan lembaga pendidikan pesantren sebagai basis lahirnya generasi ulama dan pendakwah masa depan. (*)
Editor : Ali Sodiqin